
Aruna kini melajukan kuda ny dengan begitu cepat. Darla yang berada di belakang Aruna pun terkejut melihat hal tersebut. Hingga Darla kini merasa kelimpungan mengejar Aruna yang sebenar nya tengah melampiaskan amarahnya pada arena.
“Ms. Aruna jangan terlalu cepat,” teriak Darla berusaha mengejar Aruna. Namun Aruna kini sama sekali tidak peduli. Ia tetap saja melajukan kudanya dengan kecepatan tinggi membuat Darla menghembuskan nafas nya sambil menggelengkan kepalanya melihat Aruna yang kini jauh di depannya.
Bahkan Darla yang dikenal sebagai penunggang kuda handal kini bisa kalah dengan Aruna yang sudah melaju jauh dari nya.
Namun tak lam ada kuda lain yang kini menyelip nya. Darla yang melihat itu mengerutkan kening nya bingung. Tak lama kuda lain kini juga berlari ke arahnya dengan cepat.
“Kau kembali lah, dia adalah tunangan Ms. Aruna,” ucap seorang laki-laki yang merupakan pengawal lain yang kini menghampiri Darla. Darla tampak melihat sebentar ke arah Aruna. Namun akhirnya ia tetap saja menganggukkan kepalanya. Lalu setelahnya ia segera kembali dan menunggu Aruna di tempat lain.
Di sisi lain kini Aruna melajukan kuda nya dengan begitu cepat. Hingga ia dapat mendengar langkah kaki kuda lain di belakang nya yang kini brusaha menyeimbangi kuda nya.
“Kemampuan mu boleh juga Darla,” ucap Aruna yang mengira jika orang yang berada di belakang nya kini adalah Darla.
“Hm tentu tidak. Pengawal kamu itu tak memiliki kemampuan yang baik. Kamu memang juara jika soal kuda,” ucap laki-laki di samping Aruna yang membuat Aruna kini sontak menoleh ke arah sumber suara yang begitu ia kenali. Aruna kini bahkan sudah membelalakkan matanya saat melihat siapa laki-laki yang kini berada di belakang nya.
“Kak Al?” tanya Aruna dengan tatapan tak percaya nya melihat keberadaan Alister yang kini berada di samping nya sambil tersenyum dengan begitu lembut nya.
Aruna masih belum kembali dari keterkejutannya. Kini ia malah semakin dibuat terkejut dengan Alister yang meloncat ke arah nya. Aruna membelalakkan matanya saat Alister kini sudah berada di belakang nya dan mengambil alih tali pelana kuda nya.
“Kakak. Kakak ngapain?” tanya Aruna dengan terkejut nya. Ia berusaha memberontak. Namun Alister malah menahannya memeluk Aruna dengan begitu erat hanya dengan satu tangannya.
“Biarkan seperti ini. Kakak rindu sama kamu. Kita bicara dengan kepala dingin ya,” ucap Alister dengan begitu lembut nya. Aruna yang mendengar nya kini Aruna hanya terdiam. Karena ia juga begitu merindukan Alister. Namun gengsi nya begitu tinggi. Ia juga masih marah pada Alister.
“Mau dengerin penjelasan Kakak dulu, atau kamu mau ngungkapin kemarahan kamu dulu?” tanya Alister dengan begitu lembut nya namun Aruna kini malah hanya memilih untuk diam. Alister yang hanya melihat Aruna hanya diam saja menganggukkan kepalanya.
“Kalau gitu Kakak duluan ya, yang jelasin,” ucap Alister dengan begitu lembut nya.
“Sebelumnya nya Kakak mau minta maaf sama kamu. Maaf karena udah nyembunyiin ini dari kamu. Maaf karena udah menyelidiki semua ini,” ucap Alister dengan merasa begitu bersalah pada Aruna yang kini hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.
“Demi apapun Sayang, Kakak ngelakuin itu bukan untuk Kakak. Tapi untuk kamu. Kakak gak mau kamu terus merasa bersalah sama Kakak. Kakak gak mau kamu terus merasa rendah. Padahal bagaimanapun kamu, apapun keadaannya kamu, Kakak akan selalu ada untuk kamu. Kakak akan selalu menerima kamu,” ucap Alister dengan begitu lembut nya pada Aruna yang kini hanya terdiam mendengar ucapan Alister.
“Percaya sama Kakak. Kakak gak mungkin pergi ninggalin kamu hanya karena hal seperti itu apalagi itu bukan kemauan kamu,” ucap Alister. Aruna hanya terdiam membiarkan Alister kini terus berbicara.
Mereka masih terus berbincang di atas kuda yang kini mulai berlari dengan tak terlalu cepat.
Aruna kini terdiam sambil menundukkan kepalanya hingga tanpa tersadar kini ia mulai menangis. Tak menyangka jika sebenarnya ia hanya lah salah paham pada Alister dan tidak bisa untuk memahami niat baik Alister. Menuduh Alister begitu saja. Padahal selama ini Alister lah orang yang selalu ada untuk nya.
“Percaya sama Kakak. Apapun yang terjadi Kakak akan tetap memilih kamu,” ucap Alister dengan begitu tegas nya yang membuat Aruna kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Alister.
“Percaya sama Kakak sekarang?” tanya Alister yang membuat Aruna kini menganggukkan kepalanya. Alister yang melihat Aruna kini menganggukkan kepalanya segera memeluk Aruna dengan begitu erat nya.
Aruna hanya terdiam sambil memejamkan matanya dan menangis dalam diam. Jika ia benar-benar langsung membatalkan pertunangan mereka dan membiarkan hubungan m mereka hancur begitu saja. Aruna tak akan tahu, bagaimana hancur nya ia karena kehilangan Alister.
Dan saat tahu alasan sebenarnya ia pasti akan begitu menyesal.
“Kita kembali ke Indonesia?” tanya Alister meminta persetujuan pada Aruna. Aruna yang mendengar nya hanya menganggukkan kepalanya.
Tak lama Alister menghentikan kuda nya. Dan segera turun, lalu ia juga membantu Aruna untuk turun. Alister menangkup wajah Aruna dengan begitu lembut nya.
“Jangan nangis, cantik nya ilang,” ucap Alister dengan senyumannya yang membuat Aruna kini terkekeh dan menganggukkan kepalanya. Alister mengelus wajah Aruna dan menghapus sisa air mata gadis tersebut.
“Makasih kak karena udah datang dan yakinin Aruna,” ucap Aruna yang membuat Alister menganggukkan kepalanya.
“Karena Kakak gak mau kehilangan kamu,” ucap Alister lalu setelah nya ia langsung memeluk Aruna dengan begitu erat nya.
“Maaf karena salah paham,” ucap Aruna yang membuat Alister terkekeh dan menganggukkan kepalanya.
“Semua juga salah Kakak yang gak bicara sama kamu. Wajah kalau kamu salah paham. Sekarang kita gak perlu saling menyalahkan diri sendir. Yang terpenting hubungan kita sekarang sudah baik-baik saja,” ucap Alister yang kini masih memeluk Aruna. Aruna yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya semangat.
Tak lama Alister melepaskan pelukan mereka lalu menggenggam tangan Aruna.
“Kita pergi sekarang? Di rumah kamu udah ada Bunda sama Papa yang nunggu,” ucap Alister yang Aruna balas dengan anggukan.
Hubungan yang sudah terjalin begitu lama dengan perasaan yang begitu kuat. Tentu saja mereka tak ingin jika harus berakhir begitu saja.
Setelah nya mereka memutuskan untuk kembali dengan menunggangi satu kuda yang sama. Senyuman Aruna kini sudah kembali begitupun dengan Alister. Menunjukkan jika mereka adalah satu.
***