Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 32. Tasyakuran



Tak terasa kandungan Anja sudah memasuki usia empat bulan. Sore nanti setelah ashar rencananya akan di adakan tasyakuran di rumah Anja. Karena hari ini juga bertepatan dengan anniversary mereka yang pertama. Akan ada pengajian kecil-kecilan nanti bersama jamaah ibu-ibu pengajian. Tak banyak yang mereka undang, hanya tetangga terdekat saja dan tak lupa beberapa anak yatim yang ada di sekitar rumah mereka.


Hari ini rumah makan sengaja di tutup karena semua pekerja sibuk membantu memasak di rumah Anja. Anja sendiri juga sudah tidak lagi bekerja atas permintaan Zian suaminya. Tepatnya sejak ia di nyatakan hamil. Zian trauma dengan kejadian yang dulu menimpa istrinya. Palingan cuma sesekali saja Anja main ke warung kalau dirinya lagi bosan sendirian di rumah.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore saat acara berakhir. Kini di rumah itu hanya tertinggal Seno, Riani, Laras dan Bu Mayang serta para pekerja yang lainnya yang sedang membereskan sisa-sisa acara tadi. Sedangkan pak Raffi yang tadi datang bersama istri dan anaknya juga sudah pamit.


"Alhamdulillah, acaranya berjalan lancar." Anja mengucap syukur seraya mendudukkan dirinya ke atas sofa yang ada di ruang tamu. Memang acaranya tadi di adakan di halaman rumah karena di ruang tamu terlalu sempit.


"Alhamdulillah...." Sambung yang lain kompak.


"Hey, kamu cowok apa cewek?" Ucap Laras seraya mengelus perut Anja yang sudah sedikit membuncit.


"Kalau cowok mau gak jadi pacarnya tante Laras?" Imbuh Laras yang langsung mendapat delikkan tajam dari semua yang ada di sana.


"Woy, mulut loe!" Riani menonyor kepala Laras yang membuat semua orang tergelak. Untung saja Bu Mayang tidak ada di sana saat Riani menonyor kepala Laras, bisa-bisa ia di kutuk jadi cantik. Ya, saat ini Bu Mayang sedang membantu para pekerja di belakang.


"Masih mual Nja?" Tanya Riani.


"Gak kok, cuma sesekali aja kalau mencium bau yang menyengat. Kan dedeknya baik ya sayang." Jawab Anja seraya mengelus perutnya.


"Sayang, aku anterin Seno ke depan dulu ya." Zian mengacak rambut istrinya.


"Mas, ahh!" Anja memanyunkan bibirnya akibat ulah suaminya.


"Gue balik dulu Nja." Pamit Seno.


"Hati-hati mas, makasih ya."


Tak lama kemudian Bu Mayang keluar dari arah dapur bersama para pekerja yang lainnya.


"Nja ibu pamit ya, semua sudah beres. Jadi kamu gak perlu capek, tinggal beberapa piring dan gelas yang ada di meja ini saja yang belum. Kalau kamu capek biarin aja dulu. Istirahat aja baru besok di beresin."


"Sama-sama nja." Jawab mereka bertiga kompak. Mak Rat adalah tukang masak senior di rumah makan Bu Mayang. Umurnya sekitar lima puluh tahunan. Sedangkan mbak Sih dan mbak Ti bertugas membantu Mak Rat dan mencuci piring. Umurnya sekitar tiga puluhan lebih kalau gak salah.


" Bentar lagi Maghrib, kita pulang dulu ya Nja." Pamit Riani.


"Naik apa ini pada?" Tanya Anja.


"Odong-odong!" Jawab Laras asal.


"Ya jalan kaki lah, Deket juga. Sepuluh menit doank!" Imbuh Laras.


"Makasih semua, maaf gak bisa nganterin." Ucap Zian.


"Ahh elah, santai aja kali mas, Emangnya mas Zian mau nganterin kita pake apaan? Mau di gendong satu per satu?" Ucapan Laras sontak membuat mereka tergelak. Akhirnya mereka semua pamit untuk kembali ke warung.


*****


*****


*****


*****


*****


Alhamdulillah 🀲🀲 baek-baek di perut bunda Anja ya syank 😘😘


Emak do'ain selamat ampe lahiran Aamiin 🀲🀲


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚