Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 34. Membuka Luka Lama



Ting....


Zian segera merogoh Hp yang ada di saku celananya ketika mendengar bunyi notif pesan yang masuk. Zian selalu was-was jika mendengar hpnya berbunyi. Takutnya itu dari istrinya atau mungkin sahabat istrinya. Selama ini ia berusaha menjadi suami siaga. Pak Raffi dan Seno pun memakluminya. Mereka juga takut kejadian yang lalu terulang kembali.


[Sayang, sepulang kerja nanti bawain kelapa muda ijo ya] -Anja-


[Siiap nyonya 😘] - Zian-


[Ingat! yang ijo, bukan yang lain!] -Anja-


[Harus ijo ya? kalau gak ada gimana?] -Zian-


[Kalau gak ijo gak usah sekalian 🀬] -Anja-


[Iya dech, nanti aku cariin sayang 😘] -Zian-


"Ada apa?" Tanya Seno was-was saat Zian memasukkan HPnya ke dalam saku. Bukan hanya Zian dan Seno saja yang merasa was-was, tapi juga orang-orang yang ada di sekitar mereka. Entahlah, kejadian yang lalu seolah-olah menjadi trauma bagi orang-orang yang ada di sekitar Anja. Oh ya, ngomong-ngomong soal trauma. Apakah Radit sudah tidak pernah lagi datang ke rumah makan? Zian bermonolog sendiri di dalam hatinya. Akhirnya ia putuskan untuk mengirim pesan kepada Riani.


[Ri, apa Radit pernah datang ke warung lagi?] -Zian- Tak berselang lama, balasan pesan dari Riani pun masuk.


[Gak pernah mas] -Riani- Riani akhirnya terpaksa berbohong kepada Zian atas permintaan Anja.


[Owh, ya udah] -Zian-


Di tempat lain....


Riani yang mendapat pesan dari Zian terpaksa harus berbohong atas permintaan dari Anja. Sebenarnya ia juga sepet dengan kelakuan Radit. Meskipun Radit tak melakukan apapun, namun kehadirannya saja sudah membuka luka lama di hati sahabatnya itu.


Setelah kejadian tadi siang, Anja di larang keluar oleh kedua sahabatnya. Setelah selesai menikmati rujak bersama, ia memutuskan untuk beristirahat di kamar kembali. Namun saat ia baru akan beranjak dari duduknya, terdengar suara seseorang yang sangat di kenalnya memanggil namanya dari arah depan.


"Anja!" Panggil Shasa mendekat dengan berlinang air mata yang membuat Anja terpaku di tempat. Pikiran Anja sudah tak karuan rasanya saat ini. Untung saja perutnya gak kembali kram kayak tadi. Bisa-bisa Zian akan menggila kalau sampe itu terjadi.


"M-mbak Shasa." Suara Anja tercekat di tenggorokan. Sedangkan Riani, Laras dan lainnya hanya bisa diam membisu. Namun Riani dan Laras nampak siaga di sisi Anja.


"Tolongin gue Nja, plis?" Mohon Shasa kepada Anja.


"A-ada apa mbak?" Anja nampak terbata.


"Tap-tapi mbak, kenapa harus saya?" Tanya Anja bingung.


"Karena cuma loe yang bisa." Ucap Shasa memelas.


"Ak-aku gak bisa mbak, maaf." Anja nampak sudah berkaca-kaca.


"Plis Nja. Tolong bicara sama Radit baik-baik. Bicara dari hati ke hati, jelaskan kalau kamu sudah berkeluarga." Mohon Shasa sekali lagi.


"Atau jika perlu loe bisa ajak suami loe sekalian biar gak salah paham." Shasa memberi saran yang sempat terlintas di kepalanya.


"Lalu apa yang harus saya jelaskan mbak? Bukannya mas Radit sudah tau kalau saya sudah punya suami? Saya sudah tidak mau lagi berurusan dengan mbak, apalagi sama mas Radit. Saya mohon mbk, jangan ganggu saya lagi." Ucap Anja dengan tangisnya kemudian berlalu masuk ke dalam kamar. Mau tak mau akhirnya Shasa pergi dari rumah makan tersebut. Ia tak mungkin memaksa Anja untuk menuruti keinginannya. Ia takut menyakiti Anja kembali, apalagi dilihatnya perut Anja yang membuncit. Sebenarnya ia tau kalau ini bukan kesalahan Anja. Entah siapa yang salah disini. Ia yang mencintai sahabatnya sedari kecil atau Radit yang tak pernah mencintainya dan hanya menganggapnya sebagai sahabat. Namun persahabatan mereka hancur karena sebuah kata "CINTA" yang bertepuk sebelah tangan.


Entah siapa yang salah, ku tak tau? Ehh kok malah nyanyi πŸ˜‚


*****


*****


*****


*****


*****


Ada yang pernah ngalamin gimana rasanya cinta sepihak?


Atau kalo jaman now biasanya disebut cinta bertepuk sebelah tangan 🀭


Kalo ada boleh donk curhat dikit di kolom komentar πŸ˜‚


Siapa tahu entar curhatan kalean bisa jadi inspirasi buat emak nulis Novelnya Radit, Shasa dan ... ? Rahasia πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚