Aruna Story

Aruna Story
Arena Pacu



Aruna kini sudah tampak begitu rapi dengan dress yang digunakannya. Dengan langkah pelannya kini ia berjalan ke arah ruang makan. Hingga saat sampai di ruang makan kini di lihat nya Kakek dan Nenek nya sudah berada di sana.


"Cucu Oma udah cantik aja. Mau kemana sayang?" Tanya Rindia pada cucu nya tersebut dengan senyuman lembut nya kini menyapa Aruna yang berjalan ke arah nya.


"Aruna pengen jalan-jalan Oma," ucap Aruna dengan senyumannya yang dijawab dengan anggukan oleh Rindia.


"Boleh. Kamu tenang diri dan liburan di sini. Nanti Opa minta Darla buat temenin kamu,"ucap Alex pada cucu nya yang kini menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


Aruna kini memilih untuk duduk di depan Nenek nya. Pelayan yang melihat itu segera menyiapkan makanan untuk Aruna sarapan. Dengan begitu santainya Aruna kini memakan makanannya.


Hingga tak lama setelah selesai dengan makananya. Aruna memutuskan untuk berpamitan pada Kakek dan Nenek nya. Alex sudah memerintahkan Darla, pengawal perempuan yang waktu itu menjemput Aruna di bandara untuk menemani Aruna kali ini.


"Darla, aku ingin berkuda. Bisakah kau membawa ku?" Tanya Aruna pada Darla meminta nya untuk membawa Aruna berkuda.


Selain menyukai Skateboard. Aruna juga menyukai kuda. Ia begitu pandai berkuda. Ayah nya dulu begitu suka berolahraga hingga Aruna pun bisa banyak jenis olahraga.


"Baik Ms." Darla menyetujui. Ia meminta sopir keluarga Alexander menuju ke arah arena kuda milik keluarga mereka.


Selama di perjalanan Aruna hanya diam saja. Memandang keluar jendela mobil. Lama tak datang membuat nya tak mengenali jalan yang sudah banyak berubah ini. Perkembangan yang begitu pesat.


Dengan langkah tegas nya kini Darla memimpin langkah membawa Aruna memasuki Arena untuk berganti pakaian. Karena niat awalnya ia hanya ingin jalan-jalan ke mall. Namun kini malah tiba-tiba saja ia menginginkan untuk berkuda.


Tak membutuhkan waktu lama untuk Aruna berganti pakaian. Kini ia sudah terlihat begitu cantik dengan celana legging nya dan kaos nya. Ia kini juga sudah menggunakan pengaman untuk bermain kuda.


"Ms. Anda bisa memilih kuda Anda," ucap Darla.


Aruna melihat kuda yang berada di sana. Hingga tatapannya tertuju pada kuda berwarna putih bersih yang kini melihat ke arahnya dengan tatapan sendu nya. Aruna menghampiri nya dan mengelus kuda tersebut.


"Ms. Kuda ini baru datang beberapa waktu lalu. Kita belum pernah mencoba nya. Lebih baik gunakan yang lain saja," ucap Darla. Namun Aruna kini menggelengkan kepalanya. Melihat tatapan kuda tersebut. Ia seperti kesepian dan belum terbiasa. Hak tersebut membuat Aruna merasakan apa yang oleh kuda tersebut.


"Aku ingin yang ini," ucap Aruna dengan tegas nya. Darla sudah ingin protes namun Aruna lebih dulu mengangkat tangannya menandakan ia tak ingin mendengar apapun lagi. Akhirnya mau tak mau kini Darla menurutinya.


Membawa kuda tersebut ke arena pacu kuda. Aruna sudah lebih dulu menuju ke arena pacu. Kini ia hanya menunggu kuda nya. Hingga tak lama kuda milik nya datang. Senyuman Aruna mengandung ia mengambil alis kuda tersebut, mengelus dengan begitu lembut.


"Ingin beradaptasi bersama? Mari kita bahagia bersama," ucap Aruna pada kuda nya tersebut sambil menepuk nya dengan begitu lembut nya. Aruna segera naik ke atas kuda tersebut. Hingga tak lama ia mulai menungganginya. Darla mengikuti di belakang nya. Dengan kuda lain, karena takut terjadi sesuatu pada atasannya itu karena arena pacu tersebut memiliki jarak yang cukup jauh.


***