Aruna Story

Aruna Story
Menikmati Malam



“Ngapain sendiri aja disini hm?” pertanyaan tersebut bersamaan dengan seorang laki-laki yang kini memegang pundak Aruna dengan begitu lembut nya. Aruna kini memegang tangan yang memegang pundak nya itu lalu membawa nya agar orang yang memegang nya itu duduk di samping nya.


Laki-laki yang tak lain adalah Alister tersebut kini tersenyum melihat Aruna yang kini sudah menyandarkan kepalanya pada puncak Alister sambil merangkul lengan Alister dengan begitu erat nya. Bahkan kini ia memejamkan matanya.


“Kenapa hm?” tanya Alister sambil menatap Aruna dengan menaikkan sebelah alisnya. Meskipun ia sudah mengetahui apa yang terjadi namun ia tetap ingin untuk mendengar cerita dari kekasih nya itu.


“Tadi Kai nyamperin Aruna kak. Dia malah ngomong sesuatu yang gak seharusnya dia ucapain di depan Shifa, kan Aruna jadi makin ngerasa bersalah,” papar Aruna dengan wajah cemberut nya. Alister yang mengerti kini menganggukkan kepalanya.


“Aku tadi udah mau bicara dan nyelesain sama Kai, tapi Kai malah selalu memotong ucapan Aruna dan gak mau buat nyelesain semua nya,” lanjut Aruna menjelaskan kembali apa saja yang ia bicarakan dengan Kai tadi pada Alister.


“Nanti Kakak, bicara sama Kai,” ucap Alister namun Aruna kini menggelengkan kepalanya.


“Gak usah kak. Biar Aruna dulu yang nyelesain ini. Aruna gak mau kalau ujung nya ada kekerasan. Aruna gak mau kakak kenapa-napa,” ucap Aruna dengan wajah sendu nya. Alister yang mendengar nya tersenyum dengan senang karena Aruna kini mengkhawatirkannya.


“Kita lihat nanti,” ucap Alister yang membuat Aruna kini menghembuskan nafas nya mendengar ucapan Alister.


“Dasar kesabaran setipis tisu,” ucap Aruna dengan candaannya pada Alister yang kini hanya tertawa kecil mendengar ucapan Aruna.


“Nanti malam mau main?” tawar Alister yang tentu saja langsung Aruna balas dengan anggukan semangat nya.


“Udah jangan dipikirin lagi ya. Mending sekarang kamu balik ke kelas. Kakak anterin ayo,” ajak Alister yang lebih dulu berdiri, lalu mengulurkan tangannya pada Aruna yang kini dengan segera menggapai nya.


Hingga kini mereka dengan segera kembali ke kelas Aruna dengan Alister yang menggenggam tangan Aruna dengan begitu erat nya.


***


Malam ini, seprti yang sudah Alistr janjikan. Kini Alister mengajak Aruna untuk jalan-jalan. Di dalam mobil, kini Aruna hanya melihat ke arah luar jendela dengan senyumannya. Ia merasa begitu senang saat ini karena sudah lama mereka tak jalan-jalan bersama.


“Kita mau ke mana kaka?” tanya Aruna pada Alister dengan senyuman bahagianya kini ia menatap Alister dengan tatapan penuh tanya nya.


“Kemana yang kamu mau?” tanya Alister yang kini malah kembali bertanya pada Aruna. Aruna tanpa  berpikir sejenak.


“Tempat yang bisa beli banyak makanan gitu kak,” ucap Aruna yang Alister balas dengan anggukan.


“Sesuai dengan keinginan,” ucap Alister yang membuat Aruna kini tertawa kecil mendengar nya.


Tak lama mereka akhirnya sampai di sebuah tempat yang saat malam seperti ini memang begitu ramai. Banyak penjual yang menjual berbagai makanan di tempat tersebut. Aruna yang melihat nya kini berbinar karena ini ia baru pertama kali nya ia datang ke tempat seperti ini.


“Wah, kakak tau tempat ini dari mana?” tanya Aruna saat kini ia mereka sudah keluar dari mobil dan berjalan menelusuri tempat tersebut.


“Pernah lewat aja,” ucap Alister yang dijawab dengan anggukan oleh Aruna.


“Aruna pikir. Kakak pernah ngajak cewek ke sini,” ucap Aruna yang kin malah membuat Alister tertawa mendengar nya.


“Mau belanja apa dulu?” tanya Alister yang membuat Aruna kini tampak melihat ke arah sekitar dan mulai memilih makanan yang diinginkannya.


“Itu, itu, itu, itu,” banyak sekali stand yang ditunjuk oleh Aruna yang membuat ALister kini menggelengkan kepalanya melihat semua itu.


“Jangan maruk. Nanti malah gak kemakan,” peringat Alister pada Aruna yang kini malah mengerucutkan bibirnya dengan lucu mendengar ucapan Alister yang memperingatinya.


“Iya engga,” ucap Aruna lalu setelah nya ia segera menarik Alister menuju ke salah satu stand makanan. Mereka kini tengah mengantri, senyuman terlihat jelas di wajah Aruna saat kini ia di tengah menunggu pesanannya.


“Sini tas nya, Kakak bawain,” ucap Alister sambil mengambil tas Aruna. Aruna yang mendengar nya segera membuka tas nya lalu memberikannya pada Alister.


Malam ini rasanya mereka begitu bahagia. Melupakan sejenak masalah yang kini tengah mereka hadapi.


Setelah selesai dengan banyak makanan yang di beli nya kini mereka memutuskan untuk mencari tempat duduk yang berada di taman tak jauh dari tempat tersebut. Malam sabtu seperti ini memang banyak yang biasanya berada di taman yang begitu ramai tersebut.


Aruna menikmati makananya dengan begitu tenang.


“Kak cobain deh, ini enak loh,” ucap Aruna sambil menyuapkan pada Alister yang kini menganggukkan kepalanya setelah mencicipi makanan yang diberikan oleh Aruna.


“setelah makan kita langsung pulang ya. Ini udah malem,” pinta Alister yang Aruna balas dengan anggukan.


Gadis tersebut kini begitu fokus dengan makananya. Alister yang melihat nya kini hanya menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut.


“Oh iya kak. Tadi Aruna ada lihat foto bagus. Kayaknya kalau di up di sosmed bakalan seru,” ucap Aruna dengan senyumannya yang membuat Alister kini mengerutkan kening nya mendengar hal tersebut.


“Foto apa?” tanya Alister dengan menaikkan sebelah alisnya bingung namuan Aruna kini malah menjawab nya dengan senyuman sambil menggelengkan kepalanya.


“Nanti Kakak juga bakalan tau,” ucap Aruna dengan senyuman misterius nya yang kini justru membuat Alister semakin memunculkan tanda tanya dan waspada takut jika Aruna malah memposting hal yang tidak-tidak.


“Aruna udah kenyang kak. Tapi gak mau pulang dulu. Mau jalan-jalan dulu di sekitar sini,” ucap Aruna yang kini sudah berdiri.


“Sebentar aja,” peringat Alister yang Aruna balas dengan anggukan semangat nya.


Dengan genggaman tangan yang kini semakin mengerat. Aruna dan Alister kini berjalan-jalan di sekitaran taman tersebut. Banyak yang melihat ke arah mereka dengan tatapan kagum nya namun mereka memilih untuk tidak peduli dan memilih untuk menikmati waktu mereka.


“Aruna pengen seperti ini terus sama kakak,” ucap Aruna yang kini sudah menyandarkan kepalanya pada lengan Alister. Alister yang mendengar nya kini hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Kalau gitu ayo terus seperti ini sampai tua,” ucap Alister yang Aruna balas dengan anggukan.


Sebuah harapan yang ingin terus mereka wujudlan. Namun untuk saat ini mereka hanya bisa berdoa juga berusaha agar tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Mereka sudah melewati banyak kesulitan bersama. Berjalan sedikit lagi sepertinya tak akan sulit untuk mereka.


***