
Tatapan mata yang kini menatap dua laki-laki yang berjalan bersama dengan begitu gagah nya itu dengan tatapan terpesona. Kedua laki-laki yang kini datang dengan membawa plastik tersebut jelas saja sudah sangat mereka ketahui.
Sang ketua dan wakil presiden mahasiswa yang memang sudah di kabar nya bagaimana tampannya kedua laki-laki tersebut. Sang ketua yang begitu dingin dan sang wakil yang begitu nakal.
Melihat mereka berada di fakultas kedokteran yang bukan merupakan fakultas mereka tentu saja membuat heboh para mahasiswi yang berada di kampus tersebut. Saat mereka kini menuju ke arah depan kamar mandi, begitu kebetulan ada gadis yang lewat di sana.
“Sorry, bisa bantu gue kasih ini ke gadis di dalam yang namanya Aruna?” tanya Alister pada gadis di depannya itu yang kini menganggukkan kepalanya sambil mengambil plastik yang disodorkan oleh Alister.
Di sisi lain kini di dalam salah satu bilik toilet yang berada di sana, kini Aruna tenah menunggu Alister dengan perutnya yang kini terasa begitu sakit.
“Kak Al mana sih lama banget?” gerutu Aruna yang sudah begitu lelah menunggu Alister yang tak juga kunjung datang untuk membawakannya apa yang kini tengah Aruna perlukan.
Suara ketukan di luar biliknya kini membuat Aruna segera membuka bilik nya hingga kimi terlihat seorang gadis di depannya.
“Aruna?” tanya gadis tersebut yang kini Aruna balas dengan angukannya.
“Ada titipan buat lo,” ucap nya sambil memberikan sebuah plastik berwarna hitam untuk Aruna yang dengan segera mengambilnya.
“Makasih ya Kak,” ucap Aruna yang di balas dengan anggukan oleh senior nya itu. Setelah nya kini Aruna dengan segera mengganti rok nya dengan rok yang dibelikan oleh tunangannya itu.
Lama Aruna berada di sana untuk mengganti pakaiannya tersebut hingga tak beberapa lama akhirnya ia sudah selesai. Dengan segera kiri Aruna keluar dari kamar mandi hingga kini dapat ia melihat tunangannya sudah berada di depan sana. Namun kini Alister tidaklah sendirian melainkan bersama dengan Kai yang kini juga berada di sana.
"Kalian udah lama di sini?" Tanya Aruna pada kedua laki-laki tersebut yang berada di depan kamar mandi menunggu Aruna.
"Nggak lama-lama banget sih," jawab Alister yang kini membuat Aruna menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Alister.
"Makasih ya Kak, Kai," ucap Aruna yang kini membuat kedua laki-laki tersebut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Perut kamu sakit?" Tanya Alister. Ia begitu mengetahui bagaimana tunangannya itu saat sedang PMS. Aruna yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Alister.
"Kita pulang aja ya," ajak Alister namun kini dijawab dengan gelengan oleh Aruna. Ini adalah hari pertama nya untuk masuk ke kampus bagaimana bisa ia pulang begitu saja hanya karena sakit perut akibat PMS? Tidak, ia tidak akan menyerah begitu saja.
"Gak usah Kak, lagian gak sakit-sakit banget," ucap Aruna dengan senyumannya pada Alister yang kali ini menghembuskan nafas mendengar ucapan Aruna.
"Kalau kamu gak kuat gak perlu dipaksa," jelas Kai pada Aruna yang kali ini menjawanya dengan anggukan dan senyumannya.
“Aruna tau Kai, Kak,” tegas Aruna. Jika sudah begitu kedua laki-laki tersebut tak lagi bisa untuk mengalahkan sikap keras kepala gadis tersebut. Dan kini akhirnya mereka hanya lah bisa untuk mengalah.
“Ya udah, kalau ada apa-apa langsung bilang ke kita aja,” tegas Kai yang Aruna balas dengan anggukannya.
Alister kini mengelus puncak kepala Aruna sayang begitupun dengan Kai yang kini juga melakukan hal yang sama. Alister yang melihat apa yang baru saja Kai lakukan kini menatapnya dengan tatapan datar dan tajam nya.
“Sudah sana pergi, kalian juga harus mengawasi OSPEK kan? Jangan berantem disini malu-maluin aja,” sungut Aruna yang akhirnya membuat kedua laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya.
“Kakak pergi, nanti pulang nya tunggu Kakak,” ucap Alister yang Aruna balas dengan anggukan.
Setelah nya kedua laki-laki tersebut segera pergi dari sana menuju ke arah fakultas mereka sendiri yang cukup jauh dari fakultas Aruna.
Setelah kepergian Alister dan Kai kini Aruna memutuskan untuk segera kembali kelapangan dan mulai mengikuti acara OSPEK nya lagi hingga selesai.
Dan kini setelah seharian mereka melakukan OSPEK akhirnya jam pulang pun tiba.
“Lo balik sama siapa Ar?” tanya Adina pada Aruna saat kini mereka bersama-sama keluar dari kampus mereka menuju ke arah gerbang depan.
“Tunangan aku nanti ke sini,” jelas Aruna yang kini membuat Adina tampak terkejut mendengar ucapan Aruna. Ia hanya terkejut mengetahui jika Aruna ternyata sudah memiliki tunangan.
“Lo udah punya tunangan?” tanya Adina yang Aruna balas dengan senyuman dan anggukannya sambil menunjukkan cincin yang kini melingkar indah di jari manis nya.
“Wah gak heran sih, cowok bodoh mana yang mau melepas lo begitu aja. Pasti udah di hak patenkan cewek cantik kayak lo mah,” ucap Adina yang membuat Aruna kini terkekeh mendengar nya.
“Eh btw sosmed lo apa? Saling follow yuk,” ajak Adina yang Aruna balas dengan indukannya. Aruna segera mengeluarkan ponsel nya, mereka kini mulai saling bertukar nomor ponsel juga saling bertukar akun sosial media nya.
“Duduk di halte aja yuk,” ajak Adina yang Aruna balas dengan anggukan. Kini mereka berjalan bersama menuju ke arah halte.
“Gila tunangan lo ganteng banget,” ucap Adina saat kini ia menjelajah akun sosial media milik Aruna yang membuat Aruna terkekeh mendengar nya.
Adina semakin menjelajah ke bawah hingga ia menemukan sebuah foto dari sahabat-sahabat Aruna saat foto studio waktu itu.
“Ini siapa lo dah nyempil begini?” tanya Adina melihat sebuah foto di mana dua orang laki-laki yang sama-sama mencium pipi Aruna. Aruna yang mendengar ucapan Adina kini hanya terkekeh mendengar nya.
“Itu mantan aku sekarang kita udah sahabat, meskipun dia sering tengkar sama tunangan aku sih. Dan sekarang mereka malah jadi partner di BEM,” ucap Aruna yang membuat Adina kini menaikkan sebelah alisnya.
Aruna kini menggeser sosmed nya dan menunjukkan foto Alister juga Kai saat pelantikan BEM.
“Ketua dan Wakil BEM kampus kita,” ucap Aruna yang membuat Adian membelalakkan matanya mendengar ucapan Aruna. Sebelumnya ia memang belum mengetahui akun sosial media ketua dan wakil BEM di kampus nya dan kini setelah mengetahui jika kedua laki-laki tampak yang menjadi pembicaraan kampus tersebut adalah orang yang dekat dengan teman baru nya itu. Adina rasanya begitu terkejut. Ditambah lagi tadi ia sempat membicarakan tentang Alister di depan Aruna.
“Nama nya Alister sama Kaivandra,” ucap Aruna yang kini memperkenalkan mereka. Adina yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya paham walau kini ia masih tampak begitu terkejut mengetahui fakta tersebut.
***