
"Sayang, aku kok pengen makan ikan bakar ya?" Ucap Anja tiba-tiba.
"Hah, malam-malam begini?" Zian melirik jam yang menggantung di dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Saat ini mereka berdua sedang duduk di depan TV dengan posisi kepala Zian berada di pangkuan istrinya. Zian sedang menciumi perut buncit istrinya, mengelusnya serta mengajak bicara anaknya yang ada didalam sana. Posisi seperti inilah yang paling di sukai Zian. Sedangkan Anja mengelus kepala suaminya pelan.
"Aku telponin Riani ya, biar di buatin. Nanti aku tinggal ambil kalau sudah siap." Usul Zian namun Anja menggeleng.
"Gak mau ah, aku maunya yang kayak dulu itu yang ada di pantai. Terus kita bisa makan sambil menikmati sunset."
"Ya udah, besok sore kita pergi ke pantai."
"Tapi aku maunya rame-rame kayak dulu."
"Iya sayang!" Zian bangkit kemudian langsung mengecup bibir istrinya.
"Sekarang tidur dulu udah malam." Zian langsung menggendong istrinya menuju ke kamar untuk beristirahat karena hari sudah larut.
*****
Keesokan paginya....
Zian mengecup kening istrinya sebelum berangkat kerja. Tak lupa ia juga mencium dan mengusap perut istrinya serta berpamitan kepada calon anaknya.
"Aku berangkat dulu, nanti aku jemput jam tiga. Jangan lupa hubungi Riani dan Laras."
"Siap boss!" Jawab Anja seraya mengangkat tangannya hormat. Zian segera melesatkan motornya menuju ke mebel.
Anja segera masuk ke dalam dan langsung memberitahu kedua sahabatnya itu lewat sebuah chat. Setelah itu ia meletakkan kembali HPnya ke atas meja yang ada di depannya. Saat ini Anja sedang asik menonton Upin&Ipin kartun kesayangannya. Namun sedetik kemudian terlintas nama Shasa di kepalanya. Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Shasa.
"Hallo Nja!" Jawab Shasa di seberang sana saat telfon tersambung.
"Hallo mbak, sibuk kah?"
"Gak! ada apa?"
"Kita mau pergi ke pantai, mbak mau ikut?"
"Boleh, kapan?"
"Nanti sore."
"Ok, shareloc aja entar gue nyusul."
"Oke."
*****
Nampak Zian dan Anja sedang bermain air di tepi pantai. Sebenarnya sejak tadi Anja pengen ke tengah laut, namun Zian melarangnya keras. Dan di sinilah mereka berada. Duduk selonjoran di tepi pantai seraya bermain air jika ada ombak yang mendekat. Sedangkan Riani dan Seno sudah ada di tengah sana. Saling mencipratkan air dan tertawa lepas.
Shasa langsung menghampiri Anja dan Riani yang sedang duduk di tepi pantai bersama Zian dan Seno saat baru saja tiba. Sedangkan Radit menghampiri Laras yang nampak melamun, duduk sendirian di bawah pohon kelapa. Untung saja gak ada buahnya. Kalau tiba-tiba kejatuhan buah kelapa kan bisa semaput.
"Hey, ngelamun aja? Gak ikut kesana?"
"Eh, enggak! Lagi males aja." Jawab Laras tersentak.
"Ada apa?" Tanya Radit kepada Laras karena tumben gadis ini gak sebar-bar biasanya.
"Gak ada papa kok, cuma kurang enak badan aja." Radit reflek langsung meletakkan punggung tangannya ke dahi Laras. Yang membuat mata Laras membelalak.
"Anget!" Ucap Radit seraya mengernyit.
"Kalau gak enak badan ngapain tadi ikut?"
"Ini tuh permintaan bumil, jadi gue gak bisa nolak." Jawab Laras lesu.
*****
Setelah mereka semua berganti pakaian, akhirnya mereka duduk melingkar di salah satu warung lesehan yang ada di pantai tersebut sambil menunggu pesanan mereka siap.
Tak berselang lama beberapa macam jenis ikan bakar sudah tersaji di depan mereka. Satu bakul nasi penuh serta es degan juga sudah di hidangkan. Tak lupa juga air mineralnya. Mereka langsung menikmati makanannya sambil menyaksikan matahari yang mulai menuruni garis cakrawala, meninggalkan sinarnya yang nampak berwarna jingga kemerahan.
*****
*****
*****
*****
*****
Radit kok perhatian banget sama Laras?
Apa hatinya sudah mulai berpaling? π€π€
Ingat Dit ada Shasa tunangan mu π€ππ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ββππ