Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 11. Anja Kenapa?



Dua bulan berlalu....


Sudah dua hari ini Anja merasakan tubuhnya lemas dan sedikit pusing.


"Nja, loe kenapa? wajah loe pucet begitu?" Tanya Riani khawatir.


"Iya Nja, harusnya gak usah masuk kerja kalau lagi sakit." Sambung Laras.


"Kenapa Nja?" Bu Mayang ikutan menghampiri Anja.


"Gak tau Bu, dari kemarin pusing dan badan juga lemes." Jawab Anja.


"Sudah di periksa?" Tanya Bu Mayang kembali yang di jawab Anja dengan gelengan kepala.


"Kapan terakhir datang bulan?" Pertanyaan Bu Mayang sontak membuat mereka bertiga saling pandang dan menduga-duga dalam pikirannya.


"Pas nikahan dulu itu saya lagi datang bulan Bu. Setelah itu belum dapet lagi sampai sekarang." Jelas Anja yang membuat Riani dan Laras saling pandang kemudian mengulum senyum.


"Fiks, loe pasti lagi hamidun." Ucap Laras yakin.


"Tapi gue gak mual-mual Ras."


"Gak semua gejala kehamilan itu harus mual-mual." Jelas Bu Mayang.


"Kasih tau Zian biar besok bisa anterin kamu ke rumah sakit."


"Iya Bu."


"Sekarang istirahat dulu. Sudah makan?"


"Sudah Bu."


"Ya sudah." Ucap Bu Mayang berlalu.


*****


Anja terbangun dari tidurnya kemudian melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ternyata sudah jam setengah satu. Sudah satu jam lebih lamanya ia tertidur. Anja kemudian bangkit menuju kamar mandi untuk mencuci muka lalu keluar dari kamar yang dulu di tempatinya bersama Riani saat ia masih tinggal di tempat Bu Mayang.


"Gimana, udah enakan?" Tanya Riani saat melihat Anja mendekat.


"Udah mendingan. Dimana Laras?"


"Udah berangkat barusan, katanya ada kelas jam satu." Bersamaan dengan itu, nampak seorang cowok masuk kemudian duduk di pojokan dekat jendela yang dulu menjadi tempat favorit Zian dan Seno.


"Loe aja deh Ri yang kesana."


"Baiklah." Ucap Riani berlalu. Riani pikir, Anja masih lemas. Ia tidak tahu saja kalau Anja sebenarnya sedang menghindari Radit.


"Mau pesen apa mas?" Tanya Riani yang di jawab Radit dengan pertanyaan kembali.


"Mana Anja?"


"Haaahh." Riani terbengong dengan pertanyaan Radit.


"Ada di dalam mas, sepertinya sedang tidak enak badan." Jawab Riani. Radit pun langsung beranjak dan menghampiri Anja yang sedang duduk di meja kasir tanpa menghiraukan Riani yang terbengong melihat kelakuannya.


"A-aku gak papa mas." Jawab Anja tergagap. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi menyaksikan mereka di pintu masuk.


Shasa mencari keberadaan kekasihnya di kampus namun tidak menemukannya. Kemudian ia mencoba menghubungi Radit namun tidak diangkat. Lalu ia memutuskan mencari Radit ke rumah makan Bu Mayang. Karena setahu Shasa, tempat itu adalah rumah makan favorit Radit. Namun apa yang ia dapatkan saat baru menginjakkan kakinya di pintu masuk, dilihatnya sang kekasih yang sedang mengkawatirkan orang lain.


"Ooohh jadi begini kelakuan kamu di belakang ku?" Ucap Shasa yang membuat Radit dan Anja tersentak kaget. Sontak mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.


"Apa sih Sha." Sanggah Radit.


"Aku pikir ini tempat makan favorit kamu karena masakan di sini cocok dengan lidah kamu. Tapi ternyata......" Shasa tak melanjutkan perkataannya. Ia langsung berpindah menuding Anja.


"Kamu tahu kan kalau radit itu kekasih ku?" Bentaknya kepada Anja. Namun Anja hanya menunduk.


"Dasar j*l*ng!"


Plaaakk!


Tamparan keras yang di layangkan Shasa membuat Anja terhuyung kemudian perutnya menabrak meja kasir di sampinnya.


"Aaaahh." Anja meluruh kelantai seraya memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Anja!" Pekik Riani dan Radit bersamaan kemudian menghampiri Anja.


"Pe-perut gue-." Anja tiba-tiba pingsan. Darah segar nampak mengalir dari sela pangkal pahanya yang membuat mereka semua panik.


"Anja bangun!" Jerit Riani sambil menangis.


"Ada apa ini?" Bu Mayang tergopoh-gopoh dari arah belakang saat mendengar jeritan dari depan.


"Bu, Anja Bu, Anja berdarah." Ucap Riani terdengar panik.


"Ayo cepat bawa ke rumah sakit." Bu Mayang pun tak kalah paniknya.


"Pakai mobil saya saja, ayo." Ucap Radit seraya membopong Anja keluar dari rumah makan. Riani membuka pintu mobil bagian belakang. Kemudian Radit merebahkan tubuh Anja ke jok belakang. Riani pun juga ikut masuk ke dalam mobil lalu meletakkan kepala Anja ke atas pangkuannya. Sedangkan Radit membuka pintu kemudi kemudian melesat mencari rumah sakit terdekat.


Bu Mayang kembali masuk ke dalam rumah makan. Sedangkan Shasa, siapa peduli!


*****


*****


*****


*****


*****


Hadeeehh.. itu Anja kenapa kok bisa berdarah-darah kek gitu 😒


Emak kan jadi takut kalau lihat darah πŸ™ˆ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚