
Aruna mengerjapkan matanya berapa kali. Menyesuaikan cahaya yang masuk di retina nya. Matanya kini menjelajah, melihat sekitar. Hingga ia langsung terbangun dan terduduk sambil memeluk lutut ya sendiri.
“Aruna,” panggil Irgi saat melihat Aruna yang sudah sadar namun kini malah terlihat begitu ketakutan. Kai dan Dery yang mendengar nya sotak melihat ke arah Aruna dan terkejut melihat Aruna yang kini tampak ketakutan.
Irgi sudah akan mendekati Aruna, namun gadis tersebut kini malah menjerit membuat Irgi mengundurkan langkah nya. Kai kini perlahan maju ke arah Aruna dan menggapai tangan Aruna.
“Hey, ini aku Kai,” ucap Kai dengan begitu lembut nya pada Aruna. Aruna yang mendengar nama Kai kini langsung mendongak dan saat ia melihat Kai. Ia langsung memeluk Kai. Menangis dalam pelukan mantan kekasih nya itu.
“Aku takut Kai,” ucap Aruna dengan tangisnya. Kai yang mendengar ucapan Aruna kini mengelus punggung Aruna dengan begitu lembut nya.
“Aku tahu. Maaf karena datang terlambat,” ucap Kai dengan begitu lembut nya. Aruna kini sudah menumpahkan tangisnya.
“Jangan takut lagi Aruna. Kamu aman sekarang,” ucap Kai pada Aruna.
Kai melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Aruna, menatap Aruna dengan tatapan teduh nya. Tatapan yang dulu selalu ia berikan pada Aruna. Alister kini masih berbicara dengan Ibu nya. Dan Ayah nya masih mengurus Jacob. Jadilah kini hanya ketiga laki-laki tersebut yang mengurus Aruna.
“Alister, apa dia ninggalin aku?” tanya Aruna dengan air matanya yang kini sudah mengalir deres. Kai yang mendengar ucapan Aruna kini tersenyum dengan begitu menenangkan.
“Apa dia berani untuk ngelakuin itu? Alister orang yang baik,” ucap Kai yang mengerti kekhawatiran Aruna. Aruna pasti takut Alister meninggalkannya jika melihat keadaannya saat ini yang tidak baik.
Melihat keadaan Aruna saat ini, mengingatkan Kai bagaimana dulu ia meninggalkan Aruna dalam keadaan yang tak kalah kacau nya. Apa saat itu Aruna setakut ini? Apa Aruna sehancur ini saat itu? Melihat bagaimana keadaan Aruna saat ini, Kai jadi merasa bersalah pada Aruna.
“Aruna,” sapaan tersebut membuat Kai kini melepaskan tangannya dari wajah Aruna, dan membiarkan Alister yang kini menggantikan posisi nya.
“Kak. Aruna takut,” ucap Aruna dengan air matanya yang kini sudah mengalir dengan begitu derasnya. Alister yang kini sudah memeluk Aruna dengan begitu erat nya semakin mengeratkan pelukannya.
“Kakak disini Aruna. Gak akan Kakak biarkan siapapun menyakiti kamu,” ucap Alister degan begitu tegas nya. Meyakinkan Aruna lewat ucapannya jika ia akan selalu berada di sisi Aruna dan tak akan pernah meninggalkan gadis tersebut.
“Kakak gak akan ninggalin Aruna? Bagaimana kalau Jacob melakukan sesuatu pada Aruna? Aruna bukan lagi gadis baik,” ucap Aruna dengan air matanya yang kini sudah mengalir dengan begitu derasnya. Alister yang mendengar ucapan Aruna kini tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyukai ucapan Aruna tersebut.
“Aruna jangan bilang gitu dong. Kakak gak suka sama ucapan nya Aruna. Aruna tetap gadis baik. Apapun yang terjadi sebelum nya. Gak akan menggoyahkan Kakak sedikit pun. Kakak akan terus berada di sini bersama Aruna.” Alister menegaskan pada Aruna yang kini malah membuat air mata Aruna mengalir semakin deras. Aruna malah semakin merasa jika ia tidak cocok dengan Alister.
Alister adalah laki-laki yang baik. Sedangkan ia, bahkan ia tak bisa menjaga dirinya sendiri. Ia juga tak tahu apa yang sudah Jacob lakukan pada nya.
“Hey kenapa nangis lagi?” tanya Alister pada Aruna.
“Aruna hanya malu. Kakak terlalu baik untuk Aruna,” ucap Aruna dengan tangisnya yang membuat Alister kini menghembuskan nafas nya sambil menangkup wajah Aruna, melepaskan pelukan mereka dan berganti menatap Aruna dengan tatapan lurus nya.
Namun terlepas dari itu sebenar nya Alister masih memikirkan apa yang sebenarnya Jacob lakukan pada Aruna. Walau ia berkata jika Alister tidak akan memikirkannya dan mengabaikan semua itu. Namun semua hanya lah ucapannya, berbeda dengan logikanya yang kini terus menuntut nya untuk mencari tahu.
“Aruna, kamu gak perlu memikirkan hal seperti itu nak. Bunda yang akan menjamin jika Alister tidak akan meninggalkan kamu,” ucap Casia yang kini berada di belakang Alister. Aruna yang mendengar suara Casia kini menatap Casia dengan tatapan sendu nya. Melihat hal tersebut Casia dengan segera menuju ke arah Aruna lalu memeluk Aruna dengan begitu lembut nya.
“Maafin Aruna Bunda. Aruna gak bisa menjaga diri Aruna,” ucap Arun dengan tangis nya. Casia yang kini memeluk Aruna akhirnya juga ikut menangis karena tak tega dengan Aruna.
“Jangan berbicara seperti itu Aruna. Apapun yang terjadi jangan menyalahkan diri kamu. Semua sudah takdir dan ini adalah ujian untuk kita. Bunda gak mau dengar lagi kamu merendahkan diri kamu sendiri, Bunda gak suka,” ucap Casia pada Aruna yang kini malah semakin menangis. Casia mengelus puncak kepala Aruna berusaha untuk menenangkan Aruna yang kini menangis dalam pelukannya.
“Kenapa semakin nangis?” tanya Alister sambil menghapus air mata Aruna.
“Aruna hanya bahagia dan sedih, karena Aruna bertemu dengan kalian semua. Dan sedih karena keadaan Aruna saat ini,” ucap Aruna. Alister menghembuskan nafas nya kasar.
“Sudah Kakak bilang, kamu gak perlu berkata seperti itu. Jangan pikirkan semua nya dan lupakan saja apa yang terjadi. Bagaimanapun keadaan kamu Kakak akan selalu ada disisimu,” tegas Alister pada Aruna yang kini terdiam sambil menganggukkan kepalanya. Ia memang begitu beruntung memiliki Alister dan keluarganya.
Jika saat ini bukan Alister dan keluarganya, mungkin saja ia sudah tak akan lagi diterima setelah apa yang terjadi.
“Sudah ya, mending sekarang kamu istirahat dulu,” ucap Casia dengan senyumannya pada Aruna setelah mereka melepaskan pelukan mereka. Aruna menganggukkan kepalanya lalu segera merebahkan tubuh nya.
Alister menaikkan selimut Aruna sambil mengelus puncak kepala Aruna. Casia kini memilih untuk pergi, ia begitu tak tega melihat keadaan Aruna saat ini.
Alister mengecup kening Aruna. Lalu setelah nya ia segera berjalan ke arah teman-temannya.
“Kalian balik aja. Thanks ya udah bantu gue,” ucap Alister pada ketiga laki-laki yang berada di sana.
“Gue di sini aja. Kalian berdua aja yang pulang,” ucap Kai yang kini malah sudah tiduran di sofa. Alister yang mendengar nya hanya menggelengkan kepalanya dan membiarkan Kai melakukan apa yang dia suka.
“Kalau gitu kita balik dulu ya. Besok kita kesini lagi. Kalau butuh sesuatu langsung hubungin kita aja,” pesan Irgi yang Alister balas dengan anggukan.
“Kai, jagain Aruna dulu. Gue mau nenangin Bunda gue,” ucap Alister meminta bantuan pada Kai yang kini menjawab dengan anggukan dan senyumannya.
“Aman. Sana deh, kasian Bunda lo,” ucap Kai yang Alister balas dengan anggukan. Alister akhirnya memilih untuk keluar dan menenangkan Ibu nya. Membiarkan Kai yang kini menjaga Aruna.
***