
Tatapan Aruna kini terasa begitu kosong Ia hanya menatap ke arah depan dengan tetapan sendunya, bahkan kini terlihat gadis tersebut seperti tidak Tengah berada di raganya melainkan berada di tempat lain.
Ucapan Dinara tadi memang begitu mempengaruhi Aruna hingga Ia terus saja memikirkan tentang ucapan gadis tersebut. Aruna kini menjadi merasa bersalah pada Nevan karena tidak mengatakannya lebih awal pada laki-laki tersebut jika sebenarnya ia sudah memiliki tunangan.
Apa yang terjadi pada Aruna kini jelas tidak lepas dari Alister yang menetap Aruna dengan tatapan penuh tanyanya. Mereka kini tengah berada di mobil yang membawa mereka untuk pulang. Namun sedari Aruna bertemu dengan Alister gadis tersebut hanya diam tidak mengatakan apapun dengan tatapannya yang begitu kosong.
Padahal Aruna adalah gadis yang begitu ceria dan begitu aktif, gadis tersebut bahkan terhitung tidak bisa diam jika sudah bersama dengan Alister namun berbeda dengan kali ini Aruna malah hanya diam saja. Kini saat mereka berada di dalam mobil bahkan Aruna bumi memilih untuk melihat ke arah luar jendela di sampingnya sambil menyandarkan kepalanya di jendela mobil.
Dengan begitu lembutnya kini Alister mengelus tangan Aruna yang membuat Aruna kini sontak melihat ke arah Alister dengan menaikkan sebelah alisnya menatap tunangannya tersebut dengan tatapan tanyanya.
“Kamu kenapa hm?” tanya alistar dengan begitu lembutnya pada Aruna yang sedari tadi hanya diam saja membuat alis ter bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada gadis tersebut.
Aruna yang mendengar pertanyaan Alister kini hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. setidaknya untuk saat ini ia belum ingin menceritakan apa yang baru saja terjadi padanya kepada Alister, Aruna kini ingin menyelesaikan masalah ini sendiri. entah bagaimana cara ia menyelesaikannya kedepannya namun untuk hal ini dia tidak ingin Alister terlibat.
Karena ini pun bukan masalah yang serius juga dan tidak akan berpengaruh pada hubungan, yang menjadi masalah di sini adalah Iya Dinara juga Nevan. jadi Aruna akan berusaha untuk menyelesaikannya sendiri terlebih dahulu baru setelahnya ia akan bercerita pada Alister sekedar curhat pada tunangannya itu.
“Kamu yakin nggak papa?” tanya alester dengan begitu lembutnya Banda Aruna yang berada di sampingnya. Aruna yang mendengar pertanyaan tersebut kini menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan menenangkan pada Alister dan mengelus tangan tunangannya tersebut lembut.
“Aku nggak papa Kak, ucap Aruna Neng kini berusaha untuk menenangkan alistar. Alister yang mendengar ucapan Aruna dunia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena tidak bisa lagi untuk memaksa gadis tersebut untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Ingat Aruna kalau ada apa-apa itu langsung bilang ke Kakak jangan disimpan sendiri jangan buat miskomunikasi akhirnya merusak hubungan kita,” peringat Alister pada Aruna yang kini hanya tersenyum sambil melakukan kepalanya masih dengan pertahanannya untuk tidak ingin mengatakan apapun yang tengah terjadi padanya saat ini pada alistar. Setidaknya ia akan bungkam sehingga ia dapat menyelesaikan sendiri permasalahannya saat ini.
Selama di perjalanan kini akhirnya tidak ada yang memulai pembicaraan mereka saling terdiam dan terlalu fokus dengan pikiran mereka sendiri. Aruna yang kini sibuk memikirkan tentang permasalahannya sedangkan Alister yang kini fokus menyetir namun pikirannya kini juga melayang tentang apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Aruna. Sepertinya setelah ini ia harus mencari tahu apa yang terjadi pada garisnya itu.
***
Sesuai dengan yang telah rencanakan kini ia ingin mencari Nevan untuk meminta maaf secara langsung pada laki-laki tersebut atas apa yang sudah terjadi. Ucapan Dinara benar-benar begitu mempengaruhi Aruna hingga kini ia mau dan memiliki inisiatif untuk meminta maaf pada Nevan padahal sebelumnya ia pikir ini bukanlah masalah.
Dengan langkah pastinya kini Aruna berjalan menuju ke arah lingkungan Nevan meskipun ia tak tahu Nevan berada di kelas mana. Namun dengan percaya dirinya kini Aruna tetap saja pergi untuk mencari Nevan tanpa ditemani oleh Adina. Karena Aruna pun tidak mengatakan pada Adit tentang apa yang telah terjadi.
Saat Aruna kembali pada dinas saat itu gadis tersebut memang menanyakan apa yang tengah terjadi antara mereka namun Aruna memilih untuk bungkam tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada Adina. Ia hanya mengatakan jika Dinara mencarinya untuk menanyakan tentang Alister.
Setelah lelah mencari Nevan berjalan ke sana kemari kini akhirnya Aruna dapat melihat Nevan yang tengah memasuki sebuah ruangan yang tampak seperti gudang. Aruna yang melihat hal tersebut kini dengan cepat mengikuti Nevan agar tidak kehilangan jejak laki-laki tersebut.
“Kak Nevan,” teriak Aruna memanggil Nevan namun laki-laki tersebut malah tidak mendengarnya dan terus saja berjalan dengan begitu cepat menuju ke arah ruangan yang kosong tersebut.
Namun baru saja Aruna akan mengejar laki-laki tersebut kini tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang. Hingga orang tersebut kini membawanya ke tempat tak jauh dari sana namun tak banyak orang yang berada di sana.
“Dinara?” tanya Aruna saat melihat Dinara yang kini berada di depannya Tengah menatapnya dengan tatapan ketakutan membuat Aruna kini bertanya-tanya apa yang terjadi pada gadis di depannya tersebut. Apalagi kini Dinara tiba-tiba saja menariknya.
“Aku cuman mau minta maaf sama Kak Nevan secara langsung kok, bukan memiliki maksud apa dan aku sadar apa yang kamu katakan kemarin itu benar jadi aku juga mau minta maaf ke kamu kalau emang apa yang aku lakukan itu ,menurut kamu salah. Dan nyakitin kamu, kali ini aku serius aku cuman datang untuk menemui Kak Nevan dan meminta maaf sama Kak Nevan,” tegas Aruna menjelaskan maksud kedatangannya ke tempat tersebut Namun Dinara kini malah menggelengkan kepalanya.
“Lu nggak perlu melakukan itu karena lebih baik buat lo nggak nemuin dia lagi, gue yang akan sampaikan permintaan maaf lo ke Nevan dan gue juga udah maafin lo. Jadi kedepannya jangan pernah temui Nevan lagi dan ingat pesan gue buat lo selalu ngasih tahu di awal kalau lo udah punya tunangan kalau lu lagi deket sama cowok lain,” tegas Dinara pada Haruna yang kini akhirnya hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Dinara.
Walau sebenarnya ia kini masih merasa ada yang janggal dan ingin meminta maaf langsung kepada Revan namun Ia juga tidak bisa untuk melanggar ucapan senior di depannya tersebut titik akhirnya Aruna kini hanya menyetujuinya dan segera pergi dari sana karena kelasnya sebentar lagi pun akan dimulai.
Iya juga tidak bisa berada di sana lebih lama lagi atau Alister akan mengetahuinya dan marah kepadanya karena mencari Nevan. Aruna segara berpamitan kepada gadis di depannya tersebut lalu ia segera pergi dari sana.
***
Seperti biasanya saat pulang sekolah akan terlebih dahulu menjemput Aruna ke kelas terakhir gadisnya itu. alistar memang sudah mengetahui semua jadwal gadisnya tersebut bahkan sudah mengetahui letak di mana kelas-kelas Aruna berada.
Seperti halnya kali ini Alister bahkan sudah berada di depan kelas Aruna setengah jam sebelum gadis tersebut keluar dari kelasnya. Hingga saat ini Aruna baru keluar dari kelasnya gadis tersebut sudah melihat alistar berada di depan sana senyuman gadis tersebut mengembang saat melihat keberadaan tunanganya tersebut di depan kelas nya.
“Kakak udah dari tadi di sini?” tanya Aruna pada Alister yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari tunangannya tersebut. Alister terkini dengan segera mengambil alih tas yang dibawa oleh Aruna lalu menggenggam tangan gadis tersebut untuk berjalan menjauh dari sana menuju ke arah parkiran dimana kini mobil mereka berada.
Selama di perjalanan kini tidak ada yang memulai pembicaraan sehingga kini Alister lah yang lebih dulu membuka suaranya untuk bertanya pada Aruna.
“Tadi kamu nyari Nevan?” tanya Alister tiba-tiba yang membuat Aruna kini terkejut mendengar pertanyaan dari tunangannya tersebut.
“Hmm itu,” Aruna kini malah tak mampu untuk menjawab pertanyaan Alister, atau lebih pada bingung untuk menjawab nya.
“Masih nggak mau cerita dan nggak mau jujur sama kakak tentang apa yang terjadi?” tanya Alister pada Aruna dengan Tatapan seriusnya yang kini akhirnya membuat Aruna menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya ia memulai ceritanya.
Aruna kini akhirnya menceritakan semua yang terjadi padanya termasuk dengan pembicaraannya dengan Dinara kemarin dan alasan mengapa ia tidak bisa mengatakannya kepada Alister. Alister yang mendengar cerita Aruna kini meminjamkan matanya berusaha untuk menahan amarahnya agar tidak meledak pada Aruna.
“Jadi yang buat kamu kemarin hanya diam karena ini?” tebak Alister yang tepat sasaran membuat Aruna kini hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya karena Memang itu lah alasannya.
“Terus tadi buat apa kamu nyari dia?” tanya Alister.
“Karena Aruna ingin meminta maaf secara langsung sama Nevan. Tapi ternyata Dinara malah narik Aruna dan bilang buat Aruna jangan ketemu Nevan, dan dia yang akan menyampaikan permintaan maaf Aruna ke Nevan,” Papar Aruna menjelaskan semua nya pada Alister yang kini mengusap wajah nya dengan kasar mendengar ucapan anaknya itu.
“Jangan diulangi lagi. Kamu sudah bilang kan kalau kita akan mengatakan apapun masalah kita? Jangan sampai Kakak malah menuduh kamu yang enggak-enggak Aruna,” tegas Alister memperingati Aruna yang kini akhirnya hanya menganggukkan kepalanya.
“Maaf Kak,” cicit Aruna. Setelah nya mereka kini memilih untuk saling memaafkan karena tak ingin berlarut dalam sebuah masalah yang malah mengakibatkan hubungan mereka yang retak.
***