
Hari ini Zian berencana mengajak istrinya jalan-jalan. Ia meminta izin pada pak Raffi untuk pulang lebih awal. Sejak kejadian kemarin, istrinya nampak murung jika di rumah. Jadi ia ingin menghibur istrinya dengan mengajaknya jalan-jalan.
"Mau kemana loe?" Tanya Seno saat melihat Zian memakai jaket.
"Pulang!" Jawab Zian singkat.
"Tumben? ini baru jam tiga." Seno melihat jam yang ada di dinding.
"Gue mau ngajak bini gue jalan sekali-kali. Gue kasihan lihat dia murung terus."
"Kemana?"
"Belum tahu, terserah Anja saja."
"Gimana kalau kita ke pantai saja bareng-bareng lihat sunset?" Tawar Seno.
"Kuylah gassken." Ucap Zian semangat.
"Ok, gue pinjam mobil pak Raffi kalau begitu." Seno langsung ngacir menuju ruang kerja pak Raffi.
Setelah mendapatkan kunci mobil, mereka langsung tancap gas menuju ke rumah makan Bu Mayang. Sedangkan motor Zian di tinggal di mebel.
*****
Zian bergegas turun dari mobil dan langsung melesat masuk lewat pintu samping. Sedangkan Seno memilih menunggu di dalam mobil.
"Sayang, sudah siap?" Tanya Zian saat menghampiri istrinya.
"Sebentar mas, Laras sama Riani katanya mau ikut."
"Ya udah gak papa, sekalian aja bareng-bareng biar tambah seru."
"Mas Seno gak ikutan juga?"
"Nunggu di mobil."
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu pintunya."
"Biar aku saja! kamu siap-siap saja." Ucap Zian cepat dan langsung melesat kearah pintu untuk menutupnya.
"Baiklah." Anja segera beranjak untuk bersiap, menyusul Riani yang sejak tadi belum juga keluar dari kamar.
*****
"Laras mana Bu?" Tanya Anja kepada Bu Mayang yang sedang asik menonton TV.
"Ada di dalam. Masuk saja." Jawab Bu Mayang tanpa mengalihkan perhatiannya dari benda kotak yang menampilkan sinetron ikan terbang.
Kumenangiiiiiiiisss............
Tak lama kemudian nampak Laras keluar dari kamar.
"Lama amat, udah di tungguin dari tadi juga." Ucap Riani menggerutu.
"Aah elah, sabar dikit napa. Gue kan harus kelihatan cetar membahana. Siapa tau entar ada Pakle yang ke cantol."
"Heleh!"
"Kita pamit dulu Bu." Pamit Anja seraya mencium tangan Bu Mayang kemudian di ikuti Riani.
"Pamit dulu Ma." Laras mencium tangan ibunya.
*****
Anja segera melepas alas kakinya dan berlari mendekati air laut. Tak lupa ia juga menarik kedua sahabatnya yang membuat Laras dan Riani tersentak kaget.
"Eh Nja!" Riani sedikit terhuyung sebelum akhirnya ia pun ikut berlari. Sedangkan Zian dan Seno nampak memperhatikan mereka bertiga dari kursi panjang yang ada di bawah pohon kelapa yang tidak ada buahnya.
"Udah lama rasanya gak lihat Anja tertawa lepas kek gini." Gumam Zian.
"Gue kangen Anja yang dulu, yang selalu ceria apapun keadaannya." Imbuhnya.
"Sering-sering aja ajak jalan biar gak kepikiran terus sama kejadian kemarin." Seno mencoba memberi pendapat.
"Receh gini udah bikin dia bahagia." Ucap Seno lagi. Zian tersenyum melihat istrinya yang tertawa lepas bersama kedua sahabatnya.
"Iya loe bener. Gak harus mahal untuk membuat pasangan kita bahagia. Cukup luangkan waktu buat ngajak dia jalan untuk me-refresh otak." Jawab Zian.
Anja Laras dan Riani nampak tertawa lepas. Anja menarik sahabatnya semakin ke tengah laut yang membuat Laras ketakutan saat di hantam ombak besar.
"Haahh, bisa mati gue kalau kayak gini." Ucap Laras jengkel dengan ulah kedua sahabatnya. Namun Anja dan Riani malah tertawa terbahak-bahak.
Emang dasar temen lucknut!
"Udah ah, gue mau balik kesana saja." Laras nampak terlihat cemberut.
"Eits, tunggu dulu. Kita belum puas mainnya." Cegah Riani memegangi tangan Laras yang beranjak pergi. Namun Laras menepis tangan Riani kemudian berlalu. Mungkin Laras masih jengkel dengan ulah kedua sahabatnya. Mereka pun akhirnya ikut menyusul Laras kembali.
"Sayang." Anja mendekati suaminya. Nampak Zian yang beranjak dari duduknya kemudian langsung memanggul Anja di atas pundaknya dan berlari menuju ke tengah laut.
"Aaaaaaaaa." Jerit Anja yang kaget dengan ulah jahil suaminya.
Byuuuuurrr....
Zian melempar tubuh istrinya ke lautan lagi yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Mereka bermain ombak berdua, saling mencipratkan air kemudian tertawa bersama.
Dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak!
"Sayang, aku haus." Ucap Anja dalam pelukan suaminya.
"Ayo ganti dulu, habis itu cari makan." Zian dan Anja akhirnya kembali sambil bergandengan tangan.
*****
Nampak beberapa ikan bakar serta kelapa muda sudah tersaji di atas meja. Tak lupa juga air mineral dalam kemasan botol. Mereka pun menikmati makanannya sambil menyaksikan matahari yang hampir tenggelam. Semburat merahnya nampak cantik di ufuk barat.
*****
*****
*****
*****
*****
Bahagia itu receh gaess. Emak jalan-jalan di pinggir pantai belakang rumah sambil nungguin paksu datang dari melaut aja udah seneng banget ππ
Stttttt! sini emak bisikin, suami emak seorang nelayan gaess π€
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ββππ