Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 52. BLACK CARD



Anja dan Zian tiba di sebuah Mall tepat jam satu siang. Zian segera memarkirkan mobil pickUpnya kemudian membantu istrinya untuk turun. Ya, sengaja Zian membawa mobil pickUp hari ini agar muat banyak. Zian pikir, istrinya itu pasti akan membeli banyak keperluan bayi mengingat mereka yang memang belum sedikit pun mencicil keperluan bayi.


Di gandengnya istrinya tersebut masuk ke dalam mall kemudian mencari toko perlengkapan bayi. Zian dan Anja masuk ke dalam salah satu toko yang menjual aneka perlengkapan bayi yang lengkap agar tak perlu berpindah-pindah dari toko yang satu ke toko yang lainnya.


"Mas, lihat dech!" Anja menunjuk salah satu sepatu bayi warna pink yang di pajang di dalam etalase.


"Cantik kan?" Lanjutnya. Zian hanya menganggukkan kepalanya.


"Beli seperlunya saja, biasanya bayi itu cepet gedhenya. Nanti kalau dedeknya udah agak besaran kita beli lagi." Di usapnya kepala istrinya pelan.


"Siap boss!" Anja segera memilih beberapa pasang sepatu.


"Eh sayang, lihat itu!" Zian menunjuk pakaian bayi warna biru muda yang terlihat lucu menurutnya di dalam etalase yang ada di sebelah.


"Yang mana?" Tanya Anja bingung karena banyak pakaian bayi lucu-lucu di dalam sana.


"Itu yang warna biru." Tunjuk Zian.


"Kok biru sih mas, dedeknya kan cewek!"


"Emang kalau cewek gak boleh pake warna biru ya?" Zian menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ya bukannya gitu, tapi kan lebih imut pake warna pink!"


"Iya deh nyonya Zian Aditama, terserah kamu saja."


"Apaan sich." Ucap Anja cemberut. Zian hanya bisa pasrah menuruti semua keinginan istrinya.


Setelah kurang lebih dua jam mereka berada di toko tersebut, memilah dan memilih barang apa saja yang di butuhkan, akhirnya tibalah saatnya mereka untuk membayarnya ke kasir.


"Sayang, serius ini warna pink semua?" Tanya Zian keheranan karena di dalam dua troli besar tersebut hanya terdapat satu macam warna, yakni warna pink.


"Iya sayang! Udah sana bayar!" Usir Anja. Zian kembali menggaruk kepalanya.


"Ya udah, kamu duduk di sana dulu biar aku yang ngantri." Zian menunjuk kursi tunggu yang ada di samping pintu masuk.


Stelah membayar belanjaannya, Zian segera mendekati sang istri dengan membawa dua troli tersebut. Di mana seluruh belanjaannya tersebut sudah di masukkan ke dalam beberapa kantong kresek besar. Karena tangan Zian yang tak muat membawanya sekaligus, maka Zian meminjam troli tersebut kepada pemilik toko. Awalnya pemilik toko nampak ragu, namun Zian segera menunjuk wanita hamil yang tak lain adalah Anja istrinya sebagai jaminan kalau ia tak akan membawa kabur troli tersebut karena ia pasti kembali untuk menjemput istrinya. Akhirnya pemilik toko itu pun percaya.


Saat Anja menunduk dengan memainkan HPnya, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh di depannya.


Pluk!


Anja pun melirik dengan ekor matanya. Di lihatnya ada sebuah kartu berwarna hitam di dekat kakinya.


"Mas!" Panggil Anja seraya berjongkok mengambil kartu tersebut, namun tampak kesulitan karena memang perutnya yang membuncit.


"Mas yang pake jas hitam!" Teriak Anja keras yang membuat orang-orang yang ada di sana menoleh kepadanya. Merasa dia memakai jas hitam, pria tersebut pun akhirnya menoleh ke belakang. Di lihatnya seorang perempuan hamil yang setengah berdiri karena menggunakan lutut sebagai tumpuannya memegang sesuatu berwarna hitam. Pria tersebut pun menunjuk dirinya sendiri yang kemudian di angguki oleh Anja. Ia segera menghampiri wanita hamil tersebut kemudian membantunya berdiri.


"Mbak panggil saya?" Tanya pria tersebut.


"Iya, ini milik mas kan?" Tanya Anja seraya menyodorkan blackcard yang ada di genggamannya. Pria itu pun bingung, namun segera merogoh kantung celananya untuk memastikan benda tersebut miliknya atau bukan. Dan ternyata kantong sakunya kosong. Berarti memang benar benda itu miliknya.


"Terimakasih!" Diambilnya kartu tersebut dari tangan anja kemudian berlalu.


"Huuuft! itu muka apa kanebo? Kaku amat!" Dengus Anja kemudian kembali duduk menunggu suaminya.


*****


*****


*****


*****


*****


Tau gitu tadi kasihkan emak aja Nja 🀭


Lumayan kan buat shopping πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚