
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih saat pasangan suami istri itu tiba di rumah. Ya, rumah makan Bu Mayang memang tutupnya jam sepuluh. Gerimis tiba-tiba turun saat Anja baru saja membuka pintu rumahnya. Anja pun langsung melesat ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Astaghfirullah." Anja terlonjak seraya mengelus dadanya karena saat membuka pintu kamar mandi, kepala suaminya ada di depan matanya.
Zian langsung menyerang istrinya tanpa aba-aba. Mereka berpagutan sampai nafas keduanya tersengal-sengal. Kemudian Zian melepaskan ciumannya, dan lanjut membopong istrinya lalu merebahkannya ke atas tempat tidur. Zian kembali ******* bibir sang istri. Kemudian ciumannya turun ke leher dan tangannya juga sudah mulai melepas kancing piyama istrinya satu per satu lalu melemparnya ke sembarang arah.
Zian mulai mer*m*s kedua gunung kembar istrinya yang terasa kenyal. Membuat Anja meremang, seperti ada sengatan listrik yang menjalari setiap inchi syarafnya. Kemudian Zian meny*s*pnya secara bergantian.
"Aaaahh!" Satu des*han lolos dari bibir Anja yang membuat Zian semakin terbakar gairahnya. Ciuman Zian pun semakin turun kebawah, meny*s*p perut istrinya dan tak lupa meninggalkan banyak jejak kepemilikan di tubuh istrinya.
Zian kemudian ganti melepas bagian bawah tubuh istrinya dengan sekali tarikan. Tak lupa ia juga membuka pakaiannya sendiri lalu membuangnya serampangan.
"Mas, mau apa?" Gertak Anja saat Zian tiba-tiba sudah menekuk kedua lututnya, lalu membuka lebar pangkal p*h* istrinya.
"Sttttt! nikmati saja sayang." Zian langsung dengan cepat melah*p dan meny*s*p milik Anja di bawah sana. Hingga membuat Anja membelalakkan kedua matanya.
"Aaaahh Mas." Des*han kedua Anja akhirnya lolos saat ia merasakan lidah suaminya yang mulai menjelajah miliknya di bawah sana. Anja bahkan harus menggigit bibir bawahnya saat merasakan sebuah gelenyar aneh yang merambati setiap inchi syaraf di tubuhnya.
"Mas, a-aku ma-mau pi-pipis." Ucap Anja dengan terbata-bata.
"Keluarkan saja sayang." Ucap Zian di sela ses*pan nya.
"Aaaaaaaarghh!" Erangan panjang Anja yang menandakan dia telah mencapai pelepasan pertamanya. Nafas Anja pun tersengal-sengal.
"Aku masukin ya?" Izin Zian seraya mengarahkan miliknya yang sudah tegak menantang ke milik Anja dan mulai mendorongnya.
"Auuw sakit!" Jerit Anja seraya mencakar punggung suaminya saat milik Zian mulai menerobos ke dalam miliknya.
"Sedikit lagi sayang, tahan ya."
"Sempit sekali." Gumam Zian saat mencoba mendorong lagi miliknya.
"Stttttt!" Anja meringis menahan sakit. Tak terasa air matanya meleleh membasahi pipinya. Zian langsung mengecup kedua mata istrinya bergantian sambil menyentak masuk hingga kemudian ia merasakan miliknya baru saja menerobos dan merobek sesuatu.
"Aaaahh!" Desah mereka bebarengan saat milik Zian masuk sepenuhnya ke dalam milik Anja. Cairan merah pun mengalir disela pangkal p*h* Anja.
"Tahan ya, setelah ini tidak akan sakit lagi."
"Aku akan mulai bergerak." Sambung Zian mengecup bibir istrinya kemudian mulai bergerak.
"Aaaahh Mas." Racau Anja.
"Aaaahh sayang." Zian pun mengerang nikmat.
"Mas a-aku...."
"Barengan sayang." Ucap Zian disela lum*tan nya dan semakin mempercepat tempo gerakannya hingga.........
"Aaaaaaaaaargh!" Erang keduanya bersamaan saat mereka mencapai puncak bersama. Nafas mereka terdengar saling memburu. Kemudian Zian ******* bibir istrinya sekali lagi.
"Terimakasih sayang." Ucap Zian tulus sambil mencium kening istrinya. Kemudian mencabut miliknya lalu merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan membawa istrinya ke dalam pelukannya serta menciumi wajah istrinya bertubi-tubi.
"Maaaass" Rengek Anja yang mendapatkan serangan bibir dari suaminya.
Selang lima belas menit kemudian....
"Ayo kita mandi mas." Ajak Anja.
"Haaahh, kenapa buru-buru? sekali lagi ya, ya, ya." Mohon Zian sekali lagi pada istrinya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Ronde kedua." Lanjut Zian cengengesan. Anja pun sontak melebarkan matanya.
"Tapi ini masih sakit." Ucap Anja memelas.
"Awalnya memang sakit. Tapi lama-lama jadi nikmat kan? makanya harus sering-sering biar gak sakit." Ucapan Zian sontak membuat pipi Anja merona. Anja pun akhirnya hanya bisa pasrah dan menikmatinya. Hingga dua jam kemudian mereka baru menuntaskan ritual sakralnya. Mereka pun langsung membersihkan diri dan lanjut istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
..........
..........
..........
..........
..........
Emak tuh panas dingin pas ngetik bab ini gaess ππ
Malah paksu gk ada dirumah lagi π€ππππ
Kopinya donk biar emak gk kedinginan lagi π€ββ
Malak alus π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Jangan lupa Like Komen dan Votenya π₯°π₯°