Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 22. Testpack



"Sayang," Panggil Anja ragu-ragu kepada suaminya.


"Heeemm." Jawab Zian masih sambil menikmati sarapannya.


"Nanti sepulang kerja tolong belikan testpack ya?"


Uhuk.. uhuk..


Zian tersedak makanan yang baru saja akan di telannya saat mendengar perkataan istrinya.


"Pelan-pelan makannya." Anja menyodorkan segelas air putih kepada suaminya.


"Apa tadi?" Tanya Zian balik.


"Beliin testpack." Jawab Anja lagi.


"Untuk apa?" Tanya Zian yang terlihat bingung. Anja pun menepuk jidatnya.


"Sebenarnya aku udah telat dua hari ini." Jawab Anja ragu.


"Haaahh, telat apa?" Tanya Zian ternganga kayak orang blo'on.


"Astaghfirullah." Anja menepuk jidatnya sekali lagi.


"Di minum dulu dech mas kopinya biar gak linglung kayak gini." Anja menyodorkan secangkir kopi kepada suaminya.


Ya, memang Anja sudah dua hari ini telat datang bulan. Namun ia sebenarnya juga masih ragu, karena ia tidak merasakan apapun. Padahal saat hamil dulu ia merasakan lemes dan pusing meskipun tak mual.


*****


Ciiiitt!


Hampir saja Zian menabrak pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan.


"Astaghfirullah." Zian mengelus dadanya. Sepanjang perjalanan tadi ia memikirkan perkataan istrinya.


Testpack?


"Oh ya ampun." Zian menepuk jidatnya sendiri. Ia baru ngeh kalau testpack itu adalah alat untuk mengetes kehamilan.


"Kenapa jadi lemot begini otak gue." Gerutu Zian kemudian melanjutkan perjalanannya kembali. Sepanjang jalan nampak senyum tersungging di bibirnya.


*****


Hari beranjak sore, sekitar pukul setengah lima sore Zian keluar dari mebel. Zian tak sabar ingin segera menjemput istrinya. Tak lupa ia juga mampir ke sebuah apotik terlebih dulu untuk membeli pesanan sang istri.


Tiing!


Bunyi pesan masuk di HP Anja. Anja langsung membuka pesan yang ternyata dari suaminya itu.


[Sayang, aku tunggu di depan]-Zian-


[Siap, tunggu sebentar]-Anja-


"Bu, Anja pamit dulu ya. Mas Zian sudah jemput di depan." Pamit Anja ke Bu Mayang.


"Oh, iya hati-hati Nja. Bilangin ke Zian jangan ngebut. Jalan kaki aja sepuluh menit udah sampai." Ucap Bu Mayang.


"Hehe, iya Bu siap." Balas Anja kemudian berlalu.


"Doorr!" Anja mengagetkan suaminya yang sedang menunduk memperhatikan HP.


"Astaghfirullah." Zian terlonjak seraya mengelus dadanya.


"Ojek bang?" Canda Anja.


"Iya neng." Jawab Zian sambil cengengesan.


"Antering neng pulang yuk bang."


"Siap neng!" Kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


"Pesanan ku tadi sudah di belikan mas?"


"Sudah sayang." ziang langsung melesatkan motornya pulang.


*****


"Gimana?" Tanya Zian saat melihat istrinya keluar dari kamar mandi. Anja hanya menggelengkan kepala seraya menunjukkan dua buah testpack yang hanya terdapat satu garis itu kepada suaminya. Jatuh sudah air mata yang sejak tadi ditahannya. Zian segera meraup Anja ke dalam pelukannya.


"Gak papa, mungkin belum rezeki kita." Ucap Zian menenangkan sang istri.


"Tapi kapan?" Tanya Anja sambil sesenggukan di pelukan suaminya.


"Mungkin kita harus perbanyak doa dan usaha." Zian mengelus kepala istrinya.


"Yuk kita usaha keras biar cepet jadi." Ucap Zian lagi seraya membimbing istrinya menuju tempat tidur.


"Heleh modus!" Cibir Anja sambil memukul dada bidang suaminya, yang membuat sang empunya tergelak.


*****


*****


*****


*****


*****


Emak mencium bau-bau orang modus nich kayaknya πŸ˜‚πŸ˜‚


Sabar dulu ya Nja, pasti entar emak bantu kencengin doanya πŸ€­πŸ˜‚


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚