Aruna Story

Aruna Story
OSPEK



Tatapan Alister kini terus saja tertuju pada barisan mahasiswa baru di depan nya yang kini tengah berbaris dengan begitu rapih. tatapannya yang tajam dan wajah nya yang datar sedari tadi banyak menarik perhatian kaum hawa yang melihat nya.


OSPEK baru saja dimulai beberapa menit yang lalu namun kini Alister sudah menjadi idola para mahasiswa baru. Ketampanan laki-laki tersebut memang begitu sulit untuk dielakkan. Apa lagi Alister yang tak begitu suka melakukan kontak dengan wanita lain selain Aruna dan Ibu nya membuat mereka yang tak mengetahui tentang Aruna menaruh rasa besar untuk Alister. Mereka hanya tak tahu saja jika Alister sudah memiliki kekasih.


Tak hanya Alister, Kai pun kini tak luput dari tatapan gadis yang berada di sana. Mereka menganggap diri mereka beruntung karena mereka memiliki ketua dan wakil BEM yang  begitu tampan.


“Aruna gimana pagi ini?” tanya Kai pada Alister saat kini mereka tengah upacara pembukaan.


“Kepo banget lo, lagian udah sama-sama punya, masih aja kepo sama tunangan gue. Lagian ini kita lagi upacara dan lo malah nanyain tentang Aruna,” ucap Alister sambil menggelengkan kepalanya. Sebenarnya ia hanya kesa; saka dengan Kai yang selalu menanyakan soal Aruna pada nya padahal kini Kai pun sudah memiliki kekasih.


“Nanya doang woy, demen banget lo marah-marah,” kesa; Kai yang kali ini membuat Alister memilih untuk mengabaikannya dan tak ingin menjawab pertanyaan Kai padanya.


“Gak usah nanya-nanya,” kesal Alister yang membuat Kai kini hanya berdecak mendengar nya.


Setelah nya mereka saling terdiam dan hanya mengikuti serangkaian acara yang kali ini mulai dilaksanakan. Sampai akhirnya kini para mahasiswa baru di minta untuk meminta tanda tangan pada Senior mereka.


Alister dan Kai kini tengah duduk di salah satu tempat dingin yang berada di bawah pohon. meskipun mereka sering kali bertengkar namun tak bisa ditepis jika mereka pun selalu menghabiskan waktu mereka di kampus bersama.


“Halo Kak permisi, boleh minta tanda tangan nya?” tanya salah seorang gadis dengan begitu hati-hati dan takut. Alister yang mendengar nya kini hanya terdiam sambil menoleh ke arah Kai untuk memberikan tantangan pada gadis di depannya itu karena sesuai dengan peraturan jika ingin mendapatkan tanda tangan maka akan mendapatkan tantangan terlebih dahulu.


“Coba lo nyanyi dulu deh buat kita,” perintah Kai. Tak lama seorang mahasiswa tersebut segera menyanyikan lagu untuk kedua senior nya itu meskipun ia merasa begitu malu untuk bernyanyi di depan umum mengingat suaranya yang tak bagus.


“Udah udah, rusak telinga gue denger suara lo,” kesel Kai. Pada akhirnya kini Kai segera memberikan tanda tangan pada junior nya itu begitupun dengan Alister.


Tak lama kini semakin banyak yang meminta tanda tangan pada kedua laki-laki tersebut. Namun tiba-tiba suara ponsel nya kini mengganggu aktivitas tersebut. Alister segera mengeluarkan ponsel nya dan kini ia mengerutkan kening nya saat melihat nomor tak dikenal yang kini menghubunginya.


Namun pada akhirnya tetap saja kini Alister menjawabnya. Namun ia hanya diam dan membiarkan orang di seberang sana berbicara.


“Kak Al,” ucap suara di seberang sana dengan menahan tangis. Alister yang terkejut juga bingung kini segera berdiri dari posisi nya. Hingga kini banyak yang melihat Alister dengan tatapan bingung nya.


“Iya Sayang, kamu kenapa? Kamu di mana sekarang?” Tanya Alister dengan wajah khawatir nya saat tak mendengar suara di seberang sana. Kai yang mengetahui siapa yang kini menghubungi Alister langsung melihat ke arah Alister dengan tatapan penuh tanya nya.


“Kak, ini aku pinjam ponsel Senior aku. Aku di kamar mandi, sekarang aku datang bulan dan tembus,” jelas Aruna yang kali ini bisa menghembuskan nafasnya lega mendengar ucapan Aruna. Setidak nya kini ia tahu tak ada hal serius yang terjadi pada gadis nya itu.


“Ya udah kamu tunggu di sana. Kakak kesana sekarang,” ucap Alister yang setelah nya segera mematikan ponsel nya dan menuju ke arah Kai.


“Aruna kenapa?” tanya Kai saat melihat kedatangan Alister.


"Ada apa sih." Kai begitu penasaran dengan apa yang terjadi sebenar nya. Namun kini Alister memilih handuk diam karena tak ingin siapapun selain dirinya mengetahui masalah pribadi dan aib Aruna.


"Ikut aja udah sih, ribet banget lo," kesal Alister yang setelah nya segera menarik Kai dengan paksa menuju ke arah minimarket yang berada di kampus mereka.


Kai yang melihat nya kini mengerut bingung namun akhirnya ia hanya mengikuti saja. Hingga kini saat sampai di depan rak pembalut Kai mulai mengerti apa yang terjadi.


"Cepat sana pilih," ucap Alister pada Kai yang kini membelalakkan matanya mendengar ucapan  Alister yang penuh perintah.


"Kok gue? Elo lah, kan lo tunangan Aruna," ucap Kai tidak terima dan tidak ingin melakukannya karena terlalu malu.


"Yang biasa gembar-gembor suka sama Aruna kan elo,” sanggah Alister lagi yang kali ini masih tak ingin kalah. Kai yang mendengar nya kini menghembuskan nafas nya kasar.


“Berdua deh,” ucap Kai akhirnya membuat pilihan, Alister menghembuskan nafas nya dan pada akhirnya ia menganggukkan kepalanya setuju.


Alister kini melihat ke sekitar untuk mengawasi orang yang lewat. Saat akan ada Ibu-Ibu yang akan lewat. Mereka segera berpura-pura untuk melihat barang lain. Setelah Ibu-Ibu itu pergi barulah kini mereka kembali memilih.


“Ini apa sih yang ada sayap sama yang nggak ada sayap? Emang ini bisa buat terpanjang ya?” tanya Kai dengan begitu bodoh nya yang membuat Alister kini memutar matanya mendengar pertanyaan Kai.


“Kalau bego itu jangan di senderin,” kesal Alister yang kini hanya menatapnya dengan tatapan datar nya.


“Emang lo mau gue bagi?” tanya Kai dengan kekesalannya.


“Ini apa beda nya sih yang panjang sama pendek?” tanya Kai lagi.


“Lo bisa diem aja gak sih?” kesal Alister Yang kini tengah mencari pembalut yang biasa Aruna beli. Hingga tak lama kin akhirnya mereka mendapatkannya.


“Lo yang bawa,” ucapan Alister yang kali ini membuat Kai membelalakkan matanya mendengar hal tersebut.


“Jangan ngelawak lo ya!” sungut Kai dengan kekesalannya namun kini Alister sudah berjalan keluar dari minumarker tersebut dan membiarkan Kai untuk membayar nya karena ia begitu malu membeli hal seperti itu.


Alister kini tampak tersenyum senang karena kini ia berhasil untuk membuat Kai malu. Terbukti kini ia begitu malu membayar belanjaan nya itu.


***