
Hari berganti bulan berlalu. Tak terasa usia kandungan Laras saat ini sudah memasuki usia sembilan bulan dan mungkin beberapa hari lagi akan melahirkan.
Hari ini adalah hari ulang tahun Camelia yang ke tujuh tahun. Rencananya sore nanti setelah ashar akan digelar acara perayaan ulang tahun Camelia di rumah makan Bu Mayang. Bukan ulang tahun mewah ala-ala princess dari keluarga konglomerat. Hanya tasyakuran kecil dengan mengundang anak yatim dari suatu yayasan dan juga anak-anak yatim yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Sekaligus doa bersama meminta kepada yang kuasa agar nanti saat melahirkan Laras dan bayinya diberikan keselamatan serta kesehatan.
Hari ini Rumah makan sengaja di tutup karena para pekerjanya sedang memasak untuk acara nanti sore. Bu Tutik juga ikut membantu memasak di warung. Ya, Pak Lukman dan Bu Tutik sudah tiba di Surabaya sejak kemarin menggunakan Travel. Awalnya Seno ingin menjemput mereka, namun Bu Tutik menolak dan memilih menggunakan travel saja.
Berbeda dengan di warung yang sedang sibuk memasak, di dalam rumah tepatnya di dalam kamar Bu Mayang yang ditempati dengan cucunya. Camelia nampak heboh, ia sedang membuka dua bungkus kado kiriman dari Anja dan Shasa yang baru saja tiba tadi pagi.
"Buna, kakak pake yang mana?" Camelia nampak bingung memilih salah satu diantara dua gaun mewah yang baru saja ia keluarkan dari dalam kotak kado. Ya, dua bungkus kado tersebut ternyata berisikan gaun pesta. Mungkin Anja dan Shasa sudah janjian untuk membelikan kado yang sama untuk Camelia.
"Kakak suka yang mana?" Laras yang sejak tadi duduk di pinggir ranjang memperhatikan putrinya yang sedang mencoba kedua gaun tersebut bergantian, menghampiri sang anak. "Ini yang warna putih dari Mama Anja kan?"
"Iya, yang warna merah dari mommy Shasa." Sahut Camelia.
"Lagi pada ngapain ini?" Tanya Seno saat memasuki kamar mertuanya. Tadi Seno yang baru saja menata kursi dan meja di warung bersama Pak Lukman, mencari sang istri yang ternyata tidak ada di kamar. Samar-samar ia mendengar suara anaknya dari dalam kamar mertuanya. Akhirnya ia pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar mertuanya yang ternyata pintunya terbuka lebar. Dan ia mendapati anak dan istrinya ada di dalam sana.
"Ayah, bagus yang mana?" Camel menunjuk dua gaun pesta yang sudah diletakkan di atas ranjang Omanya.
"Wah, bagus sekali. Dari siapa kak?"
"Yang putih dari mama Anja, yang merah dari mommy Shasa."
"Bagus semua ini. Udah bilang makasih sama mama Anja dan Mommy Shasa?"
"Sudah, tadi sudah teleponan sama Buna ya Bun?" Camelia beralih menatap Bunanya.
"Iya sudah!" Laras mengulas senyum.
"Terus pake yang mana jadinya?" Tanya Camelia kembali.
"Terserah kakak saja!" Jawab Seno dan Laras bersamaan.
*****
Seperti halnya acara pada umumnya, acara diawali dengan bacaan bismillah dan surotul Fatihah. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Setelah itu tiup lilin dan potong kuenya. Potongan kue pertama, Camelia berikan kepada Bunanya, baru setelah itu potongan kedua ia berikan kepada ayahnya.
Setelah acara inti selesai, tibalah saatnya acara penutup yaitu doa bersama. Setelah itu baru dilanjutkan dengan makan bersama. Semua orang dan anak-anak bersuka cita seolah-olah ikut merasakan kebahagiaan Camelia.
"Ssssstttt!" Laras meringis seraya memegangi perutnya yang terasa kencang.
"Sayang, kamu kenapa?" Seno yang duduk di samping sang istri segera meletakkan sendoknya lalu ikut memegang perut sang istri.
"Kenceng aja mas, mungkin dedeknya juga ikut merasa bahagia." Laras kembali memakan makanannya karena perutnya sudah tidak terasa sakit lagi. Seno pun merasa lega dan ikut melanjutkan makannya.
"Aaaaaahh!" Jerit Laras saat perutnya terasa sakit bercampur kencang, membuat semua orang yang ada di sana kaget dan serempak mengalihkan pandangannya ke arah Laras.
"Sayang!" Ucap Seno dan Bu Mayang bersamaan seraya beranjak dari duduknya.
"Mungkin Laras mau melahirkan Sen, ayo kita bawa ke rumah sakit." Bu Mayang nampak panik. Seno pun segera membantu istrinya bangkit dari duduknya.
Pyoooooookk!
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ