
Keadaan AHS pagi ini begitu heboh dan semua itu karena foto yang Aruna posting di media sosial nya. Namun sang pelaku kini malah tampak begitu santai seolah apa yang ia posting bukan lah hal besar.
Alister yang berjalan di samping nya pun kini mengerutkan kening nya. Karena ia memang jarang membuka media sosial nya, jadi ia tak mengetahui apa yang dilakukan oleh kekasih nya tersebut.
“Kamu kenapa?” tanya Alister saat Aruna kini malah tampak membanggakan dirinya saat melihat orang yang terus saja melihat ke arah nya. Biasanya Aruna akan terus saja merusak kesal jika ada yang membicarakannya atau saat ada yang menatap nya.
Bukannya menjawab pertanyaan Alister, Aruna kini justru hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya yang membuat Alister semakin mengerutkan kening nya curiga. Tawa Aruna yang melihat tatapan Alister yang tengah kebingungan kini terdengar.
“Gak papa kak. Udah tenang aja,” ucap Aruna degan cengirannya yang tambah membuat Alister kini penasaran.
“Ya udah sana masuk. Kalau ada apa-apa langsung bilang ke Kakak ya,” pesan Alister yang Aruna balas dengan anggukan.
Kini mereka tengah berada di depan kelas Aruana. Banyak yang masih melihat ke arah mereka namun Alister yang tak mengetahui apapun memilih diam berbeda dengan Aruna yang kini hanya tersenyum saja.
“Aruna masuk kelas dulu. Kakak mending langsung balik kelas,” perintah Aruna yang Alister balas dengan anggukan. Setelah nya Alister segera kembali ke kelas nya dan Aruna kini masuk ke dalam kelas nya.
Baru saja Aruna mendudukkan dirinya kini Mutia datang dan duduk di samping Aruna. Tepat nya di tempat Shifa.
“Postingan lo bener-bener spektakuler Run,” ucap Mutia dengan senyumannya. Aruna yang mendengar ucapan Mutia yang begitu langsung dan terus terang tersebut hanya tersenyum dengan begitu bahagianya.
“Gue cuma berharap Kai liat itu dan berhenti buat gangguin gue,” ucap Aruna dengan helaan nafas kasar nya. Mutia yang mengerti kini hanya menganggukkan kepalanya. Dan entah sejak kapan kini hubungan mereka perlahan membaik. Aruna menyadari jika Mutia begitu tulus menyesali perbuatannya.
“Gue penasaran deh, lo kenal Alister udah lama?” tanya Mutia dengan tatapan penasarannya yang membuat Aruna tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Dari masih dalam kandungan,” ucap Aruna yang kini tampak membuat Mutia membelalakkan matanya terkejut mendengar ucapan Aruna.
“Serius?” tanya Mutia yang kembali dijawab dengan anggukan oleh Aruna.
“Orang tua kita itu sahabatan,” jelas Aruna yang Mutia balas dengan anggukan mengerti. Kini ia mengerti mengapa Aruna bisa begitu dekat dan menjadi orang spesial untuk Alister yang menjaga pertemanannya.
“Lo mau terus di sini? Kalau iya, biar gue yang pindah,” ucapan yang begitu sinis dan begitu tajam tersebut membuat kedua gadis yang tengah berbincang tersebut sontak mengalihkan tatapannya ke arah sumber suara yang tak lain adalah Shifa.
“Gue pergi dulu ya,” ucap Mutia yang Aruna balas dengan anggukan dan senyumannya. Setelah nya Shifa kini duduk di tempat nya sendiri lalu mulai mengeluarkan ponselnya.
Aruna menatap ke arah Shifa sebentar sebelum akhirnya ia hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar karena Shifa yang kini lagi-lagi mengabaikannya. Entah bagaimana ia harus menjelaskannya pada Shifa.
Mereka terus saja berada dalam keterdiaman sampai akhirnya guru yang mengajar di kelas mereka kini masuk.
***
Alister baru saja sampai di kelas nya, dan kini ia langsung mendapatkan sambutan dari ketiga sahabat nya yang sudah menunggu nya sedari tadi.
“Gue kira lo sepolos itu,” ucap Dery sambil menggelengkan kepalanya. Alister yang mendengar ucapan sahabat nya kini mengerutkan kening nya bingung. Karena ia pun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Alister kita ternyata udah besar,” ucap Ivan yang kini menimpali sambil menepuk pundak Alister dengan senyuman bangat nya. Alister yang tak mengerti apapun kini semakin menaikkan sebelah alisnya dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan tanya nya. Karena ia pun tak mengerti semua yang terjadi kali ini.
“Kita butuh tutor dari lo nih,” kali ini Irgi yang berkata. Alister yang sudah tak lagi tahan dengan ucapan dari sahabat-sahabat nya tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap mereka secara bergantian.
“Kalian nih ngomong apa sih? Gue gak ngerti sumpah,” kesal Alister pada ketiga sahabatnya yang kini mengerjapkan matanya beberapa kali.
“Lo nolep atau gimana sih? Gue tau lo jarang buka sosmed. Tapi masak gak ada notifikasi di ponsel lo kalau Aruna nge tag lo di postingan dia? Yang akhirnya buat lo buka sosmed?” tanya Dery dengan tatapan tak percaya nya pada sahabat nya tersebut. Alister yang mendengar nya kini dengan segera membuka ponsel nya. Kemarin bahkan ponselnya sama sekali bukan ia yang memegang nya.
“Hp gue di sabotase semalem sama Aruna,” jelas Alister pada sahabat nya yang kini hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Alister.
“Ya udah, mending lo buka sekarang,” perintah Ivan yang Alister balas dengan anggukan. Namun saat ia mengeluarkan ponselnya. Bukannya ponsel milik nya yang kini berada di saku celana nya melainkan ponsel milik Aruna.
“Liat, bahkan ini dia malah ngasih gue hp dia. Mana gue lupa nuker lagi,” ucap Alister dengan helaan nafas kasar nya.
Namun beruntung sidik jari Alister berada di ponsel Aruna. Akhirnya ia dapat melihat nya dengan begitu mudah. Alister segera masuk ke sosmed Aruna. Hingga tatapannya kini membelalak melihat apa yang di posting oleh Aruna.
“Mingkem Al,” peringat Dery saat melihat sahabat nya yang kini bahkan sampai di buat menganga saat melihat apa yang di posting oleh kekasih nya sendiri.
“Aruna,” ucap Alister sambil memejamkan matanya melihat apa yang di posting oleh Aruna. Kini rasanya ia benar-benar malu. Namun untuk marah pada Aruna pun ia juga tak bisa melakukannya. Mau di hapus juga jejak digital masih ada,
“Pro banget ye kalian,” ucap Dery dengan tawa nya mengejek Alister yang kini hanya menatap datar pada sahabat nya tersebut.
Arunailonaamartya_
Disukai oleh _nian_rev_ dan 3.225 lainnya
Arunailonaamartya_ Just love
Ivandra.dra woisla pak ketos
Deryyan_sa Sangat pro. Bikin meng kaget aja
Thisis_mutia Ekstrim banget nih
Irgiansya_ Gak bahaya ta?
.re_novi Patah hati gue liat ini
_may.tya @annayira_ kalau kata gue lo mundur sih
lambe.AHS Kaget banget ini. Berita besar nih
K.Il0n Aku tetep maju @arunailonaamartya_
Arunailonaamartya_ @k.il0n sampai kapan kamu mau kayak gini? Boleh aku minta
username kamu? Sekarang bukan masa nya lagi Kai
Alister terus saja membaca komentar yang berada pada postingan tersebut hingga kini ia dibuat membelalakkan matanya saat melihat satu satu komentar yang berada di sana. Tangannya kini bahkan sudah mengepal dengan begitu sempurna nya melihat komentar tersebut.
“Ada apa sih sama orang tuh,” gumam Alister sambil menahan kekesalannya. Sahabat nya yang kini tampak fokus dengan ponsel mereka masing-masing tak mendengar ucapan dari Alister.
“Ini gak bahaya ya?” tanya Irgi tiba-tiba yang membuat Alister menoleh ke arah Irgi dengan kening nya yang berkerut bingung.
“Foto ini kalau sampai di lihat guru atau kepsek gimana?” tanya Irgi mengulangi pertanyaannya.
“Siapa yang berani sama Aruna. Kakek dia yang punya sekolah ini, dan gue juga bentar lagi mau purna. Jadi gak ada masalah sih kayak nya, paling gue dapet wejangan aja di rumah,” ucap Alister yang membuat sahabat nya kini tampak terkejut mendengar nya karena mereka memang tak pernah tahu jika ternyata Aruna adalah cucu dari pemilik sekolah mereka.
“Bercanda?” tanya Dery dengan tatapannya yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alister.
“Buat apa gue bercanda? Dia malah pewaris tunggal. Orang tua nya dia udah meninggal dan Ibu nya dia anak tunggal dia pun anak tunggal. Menurut lo siapa yang setelah ini bakalan nge warisin kalau bukan dia,” tanya Alister yang membuat ketiga sahabat nya kini tercengang mendengar nya.
“Harusnya gue knal Aruna lebih dulu dari lo,” ucap Irgi yang dijawab dengan anggukan oleh Dery.
“Gue juga,” ucap Dery menimpali.
“Gue sama dia knal dari masih dia proses pembuatan, gimana dong?” tanya Alister yang membuat sahabat nya kini hanya bisa menipiskan bibirnya mendengar ucapan Alister yang akhirnya tak bisa mereka bantah.
“Lo gak bakalan di usir dari rumah?” tanya Irgi yang sudah mengetahui jika Alister dan Aruna belum menikah.
“Palingan juga diungsikan setelah di kasih wejangan. Udah biasa gue dapet wejangan gara-gara Aruna,” ucap Alister dengan senyumannya. Kedua sahabat nya yang tak mengerti kini hanya menaikkan sebelah alisnya.
“Kalian kan udah nikah, terus apa masalah nya?” tanya Ivan dengan menaikkan sebelah alisnya bingung.
“Kalian percaya sama ucapan gu itu? Gue sama dia belum nikah, dia adek angkat gue yang sekarang jadi pacar gue,” jelas Alister yang membuat kedua sahabat nya kini menganga mendengar nya sedangkan Irgi yang sudah mengetahuinya kini hanya menahan tawanya melihat ekspresi lucu dari sahabat nya.
“Wah gue ketipu,” ucap Dery yang hanya mengundang tawa dari Aruna.
“Gak maksud gu mah,” ucap Alister dengan tawa nya.
Mereka terus membicarakan hal tersebut. Hingga akhirnya kini guru yang mengajar di kelas mereka akhirnya datang dan menghentikan pembicaraan mereka.
***