Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 47. Pesta Pertunangan



Suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir menggema di seluruh ballroom hotel Prasasti milik Wijaya Group yang menjadi tempat berlangsungnya pesta pertunangan Radit dan Shasa, saat Radit menyematkan cincin di jari manis Shasa.


Ya, Radit dan Shasa kini sudah resmi bertunangan dengan di saksikan oleh seluruh keluarga besar Pratama dan Erlangga. Dan beberapa rekan bisnis dari kedua belah pihak pun juga turut hadir. Tak ketinggalan pula Anja, Zian, Seno, Riani dan Laras yang juga turut hadir menyaksikan acara pertunangan tersebut. Erik dan Kristian sahabat Radit juga ada disana.


Sebenarnya Zian malas untuk datang ke acara tersebut, tapi karena bujukan dari istrinya akhirnya ia pun luluh. Tak lupa Zian juga menghubungi Seno untuk menemaninya, dan ternyata Seno juga di minta Riani untuk menemaninya ke acara tersebut. Dan disinilah mereka saat ini. Duduk diantara para tamu undangan yang hadir.


Nampak raut wajah Shasa yang berbinar memancarkan aura kebahagiaan. Berbanding terbalik dengan Radit yang nampak biasa saja dan terkesan dingin. Sedangkan Laras yang menyaksikan acara tersebut tanpa sadar menjatuhkan setitik air matanya. Namun segera di usapnya dengan tangannya sebelum kedua sahabatnya itu menyadarinya.


Anja nampak anggun dengan balutan gaun berwarna baby pink selutut itu meskipun perutnya terlihat membuncit. Mereka segera menghampiri Shasa dan Radit untuk mengucapkan selamat.


"Selamat ya Mbak atas pertunangannya." Ucap Anja sembari memeluk Shasa.


"Makasih Nja udah mau datang." Balas Shasa memeluk sahabatnya. Anja kemudian beralih menjabat tangan Radit.


"Selamat mas!"


"Terimakasih!" Ucap Radit pelan.


Setelah mereka bergantian memberi selamat, mereka memutuskan untuk mengambil minuman.


"Hey, loe kenapa Ras?" Riani menyenggol lengan sahabatnya yang terlihat melamun itu. Memang sejak berangkat tadi Laras tampak murung.


"Eh, gak papa kok." Laras tersentak kaget.


Hari sudah semakin larut, mereka memutuskan untuk segera pulang karena kasihan melihat Anja yang nampak kelelahan.


*****


Anja dan Zian akhirnya sampai di rumah saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Zian segera menggendong istrinya masuk ke dalam kamar.


Ceklek!


Di rebahkannya tubuh sang istri itu ke atas ranjang kemudian di lepaskannya sepatu Anja lalu menyelimutinya.


"Maaaaasshh!" Desah Anja akibat ulah suaminya.


"Boleh ya?" Zian memohon kepada istrinya.


"Tapi aku capek!" Tolak Anja.


"Biar aku yang bekerja sayang, kamu cukup diam dan menikmatinya." Bisik Zian di telinga istrinya yang membuat Anja meremang.


Di rebahkannya tubuh Anja pelan kemudian Zian segera melucuti pakaiannya sendiri.


"Pelan-pelan." Zian langsung m3lum@t bibir istrinya agar tak bicara lagi.


"Aaaahh!" D3s@h Anja saat Zian menyentak masuk. Zian segera bergerak dengan pelan agar tak menyakiti anaknya yang ada di dalam sana. Akhirnya Anja hanya bisa pasrah di bawah kungkungan suaminya.


"Aaarrrrrgghh!" Akhirnya Zian mencapai puncaknya setelah selama tiga puluh menit bergerak di atas istrinya. Cairan hangat langsung memenuhi milik Anja. Zian m3lum@t sekali lagi bibir istrinya, setelah itu beralih mengelus perut istrinya lembut kemudian bangkit lalu segera menggendong Anja ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


*****


*****


*****


*****


Padahal di sini hujan, tapi kok gerah ya πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚


Itu si Laras kenapa? πŸ€”πŸ€”


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚