
Hari yang ditunggu kini akhirnya tiba. Aruna kini sudah tampak begitu cantik dengan dress berwarna putih yang begitu indah. ress panjang yang kini membalut indah tubuh nya, bahkan kini Aruna juga menggunakan hiasan cantik di kepalanya yang menambah kesan cantik pada gadis tersebut.
Alister kini sudah lebih dulu datang ke sekolah karena ia masih harus gladi bersih. Sedangkan, Aruna akan pergi bersama dengan keluarga nya dan kedua orang tua Alister. Aruna kini begitu puas dengan hasil make up nya.
Casia yang begitu exited memang sengaja untuk meminta make up artis datang ke rumah nya untuk merias Aruna. Tak hanya make up artist. Bahkan wanita tersebut memanggil hear styles untuk mengubah Aruna yang sudah cantik menjadi lebih cantik.
“Menantu bunda udah cantik kok,” ucap Casia yang ini masuk ke kamar Aruna. Aruna yang mendengar nya kini sontak menoleh dan tersenyum ke arah Casia yang berjalan ke arah nya dan kini merangkul Aruna dari samping.
“Udah cantik kok sayang,” ucap Casia lagi.
“Bunda juga cantik banget,” ucap Aruna yang membuat Casia kini terkekeh mendengar nya.
"Ayo turun, yang lain udah nunggu," ajak Casia sambil merangkul pundak Aruna. Aruna menganggukkan kepalanya dan mereka memilih untuk segera turun. Dan benar saja, saat mereka sampai di lantai bawah kini sudah ada kakek dan nenek nya juga Bagas yang menunggu mereka.
***
Alister baru saja selesai untuk gladi bersih beberapa menit lalu. Hanya sekedar pengarahan yang diberikan oleh guru pembina.
"Gue gak liat Aruna. Gak dateng dia?" Tanya Dery yang sedari tadi mencari keberadaan Aruna. Bahkan saat datang ia tak melihat Alister yang membawa Aruna. Biasanya laki-laki tersebut selalu membawa Aruna kemanapun.
"Dateng sama orang tua gue," jelas Alister yang dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya.
“Selamat pagi untuk semua siswa dan siswi Alexander Highschool kelas dua belas untuk segera menuju lokasi kirab. Keluarga pemilik Alexander High school akan segera tiba,” suara dari pengeras suara kini mengalihkan fokus para murid AHS.
Alister segera mengajak sahabat nya untuk segera menuju ke arah tempat mereka akan memulai kirap. Kelas Alister kini berada di bagian depan. Mengingat kelas Alister adalah XII IPA 1
Saat mereka sudah memulai berbaris untuk kirab. Dua mobil sedan kini berhenti di parkiran gedung yang di gunakan untuk perpisahan. Kepala sekolah serta para petinggi sekolah lainnya kini mulai menghampiri mobil tersebut.
Alister sontak mengalihkan perhatiannya. Banyak yang kini menatap mobil tersebut penasaran siapa dengan pemilik sekolah mereka. Karena mereka yakin jika yang datang adalah pemilik sekolah mereka.
Biasanya pemilik sekolah mereka tak akan datang langsung dan hanya akan diwakilkan oleh orang kepercayaan nya saja. Namun kali ini mereka datang membuat para siswa dan siswi menjadi exited.
Hingga kini bola mata mereka membelalak saat yang keluar dari mobil salah satunya adalah Aruna. Gadis yang kini terlihat begitu cantik dengan dress nya yang berwarna putih. Alister yang melihat itu tersenyum karena terlalu terpesona dengan penampilan tunangannya itu.
“Gue sampai sekarang masih gak nyangka sekolah kita tuh punya nya Aruna,” ucap Dery dengan tatapannya yang kini menatap lurus pada Aruna.
“Mana cantik banget lagi jodoh temen gue,” ucap Irgi yang dibalas dengan dengan anggukan oleh Ivan.
“Aruna anak pemilik sekolah?” tanya suara lain yang merupakan teman satu kelas mereka.
“Kakek nya yang punya,” jawab Dery yang kali ini menimpali.
Kini Aruna juga keluarga dan keluarga Alister beserta dengan kepala sekolah juga para petinggi sekolah sudah mulai memasuki ruangan acara.
“Mantan gue mana cantik banget lagi,” ucapan yang begitu keras tersebut sontak membuat Alister kini menoleh ke belakang nya dan kini ia mendapati Kai di barisan belakang kelas nya tersenyum dengan begitu bangga ke arah Alister.
“Mantan aja bangga,” kesal Alister yang kini membuat sahabat nya yang lain hanya terkekeh mendengar nya.
Aruna kini hanya fokus dengan acara yang sedang berlangsung. Sesekali ia berbincang dengan Casia ataupun nenek nya. Hingga setelah Alister selesai wisuda nya. Laki-laki tersebut kini menghampiri Aruna dan duduk di kursi kosong di samping Aruna yang awalnya tempat Casia. Casia memilih untuk mengalah dan bergeser ke samping.
Kini mereka duduk bagian paling depan, di mana tempat para petinggi berada.
“Kamu gak sadar sedari tadi ada yang terus merhatiin kamu?” tanya Alister setelah laki-laki tersebut duduk di samping Aruna. Aruna yang mendengarnya kini menaikkan sebelah alisnya.
“Tuh yang duduk di paling ujung,” ucap Alister sambil menunjuk seorang wanita yang sedari tadi terus memperhatikan Aruna. Hingga senyuman Aruna kini mengembang saat melihat siapa wanita yang melihatnya. Wanita tersebut pun ikut tersenyum menyapa Aruna. Alister yang melihat nya kini mengerutkan kening nya bingung.
“Siapa?” tanya Alister setelah Aruna kini kembali memfokuskan penglihatannya ke arah panggung.
“Mamanya Kai,” ucap Aruna dengan senyumannya pada Alister yang kini menjawab nya dengan anggukan.
Aruna memang cukup dekat dengan orang tua Kai. Dulu ia sering datang ke rumah Kai jadi tak heran jika hubungan mereka cukup dekat.
Alister yang mendengar ucapan Aruna kini menganggukkan kepalanya. Acara terus saja dimulai, hingga akhirnya mereka sampai pada acara penutup. Setelah acara selesai mereka melakukan sesi foto bersama satu keluarga, juga Aruna dan Alister yang juga melakukan foto bersama. Mereka juga berfoto bersama dengan sahabat Alister.
“Ayo Aruna ikutan sini,” ajak Dery sambil menarik Aruna. Aruna yang mendengar nya hanya tersenyum lalu mereka mulai berpose dan melakukan foto bersama.
Selesai selesai foto bersama. Aruna berjalan ke arah Kai dan keluarga nya dan juga Shifa yang kini berada di sana. Alister segera mengikuti Aruna lalu merangkul pinggang Aruna, dengan begitu posesif nya.
“Mama,” sapa Aruna pada Rosa, ibu Kai. Wanita tersebut sontak menoleh dan tersenyum dengan begitu senang saat mendapati keberadaan Aruna di sana. Rosa langsung memeluk Aruna dengan begitu lembut nya.
“Lama gak ketemu Aruna,” ucap Rosa pada Aruna yang membuat Aruna kini tersenyum sambil mengelus punggung Rosa yang tanpa sadar kini sudah meneteskan air matanya. Merasa bersalah atas apa yang telah terjadi.
“Maafin Mama. Maaf karena memilih pergi, Mama baru tahu semua yang terjadi sama kamu setelah Mama pindah. Maaf karena karena Mama egois dan hanya memikirkan Kai yang saat itu mental nya terganggu, Mama saat itu gak mau kalau Kai semakin down akhirnya Mama memilih egois,” ucap Rosa dengan rasa bersalah nya. Aruna yang mendengar nya hanya menganggukkan kepalanya dan mengelus punggung Rosa sayang.
“Aruna sekarang udah baik-baik aja Ma. Jadi lebih baik kita lupain apa yang terjadi di masa lalu dan mulai lagi yang baru,” ucap Aruna lalu melepaskan pelukannya pada Rosa. Rosa yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya sambil menghapus air matanya.
Aruna mengelus tangan Rosa untuk menenangkan wanita tersebut.
“Makasih Aruna, sudah baik sama keluarga Papa,” ucap Arvin, Ayah Kai yang Aruna balas dengan anggukan dan senyuman.
“Oh iya, Ma, Pa. Kenalin ini Alister, tunangan Aruna,” ucap Aruna dengan senyumannya. Kedua orang tua Kai juga Kai kini membelalakkan matanya mendengar ucapan Aruna.
“Kamu udah tunangan?” tanya Kai dengan begitu terkejut nya. Aruna yang mendengar pertanyaan tersebut menganggukkan kepalanya.
“Iya dia udah jadi tunangan gue. Jadi lo jangan ada niat buat ngambil dia lagi dari gue,” peringat Alister dengan begitu tegas nya yang membuat Kai kini hanya menganggukkan kepalanya.
“Jaga dia dengan baik, jangan sakiti dia. Dia usah sayang banget sama lo. Jangan ngulangin kesalahan gue, Aruna gadis yang baik. Baik banbget malah,” ucap Kai yang kini berpesan pada Alister. Alister yang mendengar nya kini hanya menganggukkan kepalanya. Aruna tersenyum ke arah Kai dengan begitu lembut nya.
“Makasih,” ucap Aruna pada Kai yang kini menjawab nya dengan anggukan.
Setelah lama mereka berbincang akhirnya Aruna lebih dulu berpamitan untuk segera pergi. Karena keluarga nya yang lain kini sudah menunggu nya.
***