Candamu Canduku

Candamu Canduku
Bab 60. Pertemuan Anja Dengan Mama Rosi



Sesuai dengan janjinya semalam kepada sang mama, hari ini Nara membawa mamanya terbang ke kota S. Hanya mamanya seorang diri, karena hari ini papa Hadi ada meeting penting yang tidak bisa di tinggalkan. Dan disinilah mereka saat ini, di ruang tamu rumah Bu Mayang duduk bersama Anja dan Bu Mayang juga.


Bagai di sayat sembilu, mama Rosi hanya bisa menatap pilu. Pasalnya sejak ia datang dan berjabat tangan dengan Anja tadi, Anja hanya duduk diam dengan pandangan kosong seolah-olah jiwanya tidak ada dalam raganya.


"Boleh saya bicara dengan anda berdua Bu?" Pinta mama Rosi kepada Bu Mayang.


"Baiklah Bu, sebentar, saya antar Anja ke kamar dulu." Bu Mayang kemudian beranjak dari duduknya.


"Ayo Nja, ibu antar ke kamar dulu." Ucap Bu Mayang pelan.


"Kamu gak pengen makan sesuatu nak?" Tanya mama Rosi kepada Anja.


"Mas Zian janji mau ngajak Anja ke taman kota, hiks.. hiks.." Ucap Anja dengan terisak. Sesak! begitulah yang di rasakan mereka melihat keadaan Anja.


"Mau di antar sama Nara?" Tanya mama Rosi lagi.


"Siapa Nara?" Tanya Anja seperti orang linglung.


"Anja tunggu mas Zian pulang saja. Hiks.. hiks.." Anja kembali terisak.


"Ayo Nja!" Bu Mayang segera memapah Anja menuju kamar Laras yang saat ini di tempati Anja bersama Laras.


"Sebenarnya ada apa Bu?" Tanya Bu Mayang saat sudah kembali duduk di ruang tamu.


"Jadi begini bu-" Mama Rosi pun akhirnya menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya kepada Bu Mayang, yang mana membuat Bu Mayang syok. Luruh sudah air matanya setelah mendengar cerita yang sebenarnya dari mama Rosi. Sedangkan Nara hanya bisa menunduk dalam sesal dan rasa bersalahnya yang teramat besar.


"Maafkan saya dan anak saya Bu." Ucap mama Rosi sambil terisak.


"Kalau saja saat itu saya tidak membuat Nara terkejut, mungkin semua ini gak akan terjadi." Lanjut mama Rosi.


"Sudahlah Bu, semua sudah menjadi suratan takdir Anja. Sebenarnya saya juga ingin marah, tapi kepada siapa? Apa dengan saya marah Zian akan kembali? Tidak kan? Kita hanya manusia biasa yang tidak akan pernah mampu mengendalikan takdir. Sekarang lebih baik kita fokus saja pada kesehatan Anja dan kandungannya." Ucap Bu Mayang bijak.


"Apa sudah coba di bawa ke psikiater?" Tanya mama Rosi.


"Sudah beberapa kali ma." Kali ini Nara yang menjawab.


"Tapi Anja hanya diam saja, tak mau bicara sedikit pun. Dan kadang tiba-tiba menangis." Lanjut Nara. Mama Rosi hanya bisa menghela nafasnya pelan. Kalau sudah begini apa yang bisa ia lakukan untuk menebus kesalahannya?


Setelah dari kediaman Bu Mayang mereka kembali ke apartemen Nara. Mama Rosi hanya diam saja sejak naik ke dalam mobil hingga sampai di dalam apartemen.


"Duduk dulu Ra, mama mau bicara." Akhirnya mau tak mau Nara duduk bersama mamanya.


"Bagaimana kalau Anja mama bawa pulang ke rumah?" Tanya mama Rosi tiba-tiba.


"Hah!" Nara nampak terkejut dengan ucapan mamanya.


"Supaya mama bisa merawatnya, sebagai penebus atas kesalahan mama." Lanjut mama Rosi.


"Tapi mah, Anja tidak akan mau pergi kemana-mana sampe Zian datang menjemputnya."


"Huust! Menjemputnya gimana maksud kamu, Zian kan sudah meninggal." Mama Rosi melotot tajam.


"Maksud Nara itu, Anja mengira kalau suaminya itu pergi bekerja bukan meninggal mah." Jelas Nara.


"Huuuft!" Terdengar helaan kasar dari mama Rosi.


*****


Setelah hari itu mama Rosi selalu datang ke tempat Bu Mayang untuk mengunjungi Anja selama beberapa hari ini, sebelum mama Rosi kembali ke kota J. Tak lupa mama Rosi juga membelikan semua perlengkapan bayi berwarna pink sebagai pengganti perlengkapan bayi yang dulu pernah di beli oleh Anja. Hampir satu mobil penuh, yang mana membuat orang-orang yang ada disana menatap heran dengan apa yang dilakukan oleh mama Rosi itu, yang menurut mereka terlalu berlebihan.


*****


*****


*****


*****


*****


Aku pada mu mama Rosita 😘😘


Buat Bu Mayang juga, sini peluk jauh πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh β˜•β˜•πŸ˜‚πŸ˜‚