
Senyuman cerah yang dua hari belakangan ini tak terlihat kini akhirnya terlihat kembali. Aruna kini tampak memamerkan senyum nya dengan begitu indahnya. Menuju ke arah ruang keluarga yang kini sudah ada keluarga nya dan keluarga Alister juga Alister yang berada di sana.
“Nah itu Aruna, udah cantik aja. Mau kemana sayang? Udah rapi gitu?” tanya Casai saat melihat Aruna yang kini sudah rapi dengan jaket mantel dinginnya mengingat suhu di luar ruangan yang kini begitu dingin karena sedang memasuki musim semi.
“Mau jalan sama Al, Bun,” ucap Alister dengan senyumannya menjawab pertanyaan Ibu nya itu yang kali ini menjawabnya dengan anggukan.
“Kalian hati-hati ya,” ucap Casia yang Aruna balas dengan anggukan. Aruna dan ALister kini bergantian untuk bersalaman pada kedua orang tua Alister juga Kakek dan Nenek Aruna.
“Assalamualaikum,” salam Aruna dan Alister bersamaan.
Setelah nya mereka segera pergi dari sana. Sore ini Alister memang sengaja akan mengajak Aruna jalan-jalan. Karena mereka lusa sudah akan kembali ke Indonesia. Jadilah kini mereka memilih untuk memakai waktu mereka sebaik mungkin.
Alister kini melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju ke arah Luna Park Sydney karena kini mereka berencana untuk menghabiskan waktu mereka di sana. Dan semua ini keinginan Aruna yang ingin menghabiskan waktu untuk bermain.
Mengingat terakhir ia bermain wahana saat kaki nya belum sembuh. Kini ia ingin kembali menikmati waktunya saat ia sudah sembuh.
Tak membutuhkan waktu lama kini akhirnya mereka sudah sampai di tujuan mereka. Tanpa menunggu Alister membukakan pintu untuknya kini Aruna segera keluar karena terlalu bersemangat untuk berada disana.
Alister yang melihat hal tersebut kini hanya menggelengkan kepalanya. Senyuman nya kini mengembang melihat bagaimana ARuna yang begitu antusias.
Alister berjalan ke arah Aruna lalu menggenggam tangan Aruna dengan begitu erat nya lalu ngajak Aruna untuk memasuki tempat tersebut. Aruna yang begitu bersemangat kini membawa Alister untuk berlari memasuki tempat tersebut.
“Jangan lari-lari Aruna,” peringat Alister pada Aruna yang kini hanya nyengir mendengar ucapan Alister.
Dengan begitu bersemangat nya kini ARuna mengajak Aliste untuk mengantari menaiki bianglala.
“Semangat banget sih,” ucap Alister yang membuat Aruna kini hanya nyengir mendengar nya.
“Iya dong Kak, Aruna udah lama gak kesini, banyak wahana yang pengen Aruna cobain,” ucap Aruna dengan senyumannya yang membuat Alister kini terkekeh sambil mengelus puncak kepala Aruna dengan begitu sayang nya.
Setelah lama mengantri untuk membeli tiket, kini akhirnya mereka bisa untuk menaiki wahana tersebut. Aruna kini tampak begitu bersemangat menaiki bianglala tersebut.
“Besok Kakak ajak kamu buat naik kapal di sana,” ucap Alister sambil menunjuk ke arah lautan yang kini terhampar luas. Aruna yang mendengar nya kini sontak menoleh ke arah Alister dengan tatapan tak percaya nya. Alister yang melihat nya kini menganggukkan kepalanya, meyakini Aruna.
“Ahh makasih kak,” ucap Aruna yang membuat Alister terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah menaiki wahana tersebut kini mereka menaiki wahana lainnya. Mulai dari yang tidak ekstrim sampai yang ekstrim. Dan semua itu adalah keinginan Aruna.
Hingga kini Aruna menarik Alister menuju ke arah stand game yang bisa mendapatkan hadiah.
“Kakak harus berhasil ya,” ucap Aruna dengan begitu bersemangat nya sambil memberikan pistol mainan yang diberikan oleh penjaga stand pada Alister. Alister yang mendengar ucapan memaksa dari tunangannya itu hanya memutar bola matanya.
“Kakak gak janji ya,” ucap Alister yang membuat Aruna kini mengerucutkan bibirnya namun akhirnya tetap saja ia mengangguk kan kepalanya.
Alister mulai mengarahkan pistol yang di pegang nya lalu setelah nya ia segera membidik balon di depannya tembakan pertama tepat mengenai sasaran dan hal tersebut membuat Aruna kini membelalakkan matanya melihat hal tersebut.
“Wah,” ucap Arua dengan begitu heboh nya kini mulai bertepuk tangan.
Alister yang melihat nya kini hanya terkekeh lalu mulai mengarahkan pistolnya kembali. Hingga saat tembakan ketiga semua nya berhasil. Aruna dengan begitu heboh nya bertepuk tangan.
Setelah mendapatkan boneka yang diinginkan kini Alister mengajak Aruna untuk segera pergi dari sana.
“Suka?” tanya Alister yang dijawab dengan anggukan oleh Aruna. Tentu saja ia begitu menyukai boneka tersebut yang merupakan karakter yang disukai nya.
“Mau kemana lagi?” tanya Alister pada Aruna yang kini tampak berpikir.
“Mau cotton candy,” ucap Aruna sambil menunjuk penjual yang berada tak jauh dari sana. Alister menggenggam tangan Aruna lalu membawanya menuju ke arah penjual tersebut.
Setelah membeli apa yang Aruna inginkan. Kini mereka memutuskan untuk duduk di salah kursi yang berada di sana sambil menikmati cotton candy yang dibeli oleh Aruna. Menikmati waktu mereka selama berlibur ini.
***