
“Om, Tante. Casia bener-bener minta maaf atas kejadian yang terjadi sekarang,” ucap Casia yang kali ini menatap Alex dan Rindai dengan bergantian dengan tatapan bersalah nya.
“Om cukup kecewa atas tindakan Alister, tapi Om tau Alister pasti punya alasan sendiri melakukan itu. Dan yang lebih membuat Om kecewa adalah saat kejadian penculikan tidak ada yang memberitahu Om dan Tante. Om tau, kalian adalah orang tua Aruna. Namun bagaimanapun Aruna adalah cucu kandung Om dan Tante,” ucapan yang tegas dan menusuk tersebut kinimembuat Casia dan Bagas terdiam. Merasa bersalah, sebenarnya mereka tak memberitahu karena tak ingin memberikan beban pada sepasang suami istri yang sudah tak lagi muda itu. Apa lagi mereka masih bisa untuk menangani nya.
"Maaf Om, lain kali kita akan lebih berhati-hati menjaga Aruna. Dan akan memberitahu Om Alex mengenai Aruna," ucap Bagas yang kali ini mewakili keluarganya untuk meminta maaf pada Alex.
"Lain kali? Semua itu keputusan ada di tangan Aruna. Entah bisa lain kali, atau selanjutnya kalian lah yang mendengar kabar Aruna dari saya, ucap Alex yang membuat Casia kini terdiam mendengar nya.
"Kami meminta kesempatan pada Om untuk kembali menjaga Aruna," ucap Casia dengan tatapan penuh harap nya.
"Semua keputusan ada di tangan Aruna. Saya kembali memberi kalian kesempatan, karena melihat kalian yang pernah menjaga Aruna dengan baik," ucap Alex yang membuat Casia dan Bagas kini memejamkan matanya sambil saling bergenggaman tangan, memberikan kekuatan satu sama lain.
Mereka begitu berharap jika Aruna mau untuk bersama mereka lagi dan Alister berhasil meyakinkan Aruna.
Tak lama kini terlihat Alister yang masuk ke rumah Alex dengan bergandengan tangan bersama Aruna. Melihat hal tersebut Casia tersenyum. Seolah melihat harapan besar di depannya jika Aruna mau untuk kembali bersama dengan mereka.
Alex menatap Alister kini dengan tatapan tajam nya. Sedangkan Aruna kini menggenggam tangan Alister dengan begitu erat.
"Sepertinya, hubungan kalian sudah membaik? Duduk lah," perintah Alex yang dengan segera dituruti oleh Alister dan Aruna yang kini sudah duduk di sofa yang berada di sana.
"Bagaimana Aruna? Ingin kembali ke Indonesia?" Tanya Alex pada Aruna dengan tatapan teduh nya. Aruna terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Opa berikan kesempatan untuk kalian memperbaiki ini. Casia, Bagas. Om percayakan Aruna pada kalian, jangan rusak kepercayaan Om," ucap Alex memperingati Casia dan Bagas yang kali ini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Alex. Mereka jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan oleh Alex pada mereka begitu saja.
"Dan Alister. Kedepannya, apapun yang terjadi. Apapun yang kamu rencanakan terbuka lah pada orang sekitar. Jika tidak bisa pada Aruna, maka terbuka pada Opa. Jangan sakiti cucu Opa, bahkan jika suatu saat kamu mulai tidak mencintainya dan menemukan cinta baru jangan katakan pada Aruna itu akan menyakitinya karena di usir secara halus oleh orang yang dicintainya, katakan saja pada Opa biar Opa yang membawanya pergi dengan paksa," ucap Alex kali ini beralih memberikan nasihat pada Alister yang kini semakin menggenggam tangan Aruna dengan begitu erat nya. Menunjukkan pada siapapun yang berada di sana jika ia tak akan melepaskan Aruna.
"Opa tenang saja. Alister gak akan nyakitin Aruna lagi, dan Alister akan menjaga Aruna, tak akan melepaskan Aruna," ucap Alister sambil minat ke arah Aruna dengan begitu lembut nya. Aruna yang melihat nya kini tersenyum dengan begitu lembut, merasa terharu dengan ucapan Kakek nya dan Alister.
"Opa percaya sama kamu, jangan hancurkan kepercayaan Opa," ucap Alex yang Alister balas dengan anggukan.
"Dan Aruna. Kedepannya jangan langsung pergi begitu saja saat kamu memiliki masalah. Dan jangan suka mengadu pada keluarga kamu sendiri saat memiliki masalah dengan pasangan kamu. Bayangkan jika kamu terus mengatakan permasalahan kamu dengan Alister pada Opa dan Oma, bagaimana jika Opa dan Oma pada akhirnya membenci Alister? Opa dan Oma bisa saja meminta kamu berpisah dengan Alister sedangkan kamu masih mencintai dia," ucap Alex dengan begitu lembut nya pada cucu nya tersebut yang kali ini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Alex.
"Dengan kamu menceritakan masalah kalian ataupun keburukan pasangan pada orang tua atau keluarga, sama saja kamu sedang meminta mereka membenci pasangan kamu. Kedepannya, kalian lebih dulu membicarakan masalah kalian. Jika tidak memiliki titik temu penyelesaian, silahkan kan bercerita pada kami tanpa menjelekkan pasangan kalian," ucap Alex yang kali ini kembali melanjutkan ucapannya memberikan nasihat pada Aruna yang kali ini menganggukkan kepalanya.
"Sudah lah kalian pasti lelah karena baru sampai langsung membicarakan masalah yang terjadi. Kalian istirahatlah. Pelayan sudah menyiapkan kamar untuk kalian," ucap Alex sambil memerintahkan pelayan mengantar tamu mereka untuk menuju kamar mereka masing-masing.
"Terima kasih Om," ucap Bagas mewakili keluarganya.
"Hm istirahat lah," ucap Alex.
Tak lama Bagas juga Casia kini segera menuju ke kamar mereka yang sudah disediakan. Aruna kini mengantar Alister menuju kamar laki-laki tersebut.
Masalah tersebut benar-benar menjadi sebuah pelajaran besar untuk mereka semua tentang sebuah kepercayaan dan bagaimana cara menghargai pasangan mereka. Bagaimana cara bersikap dan menghargai pasangan.
"Denger ucapan Opa tadi? Jangan langsung ngambek. Kedepannya kita selesaikan masalah kita sendiri tanpa di ketahui orang tua kita hm?" Pinta Alister pada Aruna saat kini mereka tengah berjalan bersama di tangga menuju ke arah kamar Alister yang berada di depan kamar Aruna.
"Iya denger," ucap Aruna dengan mengerucutkan bibirnya yang membuat Alister terkekeh mendengar nya. Dengan gemas kini Alister mengelus puncak kepala Aruna sayang.
"Besok kita masih di sini kan? Aruna masih pengen liburan," ucap Aruna dengan cengirannya yang membuat Alister kini terkekeh mendengar nya.
"Kita gak bisa lama-lama. Kamu harus sekolah, bentar lagi mau ujian kelulusan," ucap Alister memperingati yang membuat Aruna kini menghembuskan nafas nya kasar mendengar nya.
Mau tak mau akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya.
"Sudah, masuk sana," perintah Alister saat kini mereka sudah berada di depan kamar Aruna.
"Kakak istirahat ya. Nanti sore temenin Aruna main," ucap Aruna yang Alister balas dengan senyuman dan anggarannya.
"Iya sayang. Udah sana masuk," ucap Alister yang kini berhasil membuat Aruna tertipu mendengar nya. Setelahnya ia segera masuk dengan pipi nya yang sudah memerah karena malu mendengar panggilan Alister padanya. Masih belum terbiasa dengan panggilan tersebut.
Kedepannya mungkin ia akan sering mendengar nya karena kini Aruna berjanji akan menjaga hubungan mereka dengan baik.
***