Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 09. Cowok Aneh



Zian menurunkan sang istri di depan rumah makan Bu Mayang. Ya, hari ini Anja sudah kembali bekerja. Ia berangkat bareng sang suami karena memang tempat kerja mereka searah.


"Jangan terlalu cape, nanti pulangnya tunggu aku." Zian mengecup kening sang istri dan langsung melesatkan motor ke tempat kerjanya.


Anja melangkah masuk lewat pintu samping dan langsung di sambut oleh jeritan Laras yang super berisik.


"Anjaaaaa." Laras berhambur memeluk Anja hingga terhuyung. Untung aja gak sampe terjengkang.


"Gimana, udah siap kerja lagi?"


"Siap donk." Jawab Anja semangat.


"Dimana Riani?"


"Ada di depan, di kasir." Anja langsung masuk kedalam menghampiri sahabatnya.


"Ri." Riani menoleh dan langsung memeluk sahabatnya.


"Udah masuk kerja? gak bulan madu dulu?" Tanya Riani menggoda Anja dengan menaik turunkan alisnya.


"Heleh, kayak sultan aja pake bulan madu segala."


"Yah siapa tahu kejar target biar cepet jadi."


"Ck!" Anja hanya berdecak malas.


"Loe gak kuliah Ras?" Tanya Anja kepada Laras.


"Entar jam sepuluh baru ada kelas."


"Bu Ma-"


"Nja!" Belum juga Anja menyelesaikan kalimatnya sudah terdengar sapaan dari belakang.


"Sudah masuk?"


"Hehe iya Bu."


"Ya sudah, selamat bekerja." Ucap Bu Mayang sambil berlalu.


Pagi ini rumah makan nampak tidak terlalu ramai. Maklum, jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Rumah makan ini biasanya memang ramai hanya di jam makan saja. Yaitu pagi, siang dam malam sekitar habis isya'.


Nampak sepasang muda mudi turun dari mobil dan masuk ke dalam, kemudian mencari tempat duduk. Kalau dilihat dari tampangnya, sepertinya mereka anak kuliahan.


"Mbak." Si cewek melambaikan tangan dan Anja segera menghampirinya.


"Iya mbak, mau pesen apa?" Ucap Anja ramah.


"Kamu pesen apa sayang?" Tanya Shasa kepada Radit cowoknya.


"Ayam goreng aja nasinya dobel sama minumnya jeruk anget. Aku ke toilet dulu." Pamit Radit kemudian beranjak pergi.


"Aku soto aja mbak, males nyekernya. Minumnya samain aja. Tambah air mineral dua."


"Baik mbak, ditunggu sebentar." Jawab Anja sopan kemudian berlalu kembali ke belakang untuk menyiapkan pesanan.


Anja nampak keluar membawa senampan makanan, sedangkan Riani mengekor di belakang membawa minumannya dan langsung menaruhnya di atas meja kemudian berlalu. Anja menata makanan di atas meja kemudian pamit undur diri.


"Selamat menikmati mbak." Namun saat berbalik, ia tak sengaja bertabrakan dengan Radit. Alhasil nampan yang di pegangnya terjatuh.


Klontang!


"Sayang, kemana aja kok lama amat?" Tanpa menjawab pertanyaan kekasihnya Radit langsung duduk dan langsung menyesap minumannya.


"Angkat telpon sebentar tadi." Mereka kemudian lanjut menikmati sarapan setengah siangnya.


"Eh Nja, Ri, gue berangkat dulu ya." Pamit Laras saat menghampiri kedua sahabatnya yang ada di kasir.


"Naik apa loe?" Tanya Anja.


"Pesawat!" Ucap Laras asal.


"Ya naik angkot lah, naik apa lagi. Entar gue cari cowok sultan biar bisa antar jemput kemana-mana."


"Heleh, ngimpi loe. Dah sana pergi." Anja mendorong pelan Laras agar segera pergi.


"Nja, gue ke toilet bentar." Pamit Riani ngacir. Anja pun menggantikan Riani di kasir.


Tak lama kemudian nampak Radit menghampirinya.


"Berapa?" Tanya Radit ke Anja.


"Lima puluh ribu, mas." Jawab Anja sopan.


"Umurmu?"


"Haaahh." Anja terbengong dengan pertanyaan Radit.


"Mak-maksudnya?" Anja tergagap.


"Berapa umurmu?"


"Sem-sembilan belas." Ucap Anja terbata.


"Gak kuliah?" Anja hanya menggelengkan kepalanya.


"Namamu?"


"Anjani!"


"Aku Radit." Ucapnya sambil menyodorkan uang seratus ribu kemudian berlalu pergi.


"Mas, kembaliannya." Namun tidak mendapat respon dari Radit yang sudah keluar dari rumah makan tersebut.


*****


*****


*****


*****


*****


Hay.. hay... gaess πŸ™‹πŸ™‹


Maaf yaa kalo Novel emak up-nya di jam Kunti 🀭


Soalnya kalo tengah malam pas udah sunyi itu emak baru dapet wangsit πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚