
Tatapan tajam dan tegas dari Alister kini membuat siapapun yang melihat nya merasa takut juga sungkan. Laki-laki tersebut kini tengah berjalan menuju ke arah tempat dimana biasanya pada siswa membolos.
Hari ini ia tengah melakukan sidak, sebagai langkah awal dari misi nya menertibkan siswa dan siswi sekolah nya. Oleh karena itu Alister kini tengah melakukan sidak juga penertiban di sekolah nya. Kini ia tengah melakukan penertiban murid-murid yang membolos. Anggota OSIS kini terbagi menjadi dua tim yaitu tim sidak juga tim penertiban.
Melihat ketegasan dari laki-laki tersebut membuat banyak yang kini menatap nya dari jendela kelas mereka. Ketampanan laki-laki tersebut dapat membius siapapun yang melihat nya.
“Yang ada di lapangan catat semua nama-nama nya, terus kasih ke Mr. Erlo. Gue mau liat yang di belakang sekolah dulu,” ucap Alister dengan begitu tegas nya. Kini hanya yang di belakang sekolah yang tersisa dan belum diperiksa oleh Alister.
“Ok Al,” ucap gadis di samping Alister yang merupakan sekretaris utama OSIS.
“Cowok enam orang ikut gue,” tegas Alister yang setelah nya kini langsung berbelok ke arah yang berbeda bersama dengan lima laki-laki yang di minta nya untuk ikut dengannya.
Saat sampai di belakang sekolah yang terdapat warung disana. Kini Alister melihat ke arah siswa-siswa yang berada di sana, namun melihat lebih jelas dan dekat tak ada siswa dari sekolah nya yang berada di sana.
“Cari apa pak ketor? Gak ada anak sekolah lo di sini,” ucap salah satu laki-laki yang merupakan siswa dari sekolah lain yang kini berada di sana.
“Liat di dalem,” perintah Alister pada anggota nya yang sontak menganggukkan kepalanya lalu setelah nya ia segera mengikuti anggota nya masuk ke dalam namun benar ia tak mendapati siapapun yang berada di sana.
“Udah di bilang gak ada juga,” ucap laki-laki lain yang sama sekali tidak Alister dengarkan ucapannya. Setelah memastikan tak ada siswa dari sekolah nya ia segera pergi dari sana bersama dengan temannya yang lain.
“Emang beda ketos AHS ye,” ucap salah satu laki-laki yang masih bisa didengar oleh Alister. Namun sama sekali tidak di perdulikan oleh Alister. Anggota nya yang melihat hal tersebut begitu kagum dengan Alister. Mereka bahkan jadi penasaran kira-kira siapa yang akan bisa menerima Alister dengan segala sikap dingin, tegas, juga datar nya itu.
Apalagi selama bersekolah di AHS laki-laki tersebut tidak pernah mendapatkan rumah dekat dengan gadis manapun dan Alister yang setiap hari nya selalu menolak gadis yang menyatakan cinta untuk nya.
“Alister,” teriak Irgi saat ia melihat sahabat nya yang kini tengah berjalan di bawah nya.
Alister yang mendengar namanya dipanggil sontak mendongak melihat sahabat nya yang kini tengah berada di lantai atas di mana kelas mereka berada. Dari kelas Alister memang bisa untuk melihat pemandangan di bawah lobi. Sedangkan bagian dekat koridor nya bisa melihat ke arah lapangan.
“Nanti pulang sekolah jadi jam berapa, gue mau ngasih tau temen yang lain pada nanyain soal nya,” teriak Gathan dengan begitu keras nya. Laki-laki tersebut membuang tenaganya dengan berteriak seperti itu padahal ia bisa mengirim pesan pada Alister.
“Malem aja abis magrib. Gue ada janji sama Aruna sepulang sekolah,” jawab Alister dengan ikut berteriak.
Anggota dibelakang nya kini tampak saling pandang karena Alister yang menyatakan jika ada janji dengan seorang gadis. Mungkin ini terlihat biasa namun jika bagi Alister ini adalah hal yang luar biasa untuk murid lainnya karena Alister yang tidak pernah terkena rumor dekat dengan perempuan.
“Ikut dong Al,” teriak Vian yang kini ikut menimpali. Mendengar ucapan sahabat nya itu Alister memutar bola matanya jengah. Entah ada motivasi apa Vian ingin terus bertemu dengan Aruna padahal ia mengatakan jika Aruna adalah istrinya.
“Gak usah, demen banget lo jadi obat nyamuk,” kesal Alister lalu setelahnya ia segera pergi dari sana membuat anggota nya kini terkejut mendengar apa yang baru saja ia dengar. Sedangkan Vian kini hanya mengerucutkan bibirnya kesal karena tidak bisa untuk ikut bersama dengan Alister.
“Wah gue penasaran sama cewek nya,” ucap yang lainnya menimpali.
Pembicaraan mereka kini tampak begitu serius membicarakan tentang Alister dan juga kekasih laki-laki tersebut. Merasa penasaran dengan kekasih laki-laki tersebut.
***
Sesuai dengan yang sudah ia katakan. Kini Alister dengan terburu-buru menuju ke arah parkiran. Alister yang bisnaya akan pulang saat sekolah sudah sepi kini harus pulang ;lebih awal. Bahkan saat parkiran masih begitu ramai kini ia sudah memilih untuk pulang karena harus menemani Aruna terapi.
“Alister,” suara panggilan tersebut menghentikan Alister yang kini hendak naik ke atas motor nya.
Alister menoleh ke arah orang yang memanggilnya, hingga di lihat nya kini sekretaris OSIS nya yang tengah berdiri di depannya.
“Gue boleh nebeng gak? Gue gak bawa kendaraan hari ini dan gak ada yang bisa jemput,” ucap nya dengan tatapan memelas dan seolah merasa tak enak hati dan malu untuk meminta bantuan pada Alister.
Alister yang mendengar nya kini menaikkan sebelah alisnya.
“Sorry gue buru-buru,” ucap Alister lalu segera naik ke atas motor nya. Gadis tersebut sudah akan kembali menahan tangan Alister namun beruntung ada sahabat nya yang kini datang. Dery kini menahan tangan gadis tersebut yang akan menahan tangan Alister.
“Mau gue kasih tebengan gak? Jangan ganggu Alister, dia buru-buru mau ngurus bini nya,” ucap Dery yang kini sontak saja ucapan laki-laki tersebut membuat keadaan parkiran yang begitu ramai menjadi hening seketika, suara jangkrik pun seolah tak terdengar.
Alister yang mendengar nya kini memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya.
“Kenapa?” tanya Dery dengan begitu polos nya seolah tak menyadari jika ucapannya tersebut membuat keadaan menjadi hening karena terlalu terkejut mendengar ucapannya.
“Si bego, ayo buruan balik,” ajak Irgi lalu menarik sahabatnya tersebut untuk segera pergi dari sana. Menyisakan tanya dari para orang yang baru saja mendengar pernyataan dari Dery.
Setelah mengatakan info yang begitu menggemparkan tersebut kini mereka malah di tinggalkan dengan tanda tanya dan rasa penasarannya.
Alister pun kini sudah melajukan motor nya begitupun dengan sahabat nya yang lain. Membuat banyak yang kini mempertanyakan ucapan dari Dery. Mereka masih membutuhkan kejelasan namun sang tersangka dengan pernyataan nya kini malah langsung pergi. Sedangkan sang pelaku kini juga melarikan diri, tak ada yang bisa mereka harapkan memang dari sang pelaku karena jelas sang pelaku tidak akan mengatakannya namun rasa pensaran mereka kini sudah di ambang batas.
Mereka bahkan yakin jika ucapan tersebut akan menjadi berita heboh setelah ini.
****