
Aruna kini membuka matanya dan hal pertama yang dilihat nya saat ini adalah kamar hotel yang terlihat begitu luas dan mewah.
“Udah bangun Aruna?” tanya sebuah suara yang membuat Aruna kini dengan segera melihat ke arah nya dan mendapati Jacob dengan gelas wine di tangannya tengah tersenyum dengan begitu sinis pada nya.
Aruna sontak bangun dari tidur nya dan mengubah posisi nya menjadi duduk.
“Apa yang kamu mau?” tanya Aruna dengan tatapan tajam nya pada Jacob yang kini justru terkekeh mendengar ucapan Aruma.
“Menurut lo?” tanya Jacob yang kini malah balik bertanya pada Aruna dengan senyuman evil nya. Jacob mendekatkan dirinya pada Aruna yang sontak membuat Aruna turun dari ranjang nya dan berjalan mundur ke arah pintu membuat Jacob tertawa dengan begitu sinis melihat nya.
“Jangan macem-macem Jacob," tegas Aruna pada Jacob yang kini menaikkan sebelah alisnya dengan senyuman evil nya. Berjalan mendekat ke arah Aruna yang kini terus mundur kebelakang.
"Gue cuma mau ngebuktiin ucapan lo Aruna. Gue mau liat apa reaksi gue kalau liat cewek cantik dan katanya banyak cowok menggoda kayak lo," ucap Jacob yang kini semakin membuat Aruna ketakutan mendengar nya.
Aruna dengan air matanya yang kini mengalir dengan begitu derasnya. Jacob yang melihat nya hanya tertawa lalu menarik Aruna dan menggendong nya menuju ke arah ranjang. Menghempaskan tubuh gadis tersebut di sana.
"Jangan Jacob, aku mohon," tangis Aruna saat kini Jacob sudah mendekatkan wajah nya dan akan mencium Aruna. Tangan Aruna kini sudah di pegang dengan erat oleh Jacob.
Namun saat jarak wajah mereka hanya tersisa beberapa senti kini pandangan Aruna mulai kabur. Ia mulai kehilangan kesadarannya.
***
Alister bersama dengan sahabat nya yang lain juga polisi yang di bawanya kini sudah bersiap untuk menuju ke arah tempat di mana Aruna kini berada. Tak membutuhkan waktu lama. Kini mereka sudah sampai di sebuah hotel yang menjadi tempat Aruna di sekap.
“Lo tenang aja. Bukannya kata lo dia gay?” tanya Irgi juga berusaha menenangkan sahabat nya itu. Alister yang mendengar nya kini menghembuskan nafas nya kasar sambil menganggukkan kepalanya. Berusaha untuk meyakinkan dirinya jika Aruna akan baik-baik saja.
Dengan langkah cepat nya kini mereka menuju ke arah kamar Aruna berada, setelah polisi meminta kunci cadangan untuk kamar di mana Aruna berada. Setelah mencari tahu dimana kamar tempat Jacob menyekap Aruna.
"Gue pastiin lo nyesel cari masalah sama gue," tegas Alister dengan tangannya yang kini sudah mengepal. Dengan langkah tegas nya kini Alister menyusuri koridor hotel.
Saat sampai di depan kamar hotel yang Aruna tempati, Alister dengan segera membukanya. Hingga tatapannya kini membelalak saat melihat Aruna yang hanya ditutupi oleh selimut.
Kai juga yang lainnya pun kini tak kalah terkejut nya. Mereka mengalihkan tatapan mereka. Sedangkan Alister kini segera menuju ke arah Aruna dan menutupi seluruh tubuh gadisnya itu dengan selimut.
Tak lama seorang laki-laki keluar dari kamar mandi. Kai yang sedari tadi menahan amarah nya kini ia sudah tak bisa lagi menahan amarah nya. Hingga Kai menghampiri nya dan langsung memukul laki-laki tersebut yang sontak tersungkur.
"Kai udah, udah ada polisi yang nangin," ucap Irgi berusaha menenangkan Kai. Kai bahkan kini sudah dipegang oleh Irgi dan Dery.
"Gue pastiin lo gak akan diterima di kampus manapun, dan perusahaan lo, gue jamin gak akan baik-baik aja," tegas Kai yang setelah nya segera pergi dari sana. Mengejar Alister dan Aruna yang sudah lebih dulu keluar dari sana. Berada terlalu lama dalam satu ruangan dengan Jacob hanya akan membuat nya semakin marah.
Alister dan Casia, segera membawa Aruna menuju rumah sakit. Namun sebelum itu, Casia meminta pelayan di rumah nya untuk membawakan pakaian untuk Aruna.
"Kamu gak papa?" Tanya Casia sambil menoleh ke arah Alister yang kini hanya menatap lurus ke depan dengan tangannya yang kini memegang setia dengan begitu erat nya.
"Bun. Ini bukan saat nya bahas hal kayak gitu. Yang terpenting sekarang kondisi Aruna," ucap Alister pada Ibu nya yang membuat wanita tersebut kini menghembuskan nafasnya sambil menganggukkan kepalanya. Mengerti dengan keadaan anaknya saat ini.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Alister melajukan mobil nya menuju rumah sakit. Kini akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Bersamaan dengan pelayan rumah Alister yang datang dengan sopir.
"Kamu keluar duluan aja, Bunda bantu Aruna pake baju dulu," ucap Casia yang Alister balas dengan anggukan.
Alister segera keluar dari mobilnya dan menunggu di depan mobilnya. Setelah selesai Casia kembali memanggil Alister. Hingga laki-laki tersebut segera menggendong Aruna menuju berangkat yang sudah disiapkan. Karena sebelumnya pelayannya sudah mendaftar terlebih dulu.
Dengan terburu-buru kini mereka mendorong ranjang rumah sakit Aruna menuju ke arah UGD.
Alister kini menggenggam tangan Aruna dengan begitu erat nya saat gadis tersebut kini tengah diperiksa oleh dokter.
"Gimana dok?" Tanya Casia mewakili semua yang berada di sana karena kini Dery, Irgi, juga Kai pun juga sudah berada di sana menunggu kabar Aruna.
"Pasien hanya shock dan mengalami trauma. Kita akan memberinya infus dan memindahkannya ke ruang rawat," ucap dokter tersebut dengan menenangkannya. Semua bernafas lega begitu pun dengan Alister yang kini rasanya sudah lemas.
"Terima kasih dok," ucap Casia yang di jawab dengan anggukan oleh dokter tersebut.
"Al, kita bicara sebentar," pinta Casia pada Alister yang kini menghembuskan nafas nya sambil menganggukkan kepalanya.
Mereka pun akhirnya menjauh dan berbicara berdua.
"Sebelumnya Bunda mau minta maaf ke kamu kalau menurut kamu permintaan Bunda setelah ini egois. Tapi apa boleh Bunda minta kamu buat jangan ninggalin Aruna?" Tanya Casia dengan tatapan sendu nya pada Alister. Memohon pada anaknya sendiri agar tidak meninggalkan Aruna. Alister yang mendengarnya kini tersenyum ke arah Ibu nya itu.
"Bunda bicara apa? Apa Bunda pikir Alister akan ninggalin Aruna? Percaya sama Alister, bahkan dengan masalah ini sekalipun Alister akan menerima Aruna dan tidak akan meninggalkan Aruna," ucap Alister dengan senyuman menenangkannya pada Casia yang kini sudah menangis.
Alister membawa Ibu nya itu dalam pelukannya. Menenangkan Casia yang kini sudah menangis.
"Makasih Al," ucap Casia yang Alister balas dengan senyuman dan anggarannya.
"Kita keruangan Aruna? Dia bisa bingung kalau gak ada kita di kamar," ucap Alister, mengajak Ibunya yang setelah nya di balas dengan anggukan oleh Casia. Mereka Pun segera menuju ke arah kamar Aruna untuk menghampiri gadis tersebut.
***