
Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang akhirnya tiba juga. Dimana hari ini adalah hari pernikahan Laras dan Seno. Laras sudah siap dengan kebaya putihnya dan juga sudah selesai dirias saat rombongan dari Jakarta tiba di kediamannya. Begitupun Camelia yang juga ikut dirias karena ingin terlihat cantik seperti Bunanya.
Bu Mayang mengarahkan mereka untuk sarapan terlebih dahulu di warung. Mereka pun menurut dan langsung kembali ke warung. Di dalam warung sudah banyak makanan yang berjejer di atas meja yang ditunggu oleh pegawai rumah makan Bu Mayang.
Tidak ada pesta mewah, hanya acara makan bersama saja setelah selesai ijab kabul nanti. Sebenarnya Bu Mayang ingin mengadakan resepsi pernikahan di rumah makannya, namun kedua mempelai menolaknya. Mereka memilih melaksanakan ijab kabul saja karena mereka berdua sebelumnya sudah pernah menikah. Akhirnya diadakan makan bersama saja sebagai tasyakuran atas pernikahan Laras dan Seno.
Pukul setengah sembilan, mempelai prianya sudah datang bersama kedua mertuanya yaitu Pak Lukman dan Bu Tutik. Seno sengaja menjemput kedua mertuanya itu dari desa, karena hanya mereka berdualah keluarga yang dimiliki oleh Seno.
Tak berselang lama disusul dengan kedatangan petugas dari KUA yang akan menikahkan Seno dan Laras. Semua orang sudah berkumpul di kediaman Bu Mayang untuk menyaksikan pernikahan Seno dan Laras.
Shasa dan keluarganya tidak bisa hadir karena Shasa baru saja melahirkan sebulan yang lalu. Sedangkan Mama Shela juga tidak bisa datang karena kurang enak badan. Mama Shela sering sakit-sakitan setelah kepergian Radit. Erik dan Kristian teman almarhum Radit menyempatkan datang memenuhi undangan Laras. Setelah kepergian Radit, Erik menarik Kristian untuk membantunya di cafe karena Erik harus bolak-balik Surabaya Bandung untuk mengurus Mama Shela yang tidak mau diajak Erik pindah ke Surabaya.
Rombongan dari pak Raffi juga datang menghadiri acara tersebut. Pak Raffi datang bersama sang istri dan anaknya beserta menantu dan juga cucunya yang baru berusia sekitar dua tahun. Dan jangan lupakan teman-teman Seno yang tak lain adalah para pekerja yang bekerja di RAFFI MEBEL.
"Bagaimana saksi? Sah?" Tanya Pak penghulu kepada Pak Lukman dan Nara yang ditunjuk sebagai saksi.
"SAH!" Jawab Nara dan Pak Lukman mantap.
"Saaaaaaahh!" Semua orang yang ada di sana serempak mengucapkan kata sah.
"Alhamdulillah....." Serempak ucapan syukur langsung menggema memenuhi kediaman bu Mayang. Setitik air mata jatuh membasahi pipi Laras dan Bu Mayang serta Anja yang juga ikut merasa terharu. Namun mereka segera mengusapnya dengan punggung tangannya. Semua yang hadir di sana satu persatu bergantian memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Setelah acara ijab qobul selesai, mereka langsung berpindah menuju ke rumah makan untuk mengikuti acara makan bersama begitupun dengan petugas dari KUA.
Pukul dua belas siang, rumah makan sudah kembali sepi. Semua tamu undangan sudah pulang, tertinggal rombongan dari Jakarta dan juga kedua mertua Seno yang masih ada di sana.
"Sekarang giliran kamu yang harus bahagia." Anja kembali memeluk erat sahabatnya itu. "Aku dan Mbak Shasa sudah bahagia bersama keluarga kecil kami."
"Ya, aku pasti bahagia!" Laras mengangguk dalam pelukan Anja. Kedua sahabat itu sama-sama menitikan air mata.
"Kenapa buru-buru?"
"Kami sudah dua hari yang lalu tiba di Surabaya."
"Hah, kok gak main ke rumah? Aku pikir baru datang kemarin."
"Mas Nara dan Papa sibuk ngurusin kantor cabang yang ada di sini. Jadi aku dan mama hanya berdiam diri di dalam apartemen saja." Jelas Anja.
"Baiklah!" Laras mengangguk paham. "Terimakasih sudah menyempatkan diri hadir di pernikahan ku."
"Ya, aku tidak mungkin melewatkan momen bahagia ini. Dulu saat Riani dan kamu menikah, aku tidak bisa hadir karena saat itu aku masih koma. Jadi selagi aku sehat, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada." Anja dan Laras kembali berpelukan.
Sekitar pukul satu siang, rombongan dari Jakarta akhirnya pamit meninggalkan kediaman Bu Mayang untuk kembali ke apartemen. Mereka rencananya akan kembali ke Jakarta esok hari.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ