Aruna Story

Aruna Story
Time



“Harini ini mau main kemana?” tanya Alister pada kekasih nya tersebut saat kini mereka tengah berada di mobil yang berjalan.


“Hm nonton aja deh kak. Ada film Korea yang lagi tayang. {pengen nonton,” ucap Aruna mengajak Alister yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan kekasih nya itu/


“Mau kemana setelahnya?” tanya Alister lagi saat melihat Aruna yang kini kembali sibuk dengan ponsel nya sendiri.


“Jalan-jalan di mall aja,” jawab Aruna tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponselnya. Kini ia tengah serius melihat-lihat sosmed nya karena idol Koreanya yang baru saja Comeback membuat nya begitu sibuk.


“Mau makan apa?” tanya Alister lagi. Aruna yang mendengar pertanyaan dari Alister kini sontak melihat ke arah Alister dengan tatapan penuh tanya dan helaan nafas nya.


“Kakak kenapa sih?” tanya Aruna dengan tatapan penuh tanya nya pada Alister yang menurut nya begitu aneh.


“Kamu juga dari tadi sibuk sama hp mulu. Kakak diabaikan,” kesal Alister yang membuat Aruna yang mendengar nya kini menghembuskan nafas nya. Aruna menggelengkan kepalanya.


“Kakak sabar dulu ya. Ini bujang Aruna pada come back. Kakak yang cuma selingkuhan tunggu bentar,” ucap Aruna yang membuat Alister ini memutar bola matanya malas mendengar ucapan dari tunangannya itu.


“Iya-iya. Kakak cuma selingkuhan aja, selingkuhan yang berjalan seumur hidup sama kamu,” ucap Alister. Aruna yang mendengar nya kini berhasil dibuat blushing.


“Kakak jangan ngomong gitu ih,” ucap Aruna dengan wajah nya yang kini sudah memerah. Alister yang melihat wajah Aruna yang kini sudah memerah hanya tertawa kecil.


“Jadi apa selingkuhan kamu ini juga harus beliin album?” tanya Alister dengan senyuman lebar nya pada Aruna hingga kini mata nya bahkan menghilang karena tersenyum pada Aruna. Aruna yang mendengar nya tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


“Sebelumnya Aruna udah beli tapi cuma dua. Setelah ngeliat teaser nya, semua nya bagus Kak. Jadi kayaknya Aruna harus beli semua versi,” ucap Aruna dengan wajah memelas nya yang membuat Alister kini terkekeh mendengar nya namun tetap saja ia mengangguk kan kepalanya mendengar permintaan tunangannya itu.


“Beli aja. Nanti Kakak yang bayar. Biasanya ada printilannya kan? Mau beli juga?” tawar Alister yang kini dibalas dengan anggukan semangat oleh Aruna.


“Ok kita beli ya,” ucap Alister sambil mengacak rambut gadisnya itu sayang.


Alister memang tak pernah melarang Aruna menyukai idol Korea, selagi itu bukanlah hal yang buruk Alister akan selalu mendukungnya dan menuruti keinginan Aruna. Jika itu membuat Aruna bahagia maka ia akan selalu mendukung nya.


Bahkan ia tak mempermasalahkan Aruna yang memanggilnya sebagai selingkuhannya karena ia tahu meskipun Aruna berkata demikian, kelak yang akan menjadi suaminya tetap saja dirinya.


“Chanyeol jidat gini makin ganteng dih kak. Ah Aruna makin suka,” ucap Aruna dengan senyumannya. Alister yang mendengar nya kini hanya menggelengkan kepalanya.


“Meskipun cuma sekali Aruna harus bisa ketemu sama dia, dan Kakak harus nemenin Aruna,” ucap Aruna dengan tegas nya yang membuat Alister kini menganggukkan kepalanya.


“Pasti Kakak temenin. Kalau gak begitu siapa yang bakalan jagain kamu?” tanya Alister yang membuat Aruna kini tertawa mendengar nya. Tunangannya itu memang yang paling baik.


“Kakak terbaik,” ucap Aruna sambil mengacungkan jempol nya.


Terlalu larut dalam pembicaraan mereka kini akhirnya mereka sampai di sebuah mall yang mereka kunjungi untuk menonton dan sekedar jalan-jalan.


Alister terlebih dulu keluar dan membukakan pintu untuk Aruna. Aruna tersenyum dengan begitu manis melihat perhatian Alister untuk nya.


“Makasih Kak,” ucap Aruna iyang Alister balas dengan anggukan.


Kini mereka berjalan bersama memasuki mall tersebut dengan Alister yang terus saja menggenggam tangan Aruna. Mengajak gadisnya itu untuk masuk.


“Mau beli pocrown?” tanya Alister yang Adisti balas dengan anggukan. Mereka berjalan bersama menuju ke arah penjual minuman dan popcorn di depan bioskop tersebut.


Setelah memesan makanan dan minumannya kini mereka menuju ke arah sofa tunggu yang berada di sana. Menunggu hingga waktunya mereka memasuki ruang teater.


“Kak minggu depan Aruna sama Shifa Mutia mau ke acara nobar ya,” izin Aruna pada Alister yang kini menaikkan sebelah alisnya.


“Ada film pacar ke enam Aruna yang tayang,” jelas Aruna yang membuat Alister kini memutar bola matanya mendengar ucapan Aruna namun akhirnya tetap saja ia menganggukkan kepalanya.


“Kakak anter ya,” ucap Alister yang Aruna balas dengan anggukan semangat nya.


Tak lama mereka menunggu kini akhirnya mereka memasuki ruang teater.


“Dingin?” tanya Alister saat Aruna kini menurunkan lengan baju nya hingga telapak tangannya sambil memegang minuman dinginnya.


“Minumannya dingin,” jelas Aruna yang membuat Alister kini segera mengambil minumannya dan memegang nya.


“Kakak yang pegang,” ucap Alister yang membuat senyuman Aruna kini mengambang melihat nya. Aruna hanya menganggukkan kepalanya.


“Makasih Kak,” ucap Aruna yang Alister balas dengan anggukan.


Selama menonton kini Aruna tampak begitu serius menonton nya, Alister pun demikian. Karena Aruna yang begitu suka menonton drama Korea, China, dan Thailand. Ia menjadi begitu suka menonton nya juga.


Hingga kini ia terbiasa berada disana dan menonton film di depanya dengan serius.


“Wah film nya bagus banget,” ucap Aruna dengan senyuman lebar nya setelah lampu bioskop kini mulai menyala kembali. Alister yang mendengar nya hanya tersenyum lalu ia menggandeng tangan Aruna untuk keluar dari sana.


“Mau makan dulu atau ke timezone dulu?” tanya Alister. Aruna kini tampak berpikir sejenak.


“Makan dulu aja deh Kak, tiba-tina laper,” ucap Aruna yang Alister balas dengan anggukan.


Dengan langkah ringan nya kini mereka berjalan bersama menuju ke arah restoran cepat saji yang berada di sana.


“Kakak gak bosen kan sama film nya?” tanya Aruna memastikan. Alister menggelengkan kepalanya sambil mengelus puncak kepala Aruna sayang.


“Tenang aja,” ucap Alister.


Tak lama mereka kini akhirnya sampai di restoran cepat saji. Aruna memilih untuk duduk di meja dekat dengan jendela. Hingga seorang pelayan kini datang untuk mencatat pesanan mereka.


Setelah selesai ia segera pergi dan meminta Aruna dan Alister menunggu. Seharian ini waktu libur mereka hanya mereka habiskan untuk jalan-jalan dan menikmati waktu mereka di luar. Setelah dari mall mereka memutuskan untuk berhenti sejenak di taman kota. Aruna yang tak ada kenyang nya bahkan juga mengajak Alister menuju ke arah tempat orang banyak berkumpul saat malam hari.


A;lister tentu saja hanya bisa menuruti Aruna. Setelah merasa lelah dan kenyang baru lah mereka akhirnya memutuskan untuk segera pulang.


***