Candamu Canduku

Candamu Canduku
Riani & Seno 07



Riani sedang memilah dan memilih sayur di gerobak sayur mas Ulil saat seorang ibu-ibu tetangga rumahnya menyapanya.


"Pagi Ri, lagi belanja?"


"Eh Bu Lilis, iya Bu. Ini lagi milih sayur, bingung mau masak apa buat nanti."


"Memangnya belum masak?"


"Tadi udah masak buat sarapan Bu, tinggal nanti buat makan siang dan makan malam yang belum."


"Walah, bumil kok rajin amat. Masak aja sehari sampe tiga kali."


"Kan makannya sehari juga tiga kali Bu."


"Iya, ya." Bu Lilis tampak garuk-garuk kepala kemudian mereka tertawa bersama.


"Eh Ri, kayaknya kaki kamu sedikit bengkak." Bu Lilis menunjuk kaki Riani yang memang sedikit bengkak. Riani pun mengikuti arah tunjuk Bu Lilis.


"Iya ya Bu, kok aku baru tahu. Habisnya gak merhatiin. Mungkin kelelahan Bu, jadinya bengkak."


"Hati-hati bumil gak boleh kecapekan. Berapa usia kandungan kamu Ri?"


"Jalan empat bulan Bu." Riani mengelus perutnya yang sudah terlihat sedikit membuncit.


Setelah membayar belanjaannya, Riani segera kembali ke rumah. Jarak antara rumahnya dengan tempat mangkal mas Ulil tidak terlalu jauh, makanya ia memilih berjalan kaki. Itung-itung sambil olahraga ringan.


Riani berjalan mengendap-endap menghampiri suaminya yang sedang menjemur meja yang baru selesai di pelitur atau di cat di halaman.


"Doorr!" Riani menepuk pundak Seno yang saat itu sedang menunduk.


"Eh jaran!" Seno terlonjak kaget seraya mengelus dadanya yang membuat Riani tertawa terbahak-bahak.


"Sayang, gak lucu ah! Bagaimana kalau suami mu yang ganteng ini tiba-tiba terkena serangan jantung, mau jadi janda?"


"Yee, mulutnya! Gimana kalau situ yang jadi duda, emang mau?" Riani bersungut-sungut kesal.


"Ya jangan donk sayang!" Seno langsung memeluk istrinya erat.


"Ya biarin, kan meluk istri sendiri, bukan istri tetangga."


"Iih, mulutnya suka asal mangap." Riani menyentak pelukan Seno kemudian berlalu masuk ke dalam rumah seraya bersungut-sungut.


"Dasar bumil!" Seno hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya. Ia pun segera melanjutkan pekerjaannya.


Malam harinya seusai makan malam, Riani sekeluarga duduk bersama menggelar karpet di depan TV. Terlihat Riani yang duduk selonjoran dengan Seno yang memijat kakinya. Bu Tutik terlihat menggonta-ganti Chanel Tv. Sedangkan pak Lukman dan besannya beranjak keluar dari rumah. Sepertinya ingin merokok di luar agar asapnya tak mengenai bumil.


"Ibuk mau ikut ke Surabaya besok?" Tawar Riani. Ya, lusa adalah pesta pernikahan Radit dan Laras. Riani dan Seno berencana berangkat esok hari dengan menyewa travel karena gak mungkin mereka naik bus dengan kondisi Riani yang lagi hamil. Bisa-bisa nanti bayinya penyet kalau busnya penuh sesak.


"Ibuk pengen sebenarnya Ri, tapi ibuk kan gak kuat mabuk perjalanan. Tiap baru mau masuk mobil udah muntah duluan. Bisa-bisa sampai sana nanti ibuk sudah semaput. Dulu aja pas Anja nikah ibuk gak bisa datang. Hiks.. hiks.. kan, ibuk jadi keingat Anja. Gimana kabarnya Anja dan bayinya. Apa Anja udah bangun Ri? Pasti sekarang anaknya Anja udah besar ya Ri, kalau gak salah udah umur tujuh bulan."


"Iya buk, kata mas Nara Radha udah bisa merangkak. Ini ibuk lihat sendiri fotonya." Riani menyerahkan ponselnya yang menampilkan beberapa foto baby Radha yang sedang duduk memegang mainannya sambil meringis lucu dengan pipi gembulnya. Foto tersebut di kirim seminggu yang lalu oleh Nara karena Riani yang memintanya. Riani juga meminta foto Anja yang masih terlelap dan belum ada tanda-tanda akan sadar.


Riani yang sejak tadi asyik ngobrol dengan ibunya sampe tak menyadari kalau ternyata suaminya sudah tak lagi memijatnya melainkan sedang molor di sampingnya. Riani hanya geleng-geleng kepala lalu segera membangunkan sang suami untuk berpindah ke kamar. Mereka harus segera beristirahat karena esok akan melakukan perjalanan yang lumayan jauh, yaitu ke Surabaya.


*****


*****


*****


*****


*****


Nyambung di novel "Luka Hati Luka Diri" Episode 35 Pernikahan Radit & Laras serta kelahiran baby twins πŸ€—


Ini timingnya Anja belum sadar ya, baru nanti malam Anja bangun dari komanya. Dan itu ada di novel "I Love You My Baby" bab ILYMB 10 πŸ€—


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚