
Sudah sekitar tiga bulanan ini Radit tidak bertemu dengan Anja setelah kejadian itu. Terakhir ia bertemu dengan Anja saat dirinya datang pagi-pagi ke warung untuk meminta maaf kepada Anja. Namun penolakan dan sorot mata Anja yang memancarkan rasa marah, benci dan kecewa telah menjelaskan seberapa terlukanya dia. Dan itu semua membuatnya sakit. Serasa ada benda tajam yang menikam tepat di ulu hatinya.
"Apa kabar Nja? Apakah kamu baik-baik saja?" Gumamnya. Saat ini Radit sedang berada di ruangan yang bernuansa hitam putih ciri khas anak muda jaman now, tepatnya di dalam ruang kerja yang ada di cafe yang dulu pernah ia singgahi bersama Laras. Dalam diamnya ia selalu memikirkan Anja. Padahal ia mempunyai kekasih yang juga butuh perhatiannya. Namun seolah-olah dunianya hanya tertuju kepada Anja seorang.
Sebenarnya Radit dan Shasa telah di jodohkan oleh kedua orang tuanya dari sejak mereka lulus SMA. Orang tua Radit dan Shasa juga sudah bersahabat sejak mereka masih kecil. Radit dan Shasa mengambil jurusan yang sama yaitu jurusan bisnis. Itu pun atas desakan dari orang tuanya, karena ia di gadang-gadang akan menjadi penerus perusahaan orang tuanya Shasa setelah nanti ia menikah dengan Shasa.
"Huuuft." Radit menghembuskan nafasnya kasar seraya menyandarkan kepalanya ke punggung kursi kerjanya. Pikirannya semrawut layaknya benang layangan yang ruwet. Ia bangkit berdiri kemudian menyambar jaket yang sejak datang tadi ia sampirkan di punggung kursinya kemudian keluar dari ruangan.
"Gue cabut dulu Rik." Pamitnya pada Erik temannya yang bertugas mengelola cafe tersebut.
"Woke boss!" Jawab Erik seraya mengacungkan jempolnya. Erik adalah teman SMA Radit saat di kota B dulu. Namun Erik tidak melanjutkan kuliah karena otaknya yang pas-pasan. Dua tahun yang lalu ia di minta Radit datang ke kota ini untuk membantu Radit mendirikan cafe ini.
*****
Di tempat lain.....
Siang itu warung nampak ramai. Anja dan Riani nampak sibuk melayani para pengunjung. Sedangkan Laras nampak duduk cantik di belakang meja kasir sambil berselancar di dunia maya. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang baru saja masuk dan langsung duduk di kursi yang kosong, tepatnya dekat jendela. Kemudian memainkan HPnya sambil menunduk.
"Mau pesen apa mas?" Tanya Anja saat mendekati orang tersebut. Nampaknya Anja belum menyadari kalau orang itu adalah Radit. Tadi setelah Anja selesai mengantarkan pesanan orang, ia langsung menghampiri orang yang duduk di dekat jendela yang sedang menunduk sambil memainkan HPnya.
Deg!
Jantung Radit seperti di pompa saat mendengar suara yang amat sangat di rindukannya belakangan ini. Perlahan-lahan ia mendongakkan kepalanya.
Deg!
Anja terperanjat kaget melihat orang yang saat ini ada di depannya. Namun ia berusaha untuk tetap tenang dan menunjukkan sikap biasa saja di depan Radit. Padahal dalam dadanya sudah bergemuruh seperti ingin meledak.
"Mau pesen apa mas?" Tanyanya sekali lagi.
"Nja-"
"Ehem!" Anja berdehem agar Radit tak melanjutkan perkataannya.
"Soto aja gak usah pake jeruk, air mineral sama kopi." Jawab Radit akhirnya.
Anja segera menyiapkan pesanan Radit kemudian memanggil Riani untuk mengantarkannya.
"Ri, tolong anterin pesanan ini ke meja yang ada di dekat jendela. Gue kebelet." Ucap Anja beralasan kemudian ia segera berlari ke belakang. Riani pun mau tak mau mengantarkan pesanan tersebut. Tanpa Riani sadari pesanan siapa yang ia antarkan tersebut.
"Pesanannya mas." Ucap Riani saat meletakkan makanan ke meja. Sedangkan Radit yang sejak tadi memainkan HPnya kaget karena itu bukan suara Anja. akhirnya ia pun mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara.
Deg!
Nampan yang di pegang Riani hampir saja terjatuh saat melihat siapa yang ada di depannya.
"Mana Anja?" Tanya Radit kepada Riani.
"An-Anja sedang ke toilet, saya permisi." Riani segera berlalu sebelum Radit banyak bertanya kepadanya.
"Huuuft!" Radit hanya bisa menghela nafasnya pelan. Kemudian menikmati makanannya yang terasa hambar di lidahnya.
*****
*****
*****
*****
*****
Hadeeehh Radit-Radit π€¦π€¦π€¦π€¦
Lama-lama entar emak karungin juga nie orang π€ππ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ββππ