
Hari ini Aruna tak hanya pergi untuk melihat lumba-lumba dengan Alister namun juga dengan orang tua Alister dan Kakek Nenek Aruna yang kali ini juga ikut untuk berlibur. Mereka juga sebelumnya tak pernah berlibur bersama. Jadilah kini mereka memutuskan untuk sekalian berlibur sebelum besok mereka harus kembali ke Indonesia.
Aruna kini tersenyum, menatap hamparan laut di depannya yang kini terbentang dengan begitu indahnya. Alister yang melihat hal tersebut tersenyum lalu menghampiri Aruna yang kini tampak begitu cantik, dengan rambut nya yang dibiarkan tergerai kini tersapu oleh angin.
Alister berjalan mendekat ke arah Aruna lalu memeluk nya dari belakang dan membalut tubuh mereka dengan jaket hangat yang digunakan oleh Alister. Aruna yang merasakan pelukan di belakang nya segera menoleh dan tersenyum dengan begitu cerah nya saat melihat Alister di belakang nya.
“Hangat?” tanya Alister yang membuat Aruna mengangguk sambil tersenyum ke arah Alister dengan begitu indahnya.
“Kalian mau minuman hangat?” tawar Casia yang kali ini mendekat ke arah Aruna dan Alister bersama dengan Bagas. Kakek dan Nenek Aruna juga berjalan mendekat ke arah mereka yang kini berada di kepala kapal yang sudah mereka sewa haya untuk keluarga mereka.
Aruna segera mengambil minuman yang Casia tawar kan untuk nya.
“Makasih Bunda,” ucap Aruna dengan senyumannya yang Casia balas dengan anggukan. Aruna menyecap sedikit minuman tersebut.
“Wah itu lumba-lumba nya,” tunjuk Aruna pada sekumpulan dolphin di depannya. Mereka kini tampak begitu antusias melihat ikan yang lucu tersebut.
“Lucu banget,” ucap Aruna dengan begitu heboh nya. Alister yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya.
“Memang lucu. Tapi orang yang berada dalam pelukan Kakak jauh lebih menggemaskan,” ucap Alister yang membuat Aruna kini terkekeh mendengar nya. Sedangkan Casia yang masih bisa mendengar ucapan tersebut hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya berbeda dengan Bagas yang kini malah bergidik ngeri.
“Lebay,” ucap Bagas yang kini berhasil mendapatkan sebuah pukulan dari istri nya.
“Gak usah bilang begitu. Kamu dulu lebih lebay dan alay,” sungut Casia yang kini membuat Alister dan Aruna tertawa mendengar pertengkaran dari orang tua mereka itu.
“Dasar Papa gak sadar diri,” ucap Aruna dengan tawa kecil nya yang membuat Bagas kini hanya menelan ludah nya mendengar ucapan Aruna.
“Kamu bikin aku malu aja,” rajuk Bagas pada Casia yang kini memilih untuk tidak peduli.
Mereka terus melihat lumba-lumba tersebut. Hingga hari semakin siang mereka memutuskan untuk menuju tempat lainnya menghabiskan waktu mereka selagi masih bisa berlibur.
***
Aruna kini rasanya sudah begitu lelah. Setelah seharian ia bermain bersama dengan keluarga nya. Kini akhirnya ia bisa merebahkan tubuh nya juga. Mereka baru pulang setelah makan malam. Tentu saja Aruna merasa begitu lelah.
Setelah membersihkan tubuhnya Aruna memilih untuk merebahkan tubuhnya di ranjang nya. Hingga tanpa sadar ia malah tertidur. Padahal ia baru saja merebahkan tubuh nya. Sepertinya gadis tersebut sudah begitu mengantuk.
Alister membuka pintu Aruna dengan perlahan. Senyumannya mengambang saat melihat Aruna yang kini ternyata sudah tertidur. Alister membawa nampan berisi air, meletakkan nya di atas nakas samping Aruna lalu dengan begitu lembut nya kini ia menaikkan selimut Aruna.
“Cantik,” ucap Alister dengan senyumannya. Hingga dengan iseng kini Alister memotret Aruna. Senyumannya mengembang melihat hasil potret nya.
“Tidur yang indah sayang,” ucap Alister sambil mengelus puncak kepala Aruna sayang lalu mencium nya dengan begitu lembut nya.
Setelah nya Alister segera keluar dari kamar Aruna dan menuju ke arah kamar nya sendiri. Mengistirahatkan tubuh nya yang kini juga begitu lelah.
Dengan iseng nya kini ia malah mengunggah foto Aruna yang baru saja diambil nya.
Alister_Gavpendra
Disukai oleh idhlyxvn dan 10.719 lainnya
Setelah mengunggah nya di akun media sosial nya. Alister memutuskan untuk ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Tak membutuhkan waktu lama kini Alister sudah kembali ke ranjang nya dan mengambil ponselnya. Terlihat banyak sekali notifikasi masuk dari akun sosial media nya.
Kaivandranaradipta_ kalian kemana woy? Gue kangen Aruna
Deryyy.ry kalian liburan apa nikah?
Shifaiza.tya sekolah woy sekolah ngilang gak tau nya liburan ya kalian
Mutiyaadiya_ kata gue sakit tau nya healing
Vian.zanu Kalian nikah apa gimana dah?
Irginaerandra oleh-oleh jangan lupa lah
Deryyy.ry gue salfok sama akun nya @Kaivandranaradipta_ Udah ganti aja dia namanya
Alister_Gavpendra antara move on dan mulai sadar diri
Kaivandranaradipta_ berisik
Masih banyak komentar yang berada di sana. Alister yang membaca nya hanya tersenyum. Namun sesekali ia merasa kesal jika ada yang berani menghina kekasih nya itu. Namun ia memilih tak menanggapi nya.
Karena sudah begitu lelah akhirnya Alister memutuskan untuk meletakkan ponsel nya. Namun sebelum tidur, Alister memutuskan untuk membuat susu hangat. Keadaan rumah sudah begitu sepi, hanya ada beberapa pelayan yang tengah berlalu lalang di sana.
Saat Sampai di lantai dapur ia melihat Alex juga berada di sana tengah membuat kopi.
“Belum tidur?” tanya Alex pada Alister menyapa laki-laki tersebut yang kini menoleh ke arah Alex dan menggelengkan kepalanya.
“Mau bikin susu hangat dulu,” ucap Alister yang Alex balas dengan anggukan.
“Besok kalian sudah akan kembali. Opa titip Aruna ya. Jaga dia, dan jangan sakiti dia,” pinta Alex pada Alister yang kini menjawab nya dengan anggukan dan senyumannya. Bahkan tanpa Alex minta pun ia akan menjaga Aruna dan tak akan kembali menyakiti gadisnya itu.
“Tanpa Opa minta, Alister akan melakukannya,” ucap Alister dengan begitu tegas nya. Alex yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya. Berusaha untuk mempercayai ucapan Alister jika ia tak akan menyakiti cucu nya lagi.
“Istirahat lah. Besok kalian harus berangkat pagi kan,” ucap Alex sambil menepuk pundak Alister. Alister yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Alex.
“Opa,” panggil Alister pada Alex yang kini sontak membuat Alex menoleh dan menaikkan sebelah alisnya menatap Alister dengan tatapan penuh tanya nya.
“Alister tau kekhawatiran Opa. Mengingat apa yang sudah terjadi. Kali ini percayalah Alister akan menjaga Alister akan menjaga Aruna dengan baik dan tidak akan menyakitinya lagi,” ucap Alister dengan senyuman menenangkannya. Alex yang mendengar nya kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Jangan hancurkan kepercayaan Opa lagi,” pinta Alex lagi yang Alister balas dengan anggukan. Setelah nya Alex bener-benar pergi dari sana. Alister menghembuskan nafas nya kasar. Mengerti dengan kekhawatiran Alex.
Setelah nya Alister memilih untuk kembali ke kamar nya lagi dan mengistirahatkan tubuh nya.
***