
Setelah berlibur selama beberapa hari kni akhirnya Aruna kembali bersekolah kembali. Kini ia tengah berada di mobil bersama dengan Alister yang mengantarnya ke sekolah.
“Ini nanti jangan lupa kasih ke Kai ya Kak,” ucap Aruna sambil menunjuk tote bag yang kini ia letakkan di atas dashboard mobil.
“Iya sayang,” jawab Alister dengan begitu lembutnya. Ini sudah yang kesekian kali nya Aruna mengingatkan Alister untuk memberikan oleh-oleh yang mereka beli untuk Kai.
“Takut kelupaan,” sungut Aruna saat mendengar nada suara Alister yang seperti kewalahan menjawab ucapannya.
“Kamu udah ingetin Kakak puluhan kali, ingatan Kakak masih baik. Kamu tenang aja ya, paket ini bakalan sampai ke mantan kamu itu dengan baik,” ucap Alister dengan senyuman menenangkannya pada Aruna sambil mengelus puncak kepala Aruna dengan sayang. Berbeda dengan ALister yang terus menampilkan senyum nya. Aruna kini malah menatapnya dengan tatapan datar nya.
Hingga tak berapa lama kini akhirnya mereka sampai di depan gerbang sekolah Aruna.
“Salim dulu sama calon suami,” ucap Alister menggoda Aruna sambil mengulurkan tangannya. Aruna yang melihat nya hanya memutar bola matanya malas namun akhirnya tetap saja ia menggapai tangan Alister untuk bersalaman pada tunangannya itu.
Alister mengelus puncak kepala Aruna sayang lalu setelah nya ia mengecup puncak kepala gadis nya itu. Aruna tersenyum dengan begitu indahnya.
“Hati-hati ya Kak,” ucap Aruna yang Alister balas dengan anggukan.
“Nanti kalau ada apa-apa langsung hubungin Kakak ya,” pesan Alister yang Aruna balas dengan anggukan.
Aruna segera keluar dari mobil Alister sambil melambaikan tangannya ke arah Alister. Alister melambaikan tangannya. Saat di lihat nya Aruna sudah masuk ke sekolah nya dengan aman. Alister segera pergi dari sana menuju ke arah kampus nya.
Aruna kini memasuki sekolah nya dengan langkah santai nya sambil membawa dua paper bag di tangannya kini gadis tersebut berjalan di sekitar koridor. Banyak yang menyapanya saat kini Aruna melewati koridor.
Saat sampai di kelas nya ternyata kini kedua sahabat nya sudah datang. Melihat keberadaan Aruna mereka langsung heboh dan mendekat ke arah Aruna lalu memeluknya dengan begitu erat.
“Gue kangen,” ucap Shifa pada Aruna yang kini sontak terkekeh mendengar ucapan dari sahabat nya itu.
“Gue juga,” ucap Mutia yang kali ini ikut menimpali ucapan sahabat nya itu.
“Lo baik? Kita khawatir banget lo gak masuk sekolah,” ucap Mutia dengan tatapan khawatirnya pada Aruna yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Aku baik-baik saja kok, kemarin cuma berkunjung ke rumah Opa sama Oma aku,” jelas Aruna yang membuat sahabat nya kini menghela nafas nya lega sambil menganggukkan kepalanya. Merasa lega melihat sahabat nya itu baik-baik saja.
“Lo bikin kita khawatir aja. Ponsel mana gak aktif lagi. Lo tau Kaivandra udah sibuk banget nelponin lo, apalagi katanya Kak Alister pas lagi main futsal pulang gitu aja,” ucap Shifa yang kini menjelaskan. Aruna yang mendengar na tersenyum dengan begitu lembut nya.
“Nanti aku bicara sama Kai,” ucap Aruna yang dibalas dengan anggukan oleh sahabat nya tersebut.
“Oh iya, ini buat kalian,” ucap Aruna sambil memberikan tote bag yang di bawana pada sahabat nya. Kedua sahabat nya yang melihat itu tersenyum dengan begitu senang dan segera mengambil nya.
“Ah thanks Ar,” ucap Mutia dan Shifa bersamaan yang di balas dengan anggukan oleh Aruna sambil tersenyum manis ke arah nya.
“Udah lah yang penting sekarang aku ada disini kan?” tanya Aruna yang dijawab dengan senyuman dan anggukan oleh sahabat nya.
Lama mereka berbincang hingga akhirnya guru yang mengajar di kelas mereka datang. Membuat mereka menghentikan pembicaraan mereka.
***
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi beberapa menit yang lalu. Namun saat Aruna kini sudah berada di depan gerbang untuk menunggu Alister, ia malah sudah melihat Kai yang berada di sana. Melihat keberadaan Aruna laki-laki tersebut segera menghampiri Aruna dengan tatapan khawatirnya.
“Kamu gak papa?” tanya Kai dengan begitu khawatirnya yang membuat Aruna kini menaikkan sebelah alisnya lalu ia tersebut dan menggelengkan kepalanya.
“Aku gak papa kok,” ucap Aruna dengan senyuman menenangkannya pada Kai yang membuat Kai kini menghembuskan nafasnya lega.
“Kamu mau jemput Shifa? Tadi dia udah sama Mutia bawa motor kan dia?” tanya Aruna dengan tatapan bingung nya melihat keberadaan Kai yang berada di sana.
“Aku mau ketemu kamu. Tadi enger dari Shifa kalau kamu udah mulai sekolah. Aku kahwatir baet sama kamu,” ucap Kai dengan helaan nafas kasar nya yang membuat Aruna kini tersebut sambil mengelus tangan Kai menenangkan laki-laki tersebut.
“Aku gak papa. Aku cuma liburan,” ucap Aruna berusaha mencari alibi. Kai yang mendengar nya kini justru menaikkan sebelah alisnya sambil menggelengkan kepalanya.
“Aku tau kamu lagi bohong. Lagian aku liat kamu pergi dari tempat futsal sambil menangis, setelah itu Alister ngejar kamu. Kamu gak bisa bohong dari aku Aruna,” tegas Kai pada Aruna yang membuat Aruna kini menghembuskan nafas nya kasar. Merasa sial karena ia sudah mengenal Kai begitu lama hingga Kai bisa menebak kapan Aruna berbohong dan kapan ia berkata jujur.
Aruna menghembuskan nafas nya. Hingga akhirnya ia mulai menceritakannya pada Kai karena tahu ia tak akan bisa membuat alibi dari Kai dan Kai juga tak akan berhenti begitu saja. Kai yang mendengar cerita Aruna kini membelalakkan matanya.
“Walaupun dia gak mau nerima kamu, aku masih ada,” sungut Kai yang membuat Aruna kini menggelengkan kepalanya.
“Jangan seperti ini terus Kai. Kasihan Shifa,” ucap Aruna memperingati Kai.
“Gue cariin ada di sini lo. Ngapain lo disini?” tanya sebuah suara yang tiba-tiba saja kini muncul.
Aruna dan Kai sontak melihat ke arah sumber suara yang tak lain adalah Alister.
“Ngapain lo nyari gue?” tanya Kai dengan tatapan menyelidik nya.
“Nih titipan dari Aruna, tunangan gue yang bentar lagi jadi bini gue,” ucap Alister yang membuat Aruna kini memutar bola matanya mendengar ucapan Alister begitupun dengan Kai.
Jika sudah Kai dan Alister muncul di antara Aruna. Ingin sekali rasanya Aruna untuk pergi saja dari sana karena yang ada di antara mereka hanya lah sebuah pertengkaran saja.
“Ayo kak pulang. Kai aku duluan ya,” ucap Aruna lalu setelah nya ia segera menarik Alister untuk segera pergi dari sana.
***