Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 31. Kok Bisa?



Zian dan Anja tiba di rumah sakit tepat pukul delapan pagi. Setelah mengambil nomor antrian, mereka langsung duduk di kursi tunggu. Masih ada tiga antrian di depannya. Akhirnya Anja memutuskan untuk menghubungi sahabatnya.


"Hallo." Jawab Riani di seberang sana.


"Hallo Ri, gue hari ini gak masuk kerja. Tadi pagi gue udah minta izin sama Bu Mayang."


"Loe kenapa Nja? Masih sakit? Suami loe kemarin panik banget. Loe lupa ngabarin Zian kemarin?"


"Gue gak papa Ri, gue sekarang ada di rumah sakit ma-"


"Hah, beneran loe sakit? kok sampe di bawa ke rumah sakit segala?"


"Heh markonah, kalau ada orang ngomong itu dengerin dulu jangan asal serobot aja. Belum juga gue selesai ngomong." Sungut Anja kesal.


"Iya, loe sakit apa sebenarnya?"


"Gue gak sakit, astaga Ri..... gue cuma mau periksa kandungan." Jelas Anja.


"Hah, kandungan? Apa rahim loe bermasalah Nja?"


"Astaghfirullah." Anja menepuk jidatnya pelan.


"Gue mau periksa kandungan karena kemarin pas gue test pakai testpack ternyata hasilnya positif!" Ucap Anja dengan menekan setiap kata yang di ucapkannya karena kesal dengan sahabatnya yang mendadak jadi bego.


"Oooooo." Beo Riani. "Apa! Positif?" Loe-loe hamil Nja?" Sepertinya Riani baru ngeh.


"Iya insyaAllah." Jawab Anja.


"Ibu Anjani Pramesti." Panggil seorang perawat.


"Sayang, itu sudah di panggil." Ucap Zian pelan.


"Udah dulu Ri, gue udah di panggil." Anja segera mengakhiri telponnya kemudian bergegas masuk ke dalam ruang perawatan. Sedangkan Zian mengekor dibelakangnya.


"Selamat pagi Bu Anja, silahkan duduk." Sapa seorang dokter yang berTag nama Bella tersebut dengan ramah.


"Pagi dok." Balas Anja sopan kemudian mereka duduk di depan dokter Bella.


"Kita ketemu lagi Bu, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau periksa kehamilan dok, kemarin sudah saya test dan hasilnya positif." Terang Anja.


"Berarti gak usah di tes lagi ya Bu. Testpacknya di bawa Bu?" Anja langsung menyodorkan kedua testpack yang sejak tadi di kantonginya.


"Wow, dua garis merahnya jelas banget ini Bu. Kapan terakhir datang bulan?"


"Sekitar dua bulan yang lalu Bu, tapi tepatnya tanggal berapa saya lupa."


"Baiklah, mari kita periksa dulu." Ucap dokter Bella.


"Lima puluh kilo." Sambungnya.


"Beneran sus BB saya lima puluh kilo?"


"Iya Bu, ini ibu bisa lihat sendiri." Perawat itu menunjukkan angka yang tertera di timbangan.


"Mari Bu, sekarang berbaring di bed." Perawat tersebut kemudian segera membimbing Anja untuk berbaring ke atas bed perawatan lalu mengoleskan gel ke perut Anja. Kemudian dokter Bella mulai menggerakkan alat untuk melakukan USG. Sedangkan Zian hanya diam berdiri di samping istrinya.


"Lihat Bu, pak, ini sudah memasuki Minggu ke sepuluh." Jelas dokter Bella sambil menunjuk layar monitor.


"Hah, kok bisa dok? Tapi kok saya gak merasakan apa pun?" Tanya Anja terlihat bingung.


"Memang bawaan bayi itu beda-beda bu. Harusnya ibu bersyukur karena tak merasakan mual dan ngidam. Karena banyak bumil yang mengeluh mabok parah dan gak bisa ngapa-ngapain."


"Detak jantungnya normal. Janinnya juga sehat." Imbuh dokter Bella. Anja menggenggam erat tangan Zian. Matanya nampak berkaca-kaca. Ucapan syukur tanpa henti ia ucapkan dalam hatinya.


*****


Tepat pukul sebelas siang Anja dan Zian tiba di rumah. Zian memutuskan berangkat kerja setelah makan siang. Ia masih ingin menemani istrinya di rumah. Di ciuminya perut istrinya yang sejak tadi berbaring di atas tempat tidur.


"Mas sudah, geli tau." Protes Anja.


"Sayang, aku seneng banget. Sehat-sehat ya anak ayah di dalam sana." Zian mencium perut istrinya sekali lagi.


"Kamu gak pengen makan apa gitu sayang?" Tanya Zian kepada istrinya. Zian akan berusaha menjadi suami siaga.


"Lagi gak pengen apa-apa mas, cuma kemarin pas lihat penjual es tebu aja kok tiba-tiba pengen. Ya aku beli aja."


"Loh, kok sama? kemarin aku juga pengen minum es tebu." Ucap Zian yang membuat keduanya tertawa bersama.


*****


*****


*****


*****


*****


Gak pengen ngidam babymoon ke bulan gitu Nja? πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚


Emak ngomporin dikit πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚