Aruna Story

Aruna Story
Nevan dan Kisah nya



Seorang laki-laki kini terlihat begitu asyik menikmati musik dengan sebatang nikotin juga gelas minuman beralkohol di tangannya yang lain. Wajahnya yang tampan kini banyak menarik perhatian kaum hawa yang melihat nya.


Dengan dagunya yang lancip, bibir nya yang terbelah, dengan lesung pipi yang menambah kesan manis pada laki-laki dengan kulit kuning langsat tersebut. Hidungnya yang mancung dan matanya yang tajam kini benar-benar terlihat begitu sempur nya.


Melihat pahatan yang begitu sempurna itu siapa yang tak akan terpesona? Alis laki-laki tersebut bahkan terukir dengan indah nya. Dari wajah mungkin sempur nya namun belum tentu dari sikap. Karena manusia memang tak ada yang sempurna bukan?


Laki-laki tersebut kini menatap ke sekitar seperti tengah mencari mangsa nya. Melihat gadis-gadis cantik yang kini terus melihat ke arahnya dengan tatapan menggoda nya. Laki-laki tersebut hanya membalasnya dengan senyuman nya yang hanya dengan begitu bahkan mampu membuat para wanita tersebut menjerit.


Saat laki-laki tersebut tengah menikmati minumannya tiba-tiba saja kini ada yang wanita dengan pakaian seksi nya tengah berjalan ke arah nya sambil membawa dua gelas wine di tangannya. Laki-laki tersebut kini hanya menaikkan sebelah alisnya dengan  tatapan penasarannya dengan apa yang akan dilakukan oleh wanita tersebut.


“Untuk mu,” ucap nya sambil mengulurkan gelas yang berada di tangannya. Laki-laki tersebut menaikkan sebelah alisnya lalu setelahnya ia segera mengambil gelas tersebut namun gelas berbeda dari yang gadis itu sodor kan.


“Gue rasa itu cocok buat lo,” ucap laki-laki yang kini menatap wanita di depannya itu dengan smirk nya. Wanita dengan pakaian seksi yang menampilkan tubuh nya itu hanya menganggukkan kepalanya.


“Siapa nama lo?” tanya wanita tersebut mengajak laki-laki di depannya itu untuk berkenalan.


“Nevan,” jawab laki-laki yang tak lain adalah Nevan. Wanita tadi hanya menganggukkan kepalanya sambil menipiskan bibirnya.


“Alea,” ucap nya yang juga memperkenalkan dirinya.


“Tato lo keren,” ucap Alea yang kali ini memuji tato bergambar sayap elang yang berada di tangan Nevan.


“Gue yang buat,” ucap Nevan yang tampak membuat Alea kini membelalakkan matanya mendengar ucapan Nevan.


“Lo pengrajin tato?” tanya Alea. Nevan kini menjawab nya dengan gelengan yang membuat Alea menaikkan sebelah alisnya.


“Cuma suka melukis aja. Mau gue buatin?” tawar Nevan dengan senyuman evil nya yang malah di balas dengan senyuman menggoda oleh wanita di depannya itu.


“Lo bisa buatin gue tato di sini?” tanya Alea sambil menunjuk bagian dada nya. Nevan yang mendengar nya kini terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.


“Di tempat manapun yang lo inginkan,” ucap Nevan dengan senyumannya. Wanita di depannya itu kini dibuat terkekeh mendengar jawaban Nevan.


“Mau ikut gue? Gue buatin tato di tempat yang lo mau,” tawa Nevan sambil mengulurkan tangannya untuk di genggam oleh Alea yang kini langsung menggapai tangan Nevan tanpa memikirkannya lagi.


Setelah nya kini mereka berjalan bersama keluar dari club malam tersebut menuju ke arah mobil milik Nevan yang sudah terparkir di depan club malam tersebut. Selama di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka seolah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tentang apa yang akan terjadi setelah nya. Mempersiapkannya dengan begitu baik.


Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah berukuran besar. Wanita di samping Nevan tampak begitu terpesona melihat apa yang kini ia lihat di depannya itu. Setelah nay Nevan segera mengajak nya untuk masuk.


“Wah rumah lo besar juga ya,” ucap nya yang hanya di balas dengan senyuman oleh Nevan. Dengan langkah besar nya kini Nevan membawa gadis tersebut menuju ke arah kamar nya. Hingga wangi maskulin yang begitu khas kini menyapa indra penciuman mereka.


Nevan kini berjalan ke arah lemari yang berada di dekat meja belajar nya mengeluarkan sebuah alat tato. Wanita tersebut kini mengikuti Nevan lalu mereka duduk di salah satu sofa yang berada di kamar Nevan.


“Kupu-kupu?” tanya nya yang membuat Nevan kini menganggukkan kepalanya setuju.


“Dimana?” tanya Nevan lagi. Senyuman menggoda tersebut kini muncul kembali hingga tanpa tahu malu nya kini wanita tersebut membuka sebagian baju nya.


“Disini,” ucapnya sambil menunjuk bagian tengah dada nya. Nevan hanya menurut lalu setelahnya ia mulai menggambar dengan apa yang diinginkan wanita di depannya itu.


Sebuah sapuan lembut di punggunG van membuat Nevan kini tersenyum dengan begitu sinisnya.


“Lo harus tahan sebentar untuk mendapatkan hasil yang bagus,” ucap Nevan yang membuat gadis tersebut kini terkekeh mendengar nya.


Setelah selesai kini Nevan tampak mencium hasil karya nya itu yang membuat gadis tersebut kini tersenyum senang. Nevan kini segera berdiri lalu menuju ke arah ruang rahasia nya, mengambil sebuah botol alkohol di sana. Menuangkannya ke dalam gelas lalu memberikannya pada wanita di depannya itu.


“Minumlah,” perintah nya dengan suara tegas nya. Gadis tersebut hanya mengikuti lalu setelah nya ia segera menenggak minumannya.


“Sebuah obat? Kau meragukan kekuatan ku?” tanya wanita tersebut yang kali ini berhasil membuat Nevan tertawa mendengar nya lalu menggelengkan kepalanya.


“Gue cuma terlalu percaya sama diri gue,” ucap Nevan yang membuat wanita tersebut kini menganggukkan kepalanya.


Sebuah ciuman yang begitu menuntut dari wanita tersebut kini menyerang Nevan. Namun tak lama sehingga wanita tersebut merasakan pusing dikepalanya. Melihat itu Nevan segera bangkit dari posisi nya.


“Sangat menjijikkan,” ucap Nevan lalu setelah nya ia segera menghapus bibir nya.


Nevan menarik wanita yang kini sudah tertidur tersebut lalu segera membawanya untuk keluar dari kamar nya. Banyak pelayan yang kali ini melihat Nevan dari wanita tersebut yang keluar dari kamar dengan bergandengan.


Melihat pemandangan tersebut sudah biasa bagi mereka, melawan pun mereka tak akan berani jadi mereka memilih untuk diam saja.


Setelah nya Nevan kini membawa nya menuju ke arah mobil lalu mengantarnya ke sebuah hotel. Di tempat dengan banyak cctv.


“Keluar lah, ikuti orang dengan jaket hitam itu. Turuti semua perintah nya,” tegas Nevan yang segera dituruti oleh wanita tersebut yang segera keluar dari mobil Nevan.


Kini ia seperti orang bodoh yang hanya mengikuti apa yang dikatakan pada nya. Nevan yang melihat itu hanya tersenyum dengan senyuman licik nya lalu setelahnya ia segera mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi teman nya.


“Gue tunggu di tempat biasa,” tegas Nevan. Tanpa menunggu jawaban dari temannya itu Nevan dengan segera mematikan sambungan teleponnya.


Setelah memastikan semua nya aman ia dengan segera pergi dari sana menuju ke arah tempat nya selama ini melakukan aksi nya.


***