
Sudah lama rasanya bagi Alister tidak menjawab Aruna untuk bermain bersama, juga memperkenalkannya dengan teman baru Alister. Dan hari ini Alister mengajak Aruna untuk ikut dengannya ke tempat mereka biasa bermain futsal. Karena hari ini teman sekelas nya mengajaknya untuk bermain bersama.
Saat Aruna dan Alister datang banyak yang menatap mereka dengan tatapan kagumnya. Selama ini mereka hanya melihat Aruna dari foto profil Alister ataupun dari postingan Alister. Namun kali ini akhirnya mereka bisa melihat Aruna secara langsung.
"Waw kita kedatangan tamu nih hari ini," sapa salah satu teman Alister. Laki-laki dengan tubuh tinggi nya.
"Kenalin, ini Aruna tunangan gue," ucap Alister yang membuat mereka berseru saat mendengar nya.
"Wah ternyata aslinya lebih cantik ya," ucap laki-laki lainnya pada Alister. Aruna yang mendengarnya hanya tersenyum dengan canggung, sedangkan Alister kini sudah menatap teman-temannya dengan tatapan datarnya.
"Jangan macem-macem ya kalian," peringat Alister pada teman-temannya yang kini hanya tertawa sambil menganggukkan kepalanya.
"Kita mah sadar diri aja lah," ucap Teman Alister yang dijawab dengan anggukan oleh yang lainnya.
Alister sudah begitu sempurna untuk Arina, mereka jelas tak akan bisa untuk menyanyi Alister.
"Ayolah langsung main aja," ajak salah satu laki-laki yang sedari tadi Aruna sadari jika laki-laki tersebut terus menatapnya dengan tatapan datar nya yang membuat Aruna menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada laki-laki tersebut.
"Tunggu disini ya. Kalau bosen bilang aja atau gak nyaman bilang aja," ucap Alister berpesan pada Aruna yang kini menjawabnya dengan anggukan.
Tak lama Alister segera pergi menuju ke arah lapangan bersama dengan temannya yang lain. Kijh yang berada di tribun hanya Aruna juga beberapa temen Alister dan kekasih mereka. Sama seperti Aruna yang tengah menang Alister.
"Kamu dateng juga," ucap suara yang tiba-tiba muncul. Aruna sontak menoleh ke arah sumber suara dan menatap Kai yang kini berada di sana. Aruna yang melihat nya tentu saja merasa terkejut.
"Kamu kenapa bisa ada di sini?" Tanya Aruna dengan tatapan bingung nya pada Kai yang kini justru terkekeh mendengarnya.
"Sialnya aku malah satu kelas sama tunangan kamu," ucap Kai yang kini semakin membuat Aruna membelalakkan matanya terlalu terkejut mendengar ucapan Kai.
"Serius?" Tanya Aruna masih tak percaya dan kini Kai kembali menjawabnya dengan anggukan.
"Kalian yang akur ya," ucap Aruna dengan tawanya sambil menepuk pundak Kai yang kali ini hanya ikut tertawa kecil.
"Kalian saling kenal?" Tanya teman Alister yang tadi duduk tak jauh dari Aruna. Dan tampak terkejut melihat kedekatan Aruna dan Kai.
"Mantan terindah dan mantan tercantum gue," ucap Kai dengan begitu bangga nya. Aruna yang mendengar nya kini hanya memutar bola matanya. Kai yang melihat hal tersebut menaikkan sebelah alisnya. Sedangkan temannya yang mendengar jawaban Kai kini tampak terkejut.
"Kai, jangan mulai ya," ucap Aruna memperingati Kai yang malah hanya tertawa.
"Iya iya," ucap Kai dengan patuh.
"Kai, ganti gue," teriak sekarang laki-laki yang sedari tadi menatap Aruna dengan tatapan tak suka.
Kai yang mendengar nya kini hanya mengagungkan jempol nya lalu segera menuju ke arah lapangan.
"Aku kesana dulu ya cantik," godaan Kai yang masih saja bisa untuk mengatakan hal tersebut sambil mengelus puncak kepalanya dengan lembut.
"Gue patahin tangan lo Kai," maki Alister di tengah lapangan pada Kai yang kini hanya mengedikkan bahunya.
Aruna yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya.
"Gak bisa akur emang," ucap Aruna tak habis pikir dengan tunangan dan mantan kekasih nya itu.
"Kalian udah kenal lama?" Tanya laki-laki yang tadi bertanya tentang hubungannya dan Kai. Aruna kini tampak mengerutkan kening nya mendengar pertanyaan laki-laki tersebut.
"Siapa? Aku sama Kai? Atau sama Kak Alister?" Tanya Aruna dengan tatapan bingung nya.
"Dua-duanya," ucap nya.
"Kalau sana Kak Alister kayaknya dari pas masih dalam kandungan. Orang tua kita sahabatan. Kalau sama Kai dari SMP kelas satu," jelas Aruna yang membuat laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya.
"Kenalin gue Jacob," ucap laki-laki yang kini duduk di samping Aruna. Aruna yang mendengar nya, menoleh ke arah laki-laki tersebut sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum menyapa ke arah Jacob.
"Kayaknya lo bahagia banget ya sama Alister,"ucap nya dengan begitu pelan. Aruna yang mendengar nya kini menaikkan sebelah alisnya tak mengerti dengan pertanyaan laki-laki di samping nya itu. Hal seperti itu, untuk apa di pertanyaan? Tentu saja ia merasa bahagia, jika tidak merasa bahagia tidak mungkin Aruna akhirnya memutuskan untuk bertunangan dengan Alister.
"Kalau gue minta kebahagian lo itu gimana?" Tanya Jacob yang kini membuat Aruna sontak melihatnya dengan tatapan tajam nya yang begitu membunuh. Jika ini hanya candaan, ini sama sekali tidak lucu dan Aruna membenci itu.
"Cewek cantik kayak lo kalau marah serem juga ya," ucap nya dengan terkekeh ringan. Aruna sama sekali tidak peduli dan tetap menatapnya dengan tajam.
"Aku gak tau, mau kamu apa. Tapi aku peringatan sama kamu untuk gak cari masalah sama kita," peringat Aruna pada Jacob yang kini tertawa hambar, namun tak lama ia menghentikan tawa nya dan menatap Aruna dengan tajam.
"Kenapa? Lo masih punya Kai kan? Dia juga ganteng dan kaya," ucap Jacob. Tangan Aruna kini sudah mengepal dengan begitu erat nga. Cukup sudah menurut nya ini bukan candaan, ini sudah keterlaluan.
"Dasar orang sakit, gila." Aruna memakai tepat di wajah Jacob. Menekat setiap kata yang ia ucapkan. Suara mereka yang berbincang dengan pelan membuat tak ada yang bisa mendengar perbincangan merek.
"Kak Al. Aruna mau pulang," tegas Aruna berteriak pada Alister tanpa sedikitpun mengalihkan tatapannya yang tajam itu dari Jacob yang kini juga menatapan nya dengan senyuman sinisnya.
Kai dan Alister yang mengetahui jika kini Aruna tengah marah mengerutkan keningnya bingung. Karena mereka berdua begitu tahu bagaimana Aruna yang selalu sabar dan tak mudah marah.
"Samperin," perintah Kai pada Alister yang masih di tempat nya menatap Aruna yang kini sudah pergi lebih dulu.
"Mar, main," teriak Kai pada salah satu teman mereka yang kini menatap bingung ke arah Alistet dan Aruna.
Aruna kini masuk ke dalam mobilnya dengan perasan kesal nya. Bahkan ia membanting pintu dengan keras.
"Tenang Aruna. Dia cuma orang sakit, dan Alister masih normal," ucap Aruna berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia jelas mengerti dengan keadaan Jacob hanya dengan melalui kata-kata yang diucapkan laki-laki tersebut.
Alister yang baru saja tiba dan masuk ke mobil kini menatap Aruna dengan tatapan bingung nya.
"Kenapa hm? Ada yang ganggu kamu?" Tebak Alister. Pasalnya ini bukan yang pertama kali Alister mengajak Aruna berkumpul bersama dengan teman-temannya, namun baru kali ini Aruna mengajaknya pulang lebih dulu dan dalam keadaan marah.
"Kamu tau temen kamu itu ada yang sakit Kak," ucap Aruna dengan menggebu-gebu yang membuat Alister kini mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Aruna.
"Maksud kamu apa, siapa yang sakit?" Tanya Alister dengan bingung. Aruna menghembuskan nafas nya dan menatap Alister dengan tatapan serius nya.
"Aruna bilang gini bukan karena Aruna pengen Kakak jauhin dia atau buat Kakak memandang dia sebelah mata ya," peringat Aruna terlebih dulu pada Alister yang kini tampak mengerutkan kening nya. Namun tetap saja akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Aruna.
"Jacob gay," ucap Aruna yang kini tampak membuat Alister kini terkejut mendengarnya. Alister tahu jika Aruna kini tengah berkata dengan serius. Karena jika tidak, tidak mungkin ia akan sejarah tadi.
"Dia suka sama Kakak," lanjut Aruna dengan tatapan sendu nya. Alister yang mendengar hal tersebut, tersenyum dengan begitu menenangkan lalu ia memeluk Aruna dengan begitu lembutnya.
"Gak perlu dipikirin. Meskipun dia suka kakak, Kakak suka nya kamu. Lagian Kakak masih normal, buat apa kamu terlalu serius sama ucapannya? Dia emang sakit, tapi Kakak engga," ucap Alister berusaha untuk menenangkan Aruna sambil mengelus punggung Aruna dengan sayang.
"Aruna tau, tapi tetep aja kesel denger nya," papar Aruna yang membuat Alister kini terkekeh mendengar nya.
"Sama cewek aja kamu gak pernah sejarah ini, ini malah cowok jadi sejarah ini," ucap Alister dengan tawa nya yang membuat Aruna kini mengerucutkan bibirnya lucu.
Alister menguraikan pelukannya lalu menangkup wajah Aruna dengan sayang.
"Jangan marah lagi hm," pinta Alister yang Aruna balas dengan anggukan.
"Dan tentang Jacob, Aruna gak mau kalah Kakak malah menjauh dan memandang dia sebelah mata. Aruna mau Kakak arahin dia ke jalan yang bener, tapi tetep harus jaga jarak biar dia gak makin suka sama Kakak," peringat Aruna yang Alister balas dengan anggukan. Bahkan di saat sedang marah seperti ini pun Aruna masih memikirkan tentang Jacob.
"Kita pulang ya," ajak Alister yang selanjutnya Aruna balas dengan anggukan.
***