
Hari ini rencananya Seno dan Laras akan pergi ke desa untuk meminta Restu kepada mertua Seno yang tak lain adalah orang tua dari almarhumah istrinya, Riani. Dan mereka juga berencana mengunjungi makam Riani untuk meminta Restu.
Setelah sarapan mereka berempat langsung berangkat. Ya mereka berempat, karena Bu Mayang juga ikut bersama mereka.
"Cucu Oma seneng gak mau mengunjungi nenek sama kakek?" Bu Mayang membelai kepala Camelia yang duduk di sampingnya, di jok bagian belakang.
"Seneng donk!" Jawab Camelia dengan senyum cerianya. "Camel kan udah kangen banget sama nenek dan kakek."
Lima jam lamanya perjalanan, akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Seno tiba di halaman rumah Pak Lukman. Bu Tutik yang saat itu sedang duduk di bale depan rumah nampak kaget dengan kedatangan cucu dan menantunya, karena memang sebelumnya mereka tidak memberikan kabar kalau mereka akan datang berkunjung. Bu Tutik langsung berlari menghampiri mobil.
Seno dan Laras keluar terlebih dahulu dari pintu depan. Disusul kemudian Bu Mayang dan Camelia.
"Nenek!" Teriak Camelia saat turun dari mobil seraya menghambur ke pelukan neneknya yang sudah menghampirinya. Pak Lukman pun ikut menghampiri sang cucu.
"Uuhh berat!" Ujar Bu Tutik saat mengangkat Camelia ke dalam gendongannya membuat Camelia tergelak.
"Camel kan udah besar." Ucap Camel di sela tawanya.
"Iya, cucu nenek udah besar ternyata."
"Sini gantian sama kakek." Pak Lukman mengambil alih cucunya dari gendongan sang istri. Camel pun dengan senang hati langsung menerima uluran tangan kakeknya dan langsung berpindah ke dalam gendongan sang kakek.
"Bu!" Seno meraih tangan Bu Tutik kemudian menciumnya, diikuti oleh Laras. Bu Tutik langsung membalas Laras dengan pelukan. Setelah itu gantian Bu Mayang yang berpelukan dengan Bu Tutik.
"Ayo masuk ke dalam." Ajak Bu Tutik yang langsung diikuti oleh mereka semua. "Mau datang kok gak ngabari dulu." Gerutu Bu Tutik ditujukan kepada Seno menantunya. "Tau gitu kan ibu bisa siap-siap dulu. Maaf Bu, rumahnya berantahkan."
"Gak papa Bu." Balas Bu Mayang mengulas senyum.
"Mari silahkan duduk." Mereka langsung duduk di ruang tamu setelah dipersilahkan oleh tuan rumah. Bu Tutik langsung masuk ke dalam untuk menyiapkan minum.
Sore harinya selepas ashar, mereka berempat pergi mengunjungi makam Riani.
"Camel udah pernah kesini?" Tanya Laras saat mereka memasuki area pemakaman.
"Sudah, sama ayah sama nenek sama kakek." Jawab Camel seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Berarti Camel juga sudah tahu siapa yang berada di makam ini?" Lagi-lagi Camel mengangguk.
"Buna Riani dan kakek." Jawab Camel polos. (Kakek di sini adalah bapaknya Seno)
Sesampainya di makam Riani, mereka langsung memanjatkan doa dalam hati mereka masing-masing sekaligus meminta restu kepada Riani. Setelah dirasa cukup, mereka berempat segera meninggalkan pemakaman dan kembali ke rumah Pak Lukman. Rencananya mereka akan menginap semalam di sini, dan akan kembali ke Surabaya keesokan harinya.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ