
Zian dan Anja tiba di rumah saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Anja langsung masuk ke dalam kamar. Sedangkan Zian mengekor di belakangnya dan langsung mengunci pintunya.
Zian menatap sejenak pada istrinya yang baru keluar dari kamar mandi. Kemudian ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat keluar dari kamar mandi ternyata Anja sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Zian segera menghampiri sang istri kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping Anja.
"Sayang." Panggil Zian.
"Heeemm." Jawab Anja sambil cemberut.
"Masih marah?"
"Aku gak marah, kesel aja. Kamu tuh seharian gak ngasih kabar, HP juga gak aktif. Mas Seno juga gak mau angkat telepon aku." Anja mengeluarkan semua unek-unek yang sejak tadi di tahannya.
"Iya maaf, kan mau kasih kejutan."
"Tapi kan gak gitu juga. bikin orang mikir yang enggak-enggak tau." Anja masih nampak kesal.
"Iya deh, iya deh aku salah." Zian memeluk istrinya dari belakang.
"Oh ya, aku punya sesuatu buat kamu." Zian beranjak dari atas tempat tidur menuju kesebuah lemari dan mengambil sebuah map.
"Untuk kamu." Zian menyodorkan map tersebut kepada istrinya.
"Apa ini?" Anja menaikkan sebelah alisnya kemudian menerima map tersebut. Seketika matanya melotot melihat nama yang tertera di dalam map tersebut. "ANJANI PRAMESTI"
"Ini--" Anja tidak bisa berkata apa-apa lagi, Air matanya sudah tumpah ruah membasahi pipinya.
"Ya, rumah ini aku hadiahkan untuk kamu."
"Kok bisa?" Anja terlihat bingung.
"Sebenarnya rumah ini udah aku cicil dari satu tahun yang lalu. Saat itu Bu Arin sedang butuh uang. Katanya anaknya mau lanjut S2. Tapi saat itu aku cuma punya uang sedikit. Jadi aku berikan saja. Dan sisanya aku cicil selama setahun ini. Pas banget saat itu cicilan motor ku juga sudah lunas, jadi aku ambil saja. Tepat sebulan yang lalu cicilan rumah ini udah lunas, terus aku balik nama sekalian atas nama kamu. Dan kemarin baru jadi, jadi sekalian bisa di jadikan kado buat kamu." Ucap Zian panjang lebar menjelaskan kepada istrinya.
Anja langsung menghambur memeluk suaminya sambil menangis sesenggukan.
"Terimakasih!" Ucapnya lirih dalam dekapan suaminya.
Akan selalu ada hikmah dibalik suatu kejadian!
Zian mengambil map yang ada di tangan istrinya lalu meletakkannya di atas meja. Kemudian langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Memagut pelan bibir Anja dengan lembut namun penuh gairah. Meskipun awalnya Anja sempat terkejut dengan serangan dadakan suaminya, namun ia sudah dengan cepat mengimbangi pagutan demi pagutan yang terus di lancarkan suaminya.
Suasana kamar menjadi hening karena mereka sudah larut dalam pagutan panas mereka. Tangan Zian bahkan sudah mulai menanggalkan satu per satu pakaian istrinya.
"Eeemmhh." Sebuah lenguhan akhirnya lolos dari bibir Anja. Tangan Zian bahkan sudah menyusup ke pangkal p*h* Anja dan mengusap milik istrinya yang sudah mulai basah.
"Maaaass." Desis Anja yang merasakan sensasi geli sekaligus nikmat saat Zian memainkan jemarinya di bawah sana.
"Aaargh!" Akhirnya Anja mencapai puncak pertamanya. Nafas Anja terdengar terengah-engah. Zian langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan bersiap memasuki istrinya.
Anja menggigit bibir bawahnya saat merasakan milik suaminya yang menerobos masuk.
"Masih sakit?" Tanya Zian yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Anja. Zian mulai bergerak perlahan sambil memagut bibir istrinya yang selalu terasa manis. Mereka mulai mencoba berbagai gaya.
"Sayang." Zian menangkup kedua gunung kembar istrinya dari belakang serta menyandarkan kepalanya di atas punggung istrinya dan menciumi punggung polos Anja.
"Mas a-aku mau keluar."
"Keluarkan saja sayang." Zian semakin mempercepat gerakannya hingga terdengar lenguhan panjang istrinya.
"Aaaaaaargh." Lenguh Anja seraya mendongakkan kepalanya ke atas dengan mata terpejam. Kemudian Zian menggerakkan kembali pinggulnya dan semakin menambah tempo kecepatannya. Hingga akhirnya tubuhnya mengejan dan semakin membenamkan miliknya ke dalam milik Anja hingga semburan cairan hangat yang langsung memenuhi rahim Anja. Zian kemudian ambruk di atas tubuh istrinya yang dalam keadaan tengkurap tanpa melepas miliknya.
Nafas keduanya terdengar saling memburu. Kemudian Zian mencabut miliknya dan langsung berbaring di samping istrinya seraya mendekap Anja ke dalam pelukannya.
"I love you sayang." Ucap Zian seraya mengecup kening istrinya.
"Love you too." Balas Anja sambil terpejam menikmati ciuman suaminya.
*****
*****
*****
*****
*****
Kok panas yak? padahal kipas emak 22nya udah emak colokin π€π€
Oh ya ding mati lampu π€πππ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ββππ