DEVANO

DEVANO
93. kucing-kucingan



๐Ÿ“ž : Iya ma, Raja udah beli nasi goreng pesenan mama nih.


๐Ÿ“ž : ..........


๐Ÿ“ž : Iya ini baru aja naik motor! Mama sabar dong.


๐Ÿ“ž : ...........


๐Ÿ“ž : Iya.


Tut tut tut.....


"Punya nyokap satu, ga sabaran banget." gerutu Cowok berambut hitam kecokelatan itu. Baru saja ia hendak menyalakan mesin motor, handphonenya kembali berdering.


Drtt drtt


๐Ÿ“ฉRayhan


Jen gue ada misi baru buat lo!


Besok, kita atur strategi gimana caranya gw bisa nemuin Qia di Airlangga.


Read.


"Masuk ke Ghosterion aja belum, bisa-bisanya udah nambah aja kerjaan gue." gerutu Raja malas. Ia sebenarnya adalah sepupu dekat dari Marvel, ia sengaja daftar di sekolah yang berbeda dengan Marvel maupun Rayhan karena ia mendapat misi ini, sebelum ia ingin diterima di anggota inti BB gang.


๐Ÿ“ค : Iya, besok gw bantu.


Drtt drtt


Iphonenya kembali berdering sebelum Raja sempat memasukkannya ke saku celana.


๐Ÿ“žRayhan is calling....


"Malah nelpon lagi ni anak... Nyokap pasti udah nungguin nih."


Sementara di tempat yang sama.


Brum brum


Ckitt...


Bintang menghentikan laju motornya tepat disebelah gerobak penjual nasi goreng keliling langganan bundanya.


"Mang tiga bungkus ya? Spesial plus plus." pesan Bintang ke abang-abang yang sudah mengenalnya itu.


"Siap mas Bintang!! Tunggu bentar ya, dua pedes pol terus satu pedas biasa kan?"


"Iya mang!"


Untuk mengusir kegabutan, Bintang merogoh saku jaket hoodienya. Menguarkan benda pipih bernama iPhone itu.


"Nasib gue tiap malem kalo nggak mabar di markas, ya pasti mabar di nasgor keliling. Bunda pengen nasi goreng mulu tiap gue di rumah, mau nolak suruhan tapi nanti gue jadi kere ga punya motor." ucap Bintang bermonolog sambil membuka aplikasi game onlinenya.


"Untung aja gue anak baik dan penurut yagesya." ucapnya lagi. Setelah itu Bintang berada dalam mode hening karena ia sudah memencet start pada game itu, ia main bersama Gabby. Entah dimana tempat anak itu berada sekarang, yang jelas mereka mabar berdua.


Iya iya besok gue bantu lo ke Airlangga.


Bintang refleks mendongakkan kepala saat telinganya tak sengaja menangkap kata 'Airlangga'. Seakan lupa kalau ia sedang bermain game, cowok itu mencari sumber suara.


Dan ketemu!


Seorang anak laki-laki yang sepertinya seumuran dengannya itu berdiri membelakanginya. Oh ralat! Bukan berdiri, tapi duduk di atas jok motor bernomor plat 'S 3 JN'.


"Itu cowok anak Airlangga atau gimana? Dari bentuk kepala sama warna rambut, kayaknya gue pernah ketemu sama dia. Tapi siapa?" tanya Bintang bermonolog. Cowok yang sedang berbicara di telepon itu memakai jaket kebanggan BB gang, semakin sulit ditebak siapa orang itu. Tidak ada anak BB yang bersekolah di Airlangga, lalu mengapa laki-laki itu menyebut nama sekolahnya?


"Jaketnya BB tapi dia nyebut Airlangga. Sejak kapan ada anak BB di wilayah Ghosterion?"


Kaki Bintang tergerak untuk mencari tau siapa orang itu. Bintang adalah tipe orang yang kalau sudah terlanjur kepo dan ingin tau, maka ia harus mendapatkan jawabannya agar jiwanya bisa tenang.


Hanya tinggal beberapa langkah lagi untuk mencapai cowok itu, Bintang sudah bisa melihat bentuk wajah itu dari samping. Tapi takdir berkata lain, handphone di tangannya tiba-tiba berdering.


Drtt drtt


"Ck." decak Bintang refleks. Ia terkejut karena handphone nya berdering keras saat ia sedang ingin mengintai seseorang.


๐Ÿ“žGabby is calling....


"Ck. Ni anak dari dulu selalu jadi penghalang kekepoan gue nih!!" gerutu Bintang sebal, ia pun berputar arah. Tidak berjalan menjauh dari cowok tadi, tapi hanya membelakanginya saja.


Gabby : Heh anak monyet!! Lo ngapa tiba-tiba ngilang tol-


Bintang : Ah apaan sih By!! Ganggu mulu lo.


Bintang : Elo ganggu kerjaan gue mulu!!


Gabby : Si monyet ga ngaca! Ini lo ngilang kemana ogeb! Gue daritadi lari-lari kalah ditembakin sama musuh, elunya bukannya nolongin malah diem aja ngebug di tempat. Otak mana otak woy!!


"Lah iya, tadi kan gue masih ngegame ya?" lirih Bintang yang baru teringat dengan game online nya bersama Gabby.


.................


Ah apaan sih By!! Ganggu mulu lo.


Raja yang baru saja menutup sambungan teleponnya dengan Rayhan langsung refleks menoleh saat ia mendengar bentakan keras dibelakangnya.


"Siapa ini orang? Keknya tadi sepi deh ga ada orang disini." lirih Raja heran. Ia merasa tak asing dengan postur tubuh laki-laki yang tengah membelakanginya itu.


"Kek ga asing." ucapnya lirih dengan pandangan masih tak lepas dari laki-laki berhoodie hitam itu. Ingin mendapat jawaban, Raja lantas memutar pandangannya ke segala arah. Mencari petunjuk atas pertanyaan yang berputar di otaknya.


Ketemu!


Hanya ada satu buah motor di samping penjual nasi goreng yang tadi ia beli, dan hanya ada ia dan laki-laki itu disini. Pasti motor itu adalah miliknya.


Hanya dengan memutar tubuh saja Raja sudah bisa melihat dengan jelas kalau terdapat sebuah sticker lumayan besar di body depan motor itu.


Ada sticker bertuliskan 'Ghosterion till i die' dengan garis warna hitam dan putih. Raja berdecak, hampir saja ia akan ketahuan di sini. Dari platnya saja ia sudah tau kalau laki-laki yang berada dibelakangnya ini adalah anggota inti Ghosterion.


"Sial! Dia anak Ghosterion, dia pasti lagi ngintai gue tadi. Gue musti cepet-cepet pergi dari sini atau gue akan gagal masuk ke geng motor mereka nanti." ucap Raja pelan lalu segera menancap gas dan pergi tanpa sepengetahuan Bintang.


....................


๐Ÿ“žBintang : Marah-marah mulu lo! Gue lupa By, lupaaaaa.


Gabby : Dahlah, sok sibuk lo! Ga asik.


Bintang : Cup cup cup, jangan pundung dong!! Ya udah gue login lag-


Gabby : Udah telat! Gue udah mati.


Bintang : Innalillahiwain-


Gabby : Congor lo liar amat! Emang lo lagi dimana si?


Bintang : Biasalah nyokap ngidam nasgor di ujung gang merpati. Sekalian gue lagi mantau-


"Lah kok ilang? Kemana cowok tadi dah?" tanya Bintang celingukan. Saat ia menoleh, laki-laki berjaket BB Gang itu hilang seketika.


Gabby : Siapa yang ilang?


Bintang : Ga tau.


Gabby : Lah?


Bintang : Ya tadi pas gue baru mau cari tau, elo pake segala nelpon gue anjrit!! Gara-gara elo sih.


Gabby : Ya maap!


Bintang : Tadi tuh anak mirip banget sama seseorang yang pernah gue temuin. Tapi gue lupa siapa!


Gabby : Ciri-cirinya gimana?


Bintang : Rambut hitam kecokelatan, make jaket-


"Mas Bintang ini udah jadi mas." panggil tukang nasi goreng keliling itu. Bintang menoleh lalu mengangguk.


Bintang : Ntar gue kabarin lagi. Nasgor nyokap udah jadi nih, bisa digecel kepala gue kalo ga buruan pulang.


Gabby : Hm, dasar anak bunda!


Bintang : Biarin!


Tut tut tut.....


"Tadi plat motornya S 3 JN, besok aja deh gue kasih tau Gabby. Sekarang yang paling penting adalah bunda ga ngamuk gegara gue kelamaan pulang!" ucap Bintang bermonolog. Ia sempat menuliskan nomor plat itu sebelum ia pergi membayar pesanan nasi gorengnya.


...****************...


"Cowok rambut hitam cokelat? Jaket apaan tadi yang dimaksud Bintang ya?" tanya Gabby lirih. Ia sedang duduk santai di sofa ruang tamu sendirian karena mama dan papanya sudah tidur sejak tadi.


"Raja rambut hitam kecokelatan juga, apa jangan-jangan dia? Eh gue kan masih punya PR buat nyari tau tentang dia ya? Ngapain gue malah bengong disini?!!"


"Mending sekarang gue cari tau siapa Raja aja deh, mumpung ga ada tugas numpuk dari sekolah juga." ucap Gabby yang kemudian segera berjalan naik ke tangga menuju kamarnya di lantai dua.