DEVANO

DEVANO
35. Markas Ghosterion



"Eh iya kita udah banyak bicara dari tadi, tapi aku baru keinget satu hal." ucap Irma menepuk jidatnya.


"Apa?"


"Putrimu Qia mana?" tanya Irma pada Andin. Ya, Andin sedang asyik temu kangen bersama sahabat lama nya itu.


"Qia tadi ada tamu, kakak kelas nya datang ke rumah. Ya udah deh ga jadi aku ajak kesini." jawab Andin menggeleng.


"Kakak kelas? Siapa?" tanya Irma yang tiba-tiba kepo. Takutnya nanti Qia juga sedang dekat dengan cowok lain selain anaknya, karena diam-diam Irma sudah menyebut nama Qia di doa-doa nya agar bisa menjadi menantu nya kelak.


"Aduh!! Aku lupa tadi nama nya." jawab Andin lupa.


"Assalamualaikum!!" pekik suara berat dari arah luar. Irma dan Andin sama-sama menoleh.


"Nah ini dia tamu nya Qia!!" pekik Andin refleks saat melihat Vano mendekat ke arah nya dan Irma.


"Loh anakku habis dari rumahmu ndin?" tanya Irma. Andin mengangguk polos. Vano terkejut karena bertemu dengan mama nya Qia di rumah nya sendiri.


'Kata si emak kontrakan, mama nya ke rumah temen SMA? Berarti mama gue dong.' batin Vano.


"Vano kan? Iya iya aku ingat sekarang." pekik Andin geleng-geleng kepala.


"Eh iya tante hehe.... Tante ternyata disini?" sapa Vano kembali mencium punggung tangan Andin. Terhitung sudah dua kali ia mencium punggung tangan calon mertua.


"Kamu habis ke rumah nya Qia Van?" tanya Irma penuh selidik. Vano mengangguk.


"Iya, nukerin Hp." jawab Vano sambil menunjukkan iPhone yang kebetulan ia genggam di tangan kiri nya.


"Loh kok bisa tukeran?" tanya Irma lagi.


"Wah ada sesuatu pasti." sahut Andin memicingkan mata nya. Vano auto gelagapan.


"Nggak ada apa-apa Tan, Ma. Semalem Qia salah ambil Hp, terus baru sempet nukerin tadi deh." jawab Vano jujur.


"Loh semalem? Emang kalian darimana? Kok Qia ga bilang sama tante?" tanya Andin kepo.


"Lah memang nya kamu ga tau ndin?" tanya Irma nyeletuk. Andin menggeleng.


"Semalam aku ga di rumah, emang nya kamu tau anakku sama anakmu kemana?" tanya Andin balik. Irma mengangguk.


"Ya jelas tau lah!! Orang aku yang ngundang Qia buat makan malam di sini." jawab Irma. Andin manggut-manggut sambil terkekeh kecil.


"Irma?" panggil Andin. Irma menaikkan sebelah alis nya, tanda bertanya 'Apa?'.


"Lain kali kalo mau ngajak dinner putriku, sekalian ajak aku sama mas Antoni dong! Sekalian speak-speak apa gitu hm?" ucap Andin menaik turunkan alis. Seperti sebuah kode. Irma mengangguk setuju.


"Apa kita lanjutin rencana yang dulu heh? Kebetulan anak-anak kita juga udah ketemu dan deket sendiri tanpa kita bantu haha." jawab Irma bersemangat.


Sementara Vano? Cowok tampan itu hanya bisa menggaruk belakang telinga nya karena merasa tak faham dengan apa yang dua ibu-ibu itu bahas. Andin lalu beralih menepuk-nepuk pundak Vano.


"Gini ya Van. Tante sih emang ga pernah ngelarang Qia deket sama cowok manapun asal dia nya suka dan nyaman aja. Tapi kalo beneran kamu orang nya, tante setuju pake banget Vano!! Tante dukung deh. Biar tante sama mama kamu bisa jadi besan." tutur Andin serius. Vano terkekeh kecil.


"Hehe iya tante." jawab Vano yang tiba-tiba jadi kaku.


"Mama juga dukung kok Van, semangat pepet terus ya Qia nya!!" sahut Irma.


Drtt drtt


'Ah puji tuhan! Kepada siapapun yang udah nelpon gue, elu penyelamat gue brader!!' batin Vano bersyukur karena masuk sebuah notice panggilan di Hp nya.


๐Ÿ“žGabby is calling....


"Emm Mam, Tan, Vano angkat telpon ke kamar dulu ya. Ada urusan dikit sama temen-temen." pamit Vano langsung undur diri setelah mendapat anggukan kepala dari teman-teman nya.


Vano : Halo Gab? Kenapa?


Gabby : Lo bisa ke markas kita ga?


Vano : Sekarang?


Gabby : Iya. Tapi langsung belok ke bengkel Gs.


Vano : Lah pada ngapain? kursus tambal ban di Leo lu?


Gabby : Gue ga becanda nyet!!


Vano : Haha.


Gabby : Markas tadi kecolongan. Ada musuh masuk!


Vano : APA?!! Kok bisa? Ada yang luka parah?


Gabby : Enggak ada. Gua, Adam, Bintang sama Bagas baru sampai. Anak-anak yang lain pada latihan di dalem, pas gue sampek sini semua motor udah kempes. Ada beberapa di potong kabel juga.


Vano : Sial! Oke gue kesana sekarang.


Gabby : Yok! Take care bro.


Vano : Hm


Tut tut...


Vano langsung bergegas mandi dan berganti baju untuk segera meluncur ke markas motornya. Tadi setelah nongki bersama kelima sahabatnya, Vano pamit mau pulang terlebih dahulu untuk menukarkan Hp nya dengan Qia. Sam di minta pulang dahulu oleh mama nya, Sedangkan empat kawan nya langsung meluncur ke markas Ghosterion karena mereka semua selalu membawa kaos dan celana ganti di dalam tas nya.


Dan sial nya, bertepatan dengan tidak ada nya ketua dan tukang pukul di dalam markas itu. Anak-anak Ghosterion kecolongan lagi!


Drtt drtt


Vano baru saja selesai memakai kaos nya saat benda pipih di atas tas yang tergeletak di kasur itu berdering.


๐Ÿ“ž+628133345**** is calling....


Vano : Siapa?


๐Ÿ“ž : Gimana hadiah perkenalan nya?


Vano : Siapa?


๐Ÿ“ž : Pasti seru ya main tambal ban.


Vano : Lo siapa hah?


๐Ÿ“ž : Anggap aja itu hadiah perkenalan dari Classio.


Vano : Cupu! Kalo punya nyali, hadepin di depan orang nya langsung!


๐Ÿ“ž : Lo mau duel? Datang aja kesini. Tapi kalo lo punya motor buat jalan haha!


Vano : Bac*t pengecut!!


tut tut...


๐Ÿ“žCalling Gabby....


Gabby : Gimana Van?


Vano : Motor siapa aja yang bisa di pake sekarang?


Gabby : Ya cuma gue berempat tadi.


Vano : Lo, Adam, Bintang sama Bagas langsung meluncur ke markas Classio. Lo tau tempat nya kan? Tunggu gue di pertigaan sebelum markas itu.


Gabby : Classio?


Vano : Iya. Mereka dalang nya.


Gabby : Kok lo tau?


Vano : Barusan ada anak Classio nelpon gue.


Gabby : Oke gue meluncur kesana. Ga nunggu Sammuel dulu?


Vano : Ga usah! Keburu mereka kabur.


Gabby : Oke


Tut tut....


Vano langsung bergegas memakai jaket dan segera turun ke garasi lagi.


Sementara di markas Ghosterion.


"Kenapa Vano?" tanya Adam kepo setelah Gabby menutup telepon nya.


"Dia udah tau siapa dalang nya." jawab Gabby.


"Siapa Gab?!!" pekik seisi bengkel markas itu. Kebetulan mereka semua sedang berkumpul di bengkel, beberapa asyik memperbaiki motor yang di sabotase, beberapa juga ada yang santai-santai melawak padahal keadaan sedang tidak baik-baik saja.


"Classio." jawaban Gabby ini sontak membuat semua member Ghosterion melotot kaget bercampur emosi. Segala macam umpatan kasar dan kata-kata mutiara sontak langsung memenuhi atmosfer ruangan luas itu.


"Adam, Bintang, Bagas, Leo, Ferdian, Oni, sama Putra ikut gue sama Vano ke markas Classio. Yang lain stand by di sini, kalo ada apa-apa langsung kabarin!" intruksi bapak wakil ketua. Nama-nama yang di sebut oleg Gabby adalah mereka yang punya skill gelut paling mantap dan oke. Sebenarnya semua anak Ghosterion juga jago, tapi beberapa yang lain sibuk memperbaiki motor yang rusak. Anggota geng motor ini tidak banyak. Hanya ada sekitar 30 an kepala saja, tapi nama besar atas skill keseluruhan member nya sudah mendapat pengakuan dari semua geng motor di jakarta.


Karena bagi Vano, sang ketua sekaligus pendiri geng motor itu. Pasukan tak perlu banyak, asalkan semua membernya punya skill dan berbobot.


Semua orang yang bisa masuk geng Vano ini adalah yang terbaik karena tidak semua orang yang menginginkan masuk geng Ghosterion bisa lulus di semua tahap seleksi nya.


"Siap pak wakil!!" sahut member Ghosterion bersamaan.


"Ga nunggu kang pukul dulu?" tanya Bagas menyela.


"Iya Gab, entar bapak algojo kita ngamuk gimana?" sahut Adam membenarkan pertanyaan Bagas.


"Kata Vano ga usah, kelamaan keburu Classio kabur." jawab Gabby. Mereka pun mengangguk mengerti.


"Lah terus motor nya?" tanya Leo.


"Bonceng, ada 4 motor yang ga kena sabotase." jawab Gabby langsung berbalik dan kembali memakai jaket kebanggan nya. Tujuh nama yang ia sebut tadi juga ikut bangkit dari tempat mereka masing-masing untuk keluar dari bengkel menuju tempat parkir empat motor yang aman jaya tanpa serangan itu.


...****************...


"Iya ma, ini udah semua. Kurang apa lagi coba?" suara berat itu. Ah seperti tidak asing! Seorang perempuan cantik dengan rambut hitam gelombang itu sontak menoleh ke arah samping kirinya.


"Oh my boy. Masyaallah ganteng banget!!" pekik Deeva buru-buru membungkam mulut nya yang sampai ternganga saat melihat sosok tinggi tegap berwajah putih bersih dengan alis tebal itu berdiri di depan Rak yang berada tak jauh dari tempat nya.


"Aduh kok bisa ketemu kak Sammuel di sini sih? Ah bisa mati gaya gue." gerutu Deeva yang mulai adem panas karena berada dekat dengan cowok yang ia idam-idamkan dalam diam selama ini. Ralat!! Bukan dalam diam, karena Sammuel sudah mengetahui hal itu lewat teman-teman Deeva yang super ember!


Cowok cool berhoodie hijau army dengan celana hitam sobek itu tampak sibuk berbicara di telepon nya sambil tangan satu nya membawa keranjang biru penuh belanjaan. Penuh dengan kebutuhan rumah tangga, mungkin cowok kulkas itu sedang membantu mama nya.


"Iya, Sam pulang sekarang." ucapan terakhir dari Sam sebelum menutup telepon nya.


Prangg


Sammuel menoleh ke sebelah kanan saat mendengar barang terjatuh itu. Sementara Deeva melotot kaget karena ia mengambil kaleng ikan sarden dan salah memasukan nya ke dalam keranjang belanjaan. Gara-gara sibuk memperhatikan keindahan seorang Sammuel, Deeva sampai gagal fokus menjatuhkan dua kaleng sarden ke lantai yang seharusnya ia masukan ke dalam keranjang belanjaan.


"Aduh! Bego banget sih Deeva kebiasan deh ah!!" gerutu Deeva membodohkan dirinya sendiri. Ia buru-buru jongkok untuk mengambil dua kaleng nya yang terjatuh. Sementara Sam yang merasa tak asing dengan sosok yang sedang berjongkok dan memungut kaleng yang jatuh itu pun berjalan mendekat.


'Deeva?' batin Sammuel ingin memastikan kalau ia tak salah orang.


Sam tidak langsung menyapa nya. Tapi berdiri tegak tepat di samping Deeva.


"Huh." Deeva menghembuskan nafas nya lega setelah memasukan dua kaleng tadi dan langsung hendak berdiri.


"Eh ashh- hufffttt kak Sam?" pekik Deeva kaget karena tiba-tiba ada sosok tinggi yang berdiri tepat di hadapan nya. Sam menaikkan sebelah alis.


"Kenapa?" tanya Sammuel tanpa dosa. Padahal jelas-jelas ia sudah membuat Deeva kaget, dan dengan polos nya ia bertanya 'Kenapa?'.


"Ga papa. Kaget doang." jawab Deeva agak gugup. Ia mencoba menstabilkan detak jantung nya yang kian ugal-ugalan.


"Kak Sam rajin juga belanja bulanan?" tanya Deeva memecah keheningan di antara dingin nya mereka berdua. Yang satu karena asli cuek, yang satu karena salting dan gugup.


"Karena disuruh nyokap doang! ART gue pulang kampung soalnya." jawab Sammul menjelaskan inti bicara nya.


'1 2 3 4 5 6 7 8. Masuk rekor muri nih! Ini first time gue denger kak Sam ngomong sepanjang ini? Oh god!' batin Deeva yang sempat-sempatnya melawak di tengah badai salting yang sedang menerjang dirinya.


"Ohh gitu." sahut Deeva manggut-manggut.


"Ehmmm eman definisi spek suami idaman banget!!" pekik Deeva bergumam lirih dengan pandangan sedikit menunduk agar tak di lihat oleh Sammuel.


"Hah? Lo ngomong apa?" tanya Sam yang ternyata sedikit mendengar lirihan Deeva. Deeva auto mendongak kaget.


"Eng-enggak. Itu di luar ada yang jualan bakmi anget Kak ehhehe." elak Deeva berbohong ngelantur.


"Oh. Yaudah lo ga papa kan?" tanya Sam lagi. Deeva mengangguk.


"Gue ga papa kok kak, cuma nih hati gue agak tremor dikit." jawab Deeva jelas di awal kata tapi sedikit lirih di akhir kata nya. Telinga tajam Sammuel bisa mendengarnya, tapi kembali ke pasal mutlak kalau sifat cuek Sammuel memang susah di hilangkan.


"Minum mysoline aja biar sembuh!" ucap Sam. Deeva melongo cengoh.


"Hah? Mysoline buat apaan?" tanya Deeva geleng-geleng tak mengerti. Sam tersenyum tipis, sangat-sangat tipis. Hanya mata yang sering mengkonsumsi wortel saja yang bisa melihat guratan yang kelewat tipis itu.


"Search google! Gue duluan udah di tunggu nyokap." ucap Sam kemudian pergi setelah Deeva mengangguk polos.


"Emmmm dingin banget hawa nya, tapi gue suka banget!! Aaaaa shopee ada jual cowok kek gini ga si?" ucap Deeva bermonolog sambil terus menatap punggung Sammuel yang kini sudah berdiri di depan kasir.


"Gue search mysoline ah... Kepo!" gumam Deeva mengeluarkan iPhone nya dari tas yang ia bawa.


"Obat tremor? Oh god! jangan-jangan kak Sam denger lagi tadi gue ngomong ngelantur." cicit Deeva jadi panik sendiri. Deeva menepuk jidat nya dengan kesal.


"Duh Deeva Deeva bisa ga si lu sekali aja jangan noob kalo sama kak Sam!! Bego banget kelewat polos lu anying!!" gerutu Deeva memarahi dirinya sendiri.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ