Aruna Story

Aruna Story
Adopsi Kucing



"Gak nyangka banget ya kita bakalan bisa ikutan nobar gini. Seneng banget gak sih kita satu fandom jadi bisa saling mendukung dan kalau ada acara bisa bareng," ucap Mutia dengan begitu heboh nya yang kini dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya yang lain.


Hari ini mereka memang keluar bersama untuk nonton bersama Film Korea idol mereka yang sedang tayang.


"Ini kita mau kemana lagi?" Tanya Shifa saat kini mereka tengah berjalan-jalan di mall. Setelah menonton dan sedikit kegiatan bersama dengan teman satu fandom mereka. Mereka memutuskan untuk bermain ke mall sekedar menjadi satpam dadakan.


"Jalan-jalan aja lah. Meskipun gak tau mau kemana," ajak Aruna dengan tawa kecilnya nya yang di jawab dengan anggukan setuju oleh sahabat nya yang lainnya karena lemah mereka ke mall pun tidak memiliki tujuan yang jelas. Sekedar jalan-jalan saja dah melihat-lihat.


"Kalian ada pelihara hewan gak sih? Kok gue tiba-tiba pengen  melupakan kucing ya?" Tanya Shifa dengan wajah sedih nya. Aruna yang mendengar nya kini tampak bersemangat karena ia pun sebenar  ya ingu  memelihara kucing.


"Mau juga, pengen melihat kucing buat temen," ucap Aruna. Sepertinya akan seru jika ia memiliki kucing apalagi kucing yang sudah jinak dan penurut.


"Gue engga dulu deh, emak gue alergi bulu," ucap Mutia dengan helaan nafas nya. Sedari kecil ingin memelihara hewan, namun karena Ibu nya yang alergi terhadap bulu hewan jadilah ia tak pernah bisa untuk memeliharanya.


"Sabar ya Mutia. Kita aja yuk yang memelihara Run. Nanti kita jodohin. Kita beli yang jenis kelamin nya beda," ajak Shifa. Namun kini Aruna malah terdiam sejenak.


"Aku izin kak Alister dulu deh," ucap Aruna karena takut Alister tidak mengizinkannya.


"Yah, gak seru lo. Gak bakal gak di bolehin sih kata gue mah. Dia kan bucin banget sama lo. Ayo lah kita beli bareng," paksa Shifa pada Aruna.


Aruna berpikir sejenak hingga akhirnya ia menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan Shifa.


"Kalau gitu kita ke pet house aja ya," ajak Shifa.


Sahabat nya hanya menyetujui. Lalu mereka bersama-sama menuju ke arah pet house yang berada tak jauh dari mall tersebut.


Selamat di perjalanan mereka tampak saling berbincang dan bercanda bersama. Banyak yang memperhatikan mereka namun mereka sama sekali tidak peduli dan melanjutkan langkah  merek.


Setelah sampai di pet house. Dengan semangat nya kini ketiga gadis tersebut memilih dan melihat-lihat hewan yang berada di sana.


"Dogi nya lucu ih, cuma kamu najis, aku jadi gak bisa pelihara kamu deh," ucap Aruna dengan wajah sedih nya. Sahabat nya hanya menepuk pundak nya menenangkan Arun.


"Aruna, kamu mau yang cowok atau cewek?" Tanya Shifa yang kini sudah serius memilih hewan peliharaannya lagi.


"Aku cowok aja deh," jawab Aruna yang Shifa balas dengan anggukan. Selama memilih kucing yang berada di sana, mereka banyak bertanya tentang kucing dan cara merawat nya. Kali ini kedua gadis tersebut begitu niat untuk memelihara kucing.


Setelah selesai memilih dan membeli semua kebutuhan kucingnya mereka memutuskan untuk pulang. Kali ini Shifa lah yang mengantar Aruna, ia sudah meminta Alister agar tidak menjemput nya dan ia akan pulang dengan Shifa. Beruntun Alister mau menuruti permintaannya.


***


Aruna dengan senyuman lebar nya kini memasuki ruang nya sambil membawa kucing yang dibeli nha.


"Assalamualaikum, Aruna pulang," teriak Aruna dengan begitu bersemangat nya. Casia yang tengah berada di ruang tamu segera berdiri untuk menyambut kedatangan gadis yang akan menjadi menantunya itu.


"Sama temen  Bun," ucap Aruna dengan senyumannya. Awalnya Casia tidak menyadari apa yang Aruna bawa, namun saat melihat Aruna yang kini membawa sesuatu ia jadi penasaran.


"Bawa apa tuh?" Tanya Casia dengan penasarannya pada Aruna yang kini malah tersebut.


Aruna berjongkok dan meletakkan keranjang hewan yang dibawanya ke lantai lalu membuka nya. Casia yang melihat nya kini tersenyum dengan begitu lebar.


"Kucing? Wah Bunda udah dulu pengen beli tapi belum kesampaian juga," jelas Casia sambil mengelus kepala kucing tersebut dengan begitu lembut nya.


"Kalau gitu kita rawat sama-sama ya Bun," ucap Aruna yang Casia balas dengan anggukan semangat nya.


Saat ini ia tenga begitu bersemangat dengan kucing nya itu. Tiba-tiba saja Alister datang, baru saja keluar dari lift, kini ia sudah di kejut kan dengan hewan yang Aruna bawa.


“Kamu adopsi kucing?” tanya Alister dengan tatapan penuh tanya nya pada Aruna yang kini menganggukkan kepalanya dengan begitu semangat nya.


“Bagus kan?” tanya Aruna dengan senyuman lebar nya. Alister yang melihat nya kini menggelengkan kepalanya. Lihat saja nanti, harus ia juga yang turun tangan untuk ikut merawat nya.


“Emang sanggung ngerawat kucing nya?” tanya Alister pada Aruna.


“Berdua sama Bunda kok ngerawat nya,” ucap Aruna dengan senyumannya. Alister menghembuskan nafas nya sambil menganggukkan kepalanya.


“Ok kalau gitu. Jangan melibatkan aku ya. Kalian berdua yang punya urusan ini,” tegas Alister pada Aruna dan Ibu nya yang kini hanya tersenyum dengan begitu lebar nya sambil menganggukkan kepalanya.


“Kamu masuk sana ke kamar. Bersih-bersih terus tidur siang. Oh iya, kamu udah makan?” tanya Alister yang kini Aruna balas dengan anggukan. Karena memang sebelum pulang tadi ia dan kedua sahabatnya memutuskan untuk makan lebih dulu.


“Aruna masuk dulu deh,” ucap Aruna lalu segera masuk menuju ke arah kamar nya.


“Oh iya Kak, tolong kucing Aruna di masukin ke kandang nya ya. Sekalian bikin tempat nya dong kak, kasihan kalau gak punya rumah,” ucap Aruna yang kini sudah berjalan ke arah lift. Alister yang mendengar nya kini memejamkan matanya.


“Tuh kan baru bentar tetap Kakak yang kena,” kesal Alister dengan helaan nafas kasar nya. baru juga datang sudah akan merepotkannya.


Casia yang melihat itu hanya terkekeh sambil menepuk pundak anaknya itu.


“Sabar ya, yang penting Aruna seneng,” ucap Casia yang kini membuat Alister memutar bola matanya malas.


“Ujung nya tetep gue yang kena,” kesal Alister.


Namun tetap saja kini laki-laki tersebut melakukan apa yang Aruna meminta dengan memasukkan kucing yang baru saja Aruna adopsi tersebut ke dalam kandang nya dulu dan sementara ia letakkan di ruang keluarga karena mereka belum memiliki tempat untuk menaruh kucing tersebut.


Sepertinya setelah ini ia harus memanggil tukang untuk renovasi ruangan untuk kucing tersebut bermain dan membeli beberapa permainan untuk kucing tersebut. Lihat kan, tetap saja Alister yang akan terkena getahnya. Namun demi Aruna ia akan melakukan apapun.


***