
Aruna dengan hoodie hitam yang menutupi wajah nya kini berjalan di koridor penjara bersama dengan seorang sipir yang mengikutinya. Hingga tak lama akhirnya kini ia sampai di sebuah tempat untuk menjenguk para tahanan.
Aruna saling mengaitkan tangannya menahan rasa gugup dan gelisah nya. Menunggu seseorang yang kini ingin ia temui. Hingga tak lama kini akhirnya orang yang ingin ia temui duduk di depannya.
“Masih berani buat dateng ke sini?” tanya laki-laki di depan Aruna yang tak lain adalah Jacob. Aruna yang mendengar ucapan Jacob kini segera mendongak dan menatap Jacob yang kini menaikkan sebelah alisnya.
“Apa nyaman berada di sini?” tanya Aruna membuka pembicaraan. Sebuah pertanyaan konyol yang kini ia tujukan untuk Jacob. Bahkan Jacob yang mendengar ucapan Aruna kini tertawa dengan begitu gemas.
“Aruna pertanyaan lo kelewat polos atau lo lagi ngehina gue?” tanya Jacob dengan menaikkan sebelah alisnya yang membuat Aruna kini meringis mendengar ucapan Jacob, sekaligus merasa bersalah mendengar pertanyaan nya itu.
“Maaf, aku cuma gak tau harus mulai dari mana. Gak ada maksud buat ngehina kok,” ucap Aruna dengan begitu polosnya pada Jacob yang membuat laki-laki di depan Aruna tersebut kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Aruna.
“Jadi, langsung aja. Mau apa lo kesini?” tanya Jacob dengan menaikkan sebelah alisnya, bertanya pada Aruna dengan tatapan penuh tanya nya. Karena ia tahu tak mungkin Aruna akan datang begitu saja tanpa memiliki tujuan.
“Aku cuma mau tanya. Apa yang kamu lakuin sama aku? Apa kamu mengambil kesucian Aruna?” tanya Aruna dengan tatapan sendu nya pada Jacob yang kini malah tertawa mendengar pertanyaan Aruna yang menurut nya begitu polos dan berterus terang.
“Menurut lo? Coba lo tanya ke tunangan lo, dia nemuin lo dalam keadaan seperti apa?” tanya Jacob yang kini membuat Aruna malah semakin bertanya-tanya dan merasa jika apa yang dipikirkan adalah sebuah kebenaran, namun hatinya malah menolak semua itu.
“Lalu apa yang kamu dapatkan setelah melakukan semua itu? Apa kamu merasa sekarang menjadi sudah menjadi normal? Apa kamu sekarang merasa sudah bisa menyukai perempuan?” tanya Aruna dengan air mata nya yang kini sudah mengalir dengan begitu derasnya. Jacob yang melihat Aruna yang menangis kini bahkan terdiam. Mendengar ucapan Aruna pun rasanya membuat nya begitu tertusuk.
“Kalau kamu sudah merasa menjadi normal, maka selamat Jacob. Namun jika belum, Aruna mohon. Jangan lakukan apa yang kamu lakukan pada Aruna, kepada gadis lainnya. Karena apa yang kamu lakukan itu keterlaluan Jacob.” Aruna mengatakannya dengan begitu lembut. Tak ada amarah dalam ucapannya walau ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.
“Aruna apa yang kamu lakukan?” ucapan tegas tersebut membuat Aruna menoleh. Hingga matanya kini membelalak dengan sempurna melihat keberadaan Alister yang kini berada di sana.
Alister segera berjalan ke arah Aruna, lalu menarik gadis nya tersebut dengan begitu cepat nya.
“Kita pulang sekarang,” tegas Alister tanpa mengatakan apapun pada Jacob dan hanya menatap dengan tajam ke arah laki-laki tersebut.
Dengan langkah tegasnya kini Alister membawa Aruna untuk pergi dari sana.
Alister kini membawa Aruna untuk segera masuk ke dalam mobil nya. Aruna kini hanya menundukkan kepala nya karena terlalu takut dengan Alister. Alister kini menghembuskan nafas nya kasar.
Amarah nya kini begitu memuncak, jadi ia lebih memilih untuk diam sejenak, karena tak ingin melampiaskan amarahnya pada Aruna yang membohonginya.
Namun tak lama ia malah mendapatkan kabar dari orang suruhannya jika ternyata Aruna menuju bandara. Alister yang mengetahui semua itu tentu saja menjadi marah. Hingga akhirnya ia langsung menuju ke arah penjara dan sudah mendapati tunangannya itu menangis.
Setelah lama terdiam kini akhirnya Alister menghembuskan nafas nya dan menatap ke arah Aruna yang masih menangis. Tak tegas melihat nya kini Alister dengan segera membawa Aruna kedalam pelukannya.
“Aku gak pernah berpikir kalau kamu akan bohongin aku,” ucap Alister dengan begitu lelah nya. Aruna yang mendengar ucapan Alister kini semakin merasa bersalah.
“Apa aku pernah bohongin kamu Aruna?” tanya Alister dengan begitu lembit nya pada Aruna. Bahkan kini saat Alister tengah begitu marah pada Aruna, ia tetap mengenakan kata-kata yang lembut berbicara dengan Aruna.
“Maaf Kak, Aruna salah. Aruna janji, ini yang terakhir Aruna bohongin Kakak,” ucap Aruna dengan tangis nya yang membuat Alister kini menghembuskan nafas nya kasar.
“Apa yang kamu lakuin dengan menemui Jacob?” tanya Alister pada Aruna yang masih dalam pelukannya.
“Aku cuma mau denger dari mulut dia langsung apa yang sebenar nya dia lakuin sama aku, karena kita gak bisa mengambil spekulasi hanya dengan sedikit cuplikan yang kita lihat,” ucap Aruna pada Alister yang membuat Alister kini menghembuskan nafas nya mendengar ucapan Aruna.
“Tapi bukan seperti ini cara nya Aruna. Dan aku juga udah selalu bilang sama kamu. Aku gak peduli dengan apa yang dia lakukan sama kamu, bahkan jika dia memang mengambil kesucian kamu. Kakak gak peduli, Kakak akan nerima apa adanya,” ucap Alister dengan begitu lembut nya. Kini laki-laki tersebut melepaskan pelukannya dari Aruna dan menangkup wajah Aruna dengan begitu lembut nya.
“Kalau kamu masih seperti ini, bagaimana jika kita menikah? Bukankah semua akan jelas jika kita menikah?” tanya Alister yang kini berhasil membuat Aruna terdiam mendengar ucapan Alister. Terlalu terkejut mendengar nya.
Aruna yang sedari tadi menunduk kini sontak mendongakkan kepalanya dan menatap Alister dengan tatapan terkejut nya.
“Tapi aku terlalu kotor untuk Kakak,” ucap Aruna yang kini sudah manangis kembali.
“Nanti aku mandi lumpur biar kita sama-sama kotor,” ucap Alister dengan candaannya yang kini berhasil mencairkan suasana dengan membuat Aruna tertawa.
“Udah jangan nangis lagi. Gak perlu dipikirin lagi. Dan kamu itu gak kotor, Kakak akan menikahi kamu apapun yang terjadi dan kapan pun itu, bahkan hari ini,” ucap Alister dengan begitu tegas nya. Aruna yang mendengar nya kini tersenyum.
“Sekarang udah tutup,” ucap Aruna yang akhirnya membuat mereka kini tertawa bersama mendengar ucapan Aruna.
Dan akhirnya kini ketegangan mereka, kesalahpahaman tersebut kini mereka dengan akhiri dengan tawa dan canda bersama. Alister tersenyum dengan begitu menenangkan lalu ia memeluk Aruna dengan begitu lembut nya.
***