Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 36. Insiden Kecil



Zian nampak memberhentikan mobil pickUpnya di seberang jalan, tepatnya di depan sebuah mini market. Setelah mengantarkan pesanan, Zian dan Seno segera kembali ke mebel. Namun saat dalam perjalanan, Zian nampak kehausan dan mencari botol minum yang tadi di bawanya. Akan tetapi botol itu sudah kosong. Akhirnya ia memutuskan untuk membeli air mineral sebentar di mini market tersebut. Sedangkan Seno sedang terlelap di jok samping kemudi.


Zian turun dari mobilnya kemudian menyeberang jalan, lalu ia masuk ke dalam mini market untuk membeli air mineral. Setelah mendapatkan apa yang di carinya, Zian segera keluar dan kembali menyeberang jalan. Namun karena kurang hati-hati ia malah terserempet sebuah motor yang di kendarai oleh seorang cewek yang masih berpakaian putih abu-abu.


Braaakk!


Motor yang di kendarai cewek tersebut jatuh membentur aspal. Untung saja tuh cewek gak ngebut. Sedangkan Zian tersungkur di pinggir jalan depan mini market tersebut. Seno yang mendengar bunyi benturan langsung terlonjak dari tidurnya dan mendapati Zian dan seorang cewek yang sama-sama tersungkur ke aspal. Ia langsung berlari menghampiri Zian yang sudah berdiri.


"Loe gak papa Zi?" Tanya Seno kepada Zian.


"Cuma lecet dikit doang." Jawab Zian seraya menunjukkan lecet di siku kirinya. Kemudian mereka beralih ke arah cewek yang tadi menyerempet Zian. Nampak cewek itu sedang berusaha membangunkan motornya yang tadi terjatuh.


"Mbak gak papa?" Tanya Zian kepada cewek tersebut yang hanya di jawab gelengan kepala. Seno segara membantu cewek itu menegakkan motornya.


"Maaf mas!" Ucap cewek itu takut-takut kepada Zian.


"Gak papa, lain kali hati hati." Cewek itu hanya menganggukkan kepala.


"Kalau gitu saya permisi mas. Sekali lagi saya minta maaf." Setelah mengucapkan kata maaf sekali lagi kepada Zian, cewek itu segera melajukan motornya kembali.


Zian dan Seno segera kembali ke mobil, tak lupa Zian mengambil air mineral yang tadi sempat terlepas dari tangannya. Untung saja jatuhnya gak terlalu jauh. Zian kemudian langsung meminumnya hingga tersisa separuh.


"Loe aja yang bawa mobil. Tangan kiri gue nyeri rasanya."


"Baiklah." Seno segera melajukan mobilnya kembali ke mebel.


*****


"Sayang!" Panggil Zian saat tak mendapati istrinya di manapun. Kemudian ia segera masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya yang baru saja mandi.


"Mas, sudah pulang?" Tanya Anja seraya melihat jam yang ada di dinding.


"Tumben baru jam empat sudah pulang?"


"Aku mandi dulu." Zian mengecup kening Anja sekilas kemudian berlalu ke kamar mandi. Anja nampak bingung dengan tingkah suaminya yang berbeda.


Zian membuka pintu kamar mandi dan mendapati istrinya yang sedang duduk di atas ranjang. Namun pandangan matanya nampak sedang menguliti dirinya. Zian segera menghampiri istrinya masih dengan menggunakan handuk yang di lilitkan ke pinggangnya.


"Sayang, ada apa?" Tanya Zian bingung.


"Kenapa? Harusnya aku yang tanya. Mas Zian kenapa?" Di perhatikanya Zian yang berdiri di depannya hingga pandangannya tertuju pada tangan kiri suaminya yang terlihat terluka.


"Ini kenapa?" Anja bertanya kepada Zian dengan air mata yang sudah berlinang. Zian segara meraup istrinya ke dalam pelukan.


"Gak papa sayang. Ini hanya luka kecil. Tadi aku terserempet motor saat mau menyeberang jalan." Jelas Zian kepada Anja yang semakin tergugu setelah mendengar penjelasan suaminya. Anja kembali teringat dengan mimpinya semalam.


"Benarkan mimpi ku semalam. Pantesan saja seharian ini aku gelisah."


"Stttttt!" Udah aku gak papa. Jangan terlalu banyak pikiran, gak baik buat dedeknya." Ucap Zian seraya mengelus perut istrinya. Anja semakin mengeratkan pelukannya dan Zian langsung menciumi puncak kepala istrinya berulang kali.


*****


*****


*****


*****


*****


Hati-hati to Zi 🀭


Mbok yo kalau mau nyebrang jalan itu lihat kanan kiri dulu, ojo asal serobot wae πŸ˜‚


Mbok kira nyawa mu dobel po piye πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚