Candamu Canduku

Candamu Canduku
Riani & Seno 03



Rasa lelah menyerang sepasang pengantin baru yang baru saja bisa merebahkan tubuhnya setelah seharian tadi menjalani proses pernikahannya. Setelah makan malam usai, Riani dan Seno langsung pamit masuk ke dalam kamar. Bukannya mereka tak sabar ingin merajut malam pertamanya, tetapi karena mereka memang benar-benar lelah hayati.


"Sudah ngantuk sayang?" Seno memiringkan tubuhnya menghadap sang istri yang terlihat memejamkan matanya.


"Heeemm, ada apa? Mas Seno butuh sesuatu?" Seno menepuk jidatnya gemas.


"Aku butuh kamu!" Bisiknya di telinga sang istri yang sontak membuat Riani terlonjak dan langsung terduduk seraya melotot horor. Bukannya Riani tak paham maksud suaminya. Tapi malam ini jika boleh meminta, ia ingin menunda malam pertamanya besok saja karena tubuhnya benar-benar sangat lelah.


"Besok saja bisa gak mas? Aku capek banget ini."


"Kamu diam saja biar aku yang bekerja."


"Mana bisa begi-... eeeempt!" Belum juga menyelesaikan ucapannya bibir Riani sudah di bungkam oleh bibir Seno.


"Mas, hah.. hah.." Riani memukul pelan dada Seno saat ciuman mereka terlepas. "Aku belum siap udah di sosor aja." Gerutu Riani. Sedangkan Seno hanya cengengesan.


Seno bangkit dari tempat tidur kemudian mematikan lampunya dan melepas kaosnya menyisakan celana boxernya.


"M-mas Seno ngapain copot baju?" Riani yang melihat suaminya melepas kaosnya hanya bisa menelan ludahnya. Sudah bisa di pastikan bahwa malam ini ia tidak akan selamat dari terkaman singa jantan yang sedang kelaparan.


"Gerah!" Jawab Seno singkat seraya naik kembali ke tempat tidur.


"Ap-apa kipasnya kurang kenceng?"


"Bukan kipasnya yang kurang kenceng, tapi yang bawah udah ng@c3ng sayang." Bisik Seno di telinga istrinya yang membuat bulu kuduk Riani meremang seketika.


"Mas! Ngomong apa sich!" protes Riani yang tak suka suaminya berbicara sevulgar itu.


"Beneran sayang, mau pegang?" Goda Seno.


"Apa sich mas!" Riani menepis tangan Seno yang hendak memeluknya. "Aku ngantuk mau tidur!" Riani langsung merebahkan kembali tubuhnya memunggungi suaminya.


"Kalau tidur gak boleh munggungi suami sayang, nanti dosa. Apalagi kalau nolak suami, bisa di laknat sama malaikat." Mendengar ucapan suaminya, Riani langsung membalikkan tubuhnya menghadap sang suami.


"Kan tadi aku udah bilang, aku yang kerja. Jadi kamu bisa tidur dan gak akan ngerasain capek. Palingan nanti juga ngerasain nikmat."


"Mas!" Sekali lagi Riani memukul dada suaminya. Bener-bener mulut suaminya itu minta di sekolahin biar gak asal mangap.


Perasaan pas waktu pacaran mas Seno gak sem3sum ini dech? Kenapa sekarang berubah jadi m3sum begini?


"Sssstt! Jangan keras-keras nanti kedengeran sampe luar." Seno langsung membungkam bibir sang istri dengan bibirnya. M3ny3s@p dan m3lum@tnya dengan lembut. kemudian ciumannya turun ke leher yang membuat Riani semakin meremang. Tangan Seno juga tak tinggal diam, melepas kancing piyama istrinya satu per satu kemudian melemparnya. Dilepasnya pengait bra istrinya itu kemudian melemparnya pula. Sekarang tubuh Riani bagian atas sudah terpampang jelas tanpa penghalang. Seno segera menyergap bukit kembar istrinya yang membuat Riani menggelinjang kegelian.


"Aaaahh!" Satu d3s@h@n lolos dari bibir Riani saat mulut dan tangan Seno bergantian m3lum@t dan memilin kedua bukitnya bergantian. Ciuman Seno lalu turun mengecup perut rata istrinya seraya menggumamkan doa agar di dalam perut itu segera di titipkan buah hati untuk mereka. Tangan Seno sudah mulai melepas celana piyama istrinya beserta under wearnya. Riani yang terbuai dengan ciuman suaminya hingga tak menyadari kalau saat ini dirinya sudah toples tanpa sehelai benang pun.


Seno langsung melepas celana boxernya lalu melemparnya, kemudian menekuk kedua lutut istrinya. Tangan Seno mengelus-elus milik istrinya yang sudah basah dan sepertinya Sudah siap untuk di masukinya. Seno pun memposisikan dirinya berada diantara kedua kaki istrinya yang saat ini terbentang.


"Aku masuk ya?" Riani mengangguk. Setelah mendapat izin dari sang istri, Seno segera mengarahkan miliknya ke milik istrinya lalu mendorongnya perlahan.


*****


*****


*****


*****


*****


Udah stop! Emak gak kuat nerusin, paksu gak ada di rumah 🀭


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚