Aruna Story

Aruna Story
Pacar Alister



Kabar tentang ada nya murid baru yang begitu cantik kini langsung menyebar dengan begitu cepat. Tak hanya karena paras cantik dan tubuh nya yang bagus, namun juga karena murid baru tersebut adalah kekasih Alister kini semakin menambah kehebohan di AHS.


Jika sebelumnya yang heboh hanya lah kaum laki-laki maka berbeda dengan kali ini. Bahkan para gadis pun juga ikut heboh saat mengetahui murid baru tersebut adalah kekasih Alister. Banyak yang kini patah hati karena hal tersebut. Padahal sebelumnya mereka juga sudah mengetahui jika Alister memiliki kekasih.


Namun kali ini melihat Alister yang datang dan bergandengan tangan dengan Aruna membuat hati mereka semakin patah. Wajah cantik Aruna namun menyadarkan mereka sekaligus menampar mereka jika mereka tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Aruna.


Di koridor IPA kelas dua belas pun kini begitu ramai saat melihat Alister yang tengah mengantar Aruna menuju kelas gadis tersebut.


“Wah tuan putri sudah sembuh, welcome in the school Queen,” sapa Vian dengan begitu heboh nya dari arah berlawanan yang kini menuju ke arah Aruna dan Alister. Aruna yang mendengar nya kini hanya tersenyum. Berbeda dengan Alister yang kini menatap sahabat nya itu dengan tatapan datar nya.


“Semoga lo betah ya Ar di sekolah ini,” sapa Irgi yang kini juga ikut menyambut kedatangan Aruna. Aruna yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya.


“Makasih Kak,” ucap aruna yang di balas dengan anggukan oleh Irgi.


“Lo kelas berapa Ar?” tanya Dery.


“IPA 1,” jawab Aruna.


“Nah ini kelas lo,” ucap Dery saat mereka sampai di depan kelas XI IPA 1. Arune terlebih dahulu menarik nafas nya dalam sebelum akhirnya ia masuk ke kelas tersebut.


Jantung nya kini bahkan sudah berdetak tak menentu, setelah sekian lama tak pernah berinteraksi dengan banyak orang dan tak datang ke sekolah kini akhirnya ia datang ke sekolah. Hal tersebut membuat Aruna kini merasa gugup sekaligus tak percaya jika kini ia sudah sembuh dan bisa datang ke sekolah lagi.


Kegugupan Aruna tak lepas dari keempat laki-laki yang kini menamaninya.


Alister meletakkan tas Aruna di kursi nomor dua dari depan dan berada di dekat jendela.


“Di sini aja ya?” tanya Alister yang Aruna balas dengan anggukan.


“Semoga kamu bisa berinteraksi dengan baik. Kalau ada apa-apa langsung hubungin Kakak, oke?” pinta Alister yang Aruna balas dengan anggukan dan senyumannya.


“Kalau butuh sesuatu atau ada masalah bilang ke kita aja, jangan sungkan,” pesan Vian yang Aruna balas dengan anggukan.


“Mau Kakak temenin dulu?” tanya Alister yang Aruna balas dengan gelengan.


Jika Alister masih berada di sana ia akan sudah untuk beradaptasi karena tak ada yang berani untuk mendekati nya. Jadi lebih baik jika ia meminta Alister untuk pergi saja.


“Gak usah Kak. Kakak ke kelas Kakak aja,” ucap Aruna yang akhirnya Alister balas dengan anggukan. Mengerti jika Aruna ingin berinteraksi dengan nyaman.


“Ya udah Kakak pergi dulu. Jangan melakukan hal yang terlalu banyak menggunakan tenaga. Ienget untuk selalu izin dulu sama Kakak kalau mau melakukan hal berat,” perintah Alister yang Aruna balas dengan anggukan.


Alister dan ketiga sahabatnya itu begitu bawel di saat seperti ini. Dan Aruna begitu merutuki hal tersebut. Ia jadi terlihat seperti anak kecil yang tengah di berikan wejangan pada keempat Kakak laki-laki nya.


Meskipun ia merasa senang karena mendapatkan banyak perhatian namun tetap saja terkadang Aruna juga merasa kesal karena nya.


“Iya Kak. Aruna tau, udah sana balik ke kelas,” kesal Aruna yang membuat Alister menghembuskan nafas nya sedangkan sahabat nya hanya menggeleng melihat sikap posesif Alister.


“Kakak pergi,” ucap Alister sambil mengelus puncak kepala Aruna sayang.


“Kakak pergi,” ucap Ivan yang mengikuti Alister dan mengelus puncak kepala Aruna. Tak hanya Ivan bahkan kedua sahabat nya yang lain pun kini mengikuti apa yang dilakukan oleh Alister.


“Rusak deh rambut Aruna,” kesal Aruna sambil merapikan rambutnya. Tanpa gadis tersebut sadari kini banyak yang menatap ke arahnya dengan tatapan irinya. Alister yang selalu mereka lihat dengan wajah tegas dan tatapan datar nya kini berubah menjadi begitu lembut.


“Di sini ada orang?” tanya gadis yang kini tersenyum ke arah Aruna membuat Aruna segera menoleh ke arah nya sambil tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Lo murid baru? Gue belum pernah liat sebelumnya,” ucap gadis tersebut saat kini sudah duduk di samping Aruna.


“Hm aku murid baru. Aruna,” ucap Aruna sambil mengulurkan tangannya berkenalan pada gadis di samping nya, yang kini juga menjabat uluran tangan Aruna.


“Shifa,” ucap  nya yang kini juga memperkenalkan dirinya. Gadis cantik yang tak lain bernama Shifa.


“Lo pindahan dari mana?” tanya Shifa membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana.


“Homeschooling,” jawab Aruna yang dijawab dengan anggukan oleh Shifa.


“Eh bentar. Lo pacar nya Kak Alister? Tadi gue denger katanya ada murid baru pacar nya Kak Alister,” tanya Shifa yang membuat Aruna tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Shifa yang mendengar nya kini berhasil dibuat menganga. Ia tak percaya jika gadis yang kini berada di depannya adalah kekasih Alister.


“Lo pacar baru nya Alister?” tanya Shifa dengan hati-hati yang membuat Aruna kini menaikkan sebelah alisnya.


“Sebelumnya Kak Alister punya pacar di sekolah ini?” tanya Aruna dengan perasaannya yang kini sudah mulai kesal. Karena selama ini Alister selalu mengatakan jika hanya Aruna gadis yang dicintainya.


“Pas Kak Alister kelas sebelas gue denger nya pacar nya Kak Alister lumpuh,” jelas Shifa yang membuat Aruna tersenyum mendengar nya. Sepertinya saat itu sudah banyak yang mengetahui hubungan mereka dan mengira saat itu Aruna sudah menjadi kekasih Alister.


“Itu aku. Aku mengalami kecelakaan dan sekarang aku udah baik-baik aja,” jelas Aruna yang kini tampak membuat Shifa terkejut mendengar nya.


“Maaf ya,” ucap Shifa sambil meringis. Aruna hanya menggelengkan kepalanya.


“Gak papa kok,” jawab Aruna.


Tak beberapa lama kini akhirnya guru yang mengajar di kelas mereka datang dengan senyuman cerah nya. Hari pertama sekolah tak ada pembelajaran yang dimulai. Mereka hanya saling memperkenalkan diri. Baik guru maupun murid kini saling memperkenalkan diri mereka.


Saat Aruna memperkenalkan dirinya. Banyak laki-laki yang menatapnya dengan kagum. Namun saat mengingat jika mengingat jika ingin mendapatkan Aruna lawan mereka adalah Alister mereka memilih undir diri dan sadar diri jika mereka tak ada apa-apa nya dibandingkan Alister.


***