Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 53. Ketemu Lagi



Zian mengedarkan pandangannya ke penjuru arah guna mencari kursi yang masih kosong. Saat ini mereka berada di sebuah foodcourt yang ada di Mall tersebut. Di dudukannya Anja di sebuah kursi kemudian ia bergegas memesan makanan.


Selang sepuluh menit kemudian Zian datang dengan membawa senampan makanan. Tak lupa ice cream rasa vanilla kesukaan istrinya.


"Sayang, aku ke toilet sebentar ya." Pamit Zian kepada istrinya.


"Iya, jangan lama-lama." Zian segera bergegas pergi.


Klunting!


Sendok Anja tak sengaja jatuh saat dirinya ingin mencicipi ice creamnya. Tepat saat itu ada seseorang yang lewat di dekatnya. Melihat wanita hamil yang kesusahan mengambil sendok, akhirnya ia pun reflek berjongkok untuk mengambilnya. Entah dorongan dari mana, tiba-tiba saja tubuhnya bergerak tanpa di komando. Mungkin saja jiwa kemanusiaannya tergugah saat melihat wanita hamil yang nampak kesusahan mengambil sendoknya yang terjatuh. Di sodorkannya sendok tersebut ke arah Anja, namun Anja hanya diam saja.


"Mbak, sendoknya." Ucap pria tersebut.


"Ah iya." Anja baru tersadar dari lamunannya dan segera menerima sendok tersebut.


"Mas yang tadi kan?" Tanya Anja namun tak ada jawaban dari orang tersebut.


"Terimakasih!" Ucap Anja saat melihat orang tersebut beranjak pergi.


"Itu orang bukan sich?" Gerutu Anja pelan.


"Hey, ada apa?" Tanya Zian tiba-tiba.


"Astaghfirullah! ih ngagetin aja." Anja memukul lengan suaminya pelan.


"Ada apa?" Tanya Zian sekali lagi.


"Gak ada papa. Cuman tadi sendok ku jatuh."


"Owh, pake ini saja!" Zian menyodorkan sendoknya. Mereka akhirnya menikmati makanannya. Zian sesekali memandang istrinya yang nampak ceria.


"Setelah ini mau kemana?" Tanya Zian di sela makannya.


"Aku capek sih sebenarnya, tapi aku pengen ke taman kota lihat anak-anak kecil bermain disana. Aku udah gak sabar pengen ngajak anak kita nanti jalan-jalan kesana. Pasti dia seneng banget karena banyak temannya disana." Anja membayangkannya saja sudah senyum-senyum sendiri.


"Iya, nanti kalau dia udah bisa jalan kita bawa kesana, biar bisa bermain di atas rerumputan." Zian menimpalinya.


"Iya, kita pulang aja." Putus Anja akhirnya. Memang akhir-akhir ini ia sering merasa capek. Mungkin karena usia kandungannya yang hampir menginjak delapan bulan.


Sebenarnya akhir-akhir ini Zian merasa gelisah, tak tenang meninggalkan istrinya seorang diri di rumah. Tapi mau gimana lagi, gak mungkin kan ia meminta Riani untuk menemani istrinya sepanjang hari? Kalau di antarkan ke warung juga Zian sudah gak berani boncenginnya. Membiarkan Anja jalan kaki sendiri ke warung juga kasihan. Bisa-bisa sampe warung kakinya langsung bengkak.


Zian sekarang juga sudah cuti menjadi sopir pengiriman barang. Seno lah yang menggantikannya bersama pekerja yang lain. Zian memilih membatu di gudang saja, agar jika terjadi sesuatu dengan istrinya ia bisa langsung pulang.


Mereka bergegas meninggalkan Mall karena hari sudah sore. Di lajukannya mobil pickUpnya membelah jalanan kota yang nampak padat itu karena memang jamnya pulang kantor.


Klotak!


HP Anja terjatuh di bawah kakinya, namun Anja nampak kesusahan mengambilnya karena terhalang perutnya.


"Mas, minggir dulu." Pinta Anja.


"Sini aku ambilin." Ucap Zian tanpa menghentikan mobilnya. Dan mobil pun tetap melaju pelan. Zian pun segera menunduk mengambil HP sang istri tanpa menyadari ada sebuah mobil yang berhenti mendadak di depannya.


"Mas Zian awaaaasss!" Teriak Anja keras. Zian yang kaget pun reflek membanting setir ke kanan, namun na'as......


*****


*****


*****


*****


*****


Sumpah gaess emak ngetik akhir bab ini sambil gemeter 🀭


Gak tega sebenarnya, tapi mau gimana lagi. Emang Novel ini emak buat sad ending 😒😒😒😒


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚