
Hari ini Aruna sudah terlihat begitu cantik dengan gaun berwarna biru muda yang kini terpasang pas di tubuh gadis tersebut. Rambutnya kini dicepol ke belakang, dengan mahkota kecil yang kini menghiasi kepalanya.
Gadis tersebut kini tampil begitu cantik untuk acara prom night nya. Sebelum turun ke lantai bawah dan menemui Alister yang malam ini menemanuinya untuk acara prom night, Aruna terlebih dulu berfoto.
Setelah puas baru lah ia segera turun dari kamarnya dan menuju ke arah lantai bawah di mana kini Alister sudah menunggu nya. Saat sampai di lantai bawah kini Aruna sudah melihat Alister yang kali ini sudah terlihat begitu tampan dengan Jas nya.
“Kak,” panggil Aruna dengan senyumannya pada Alister yang kini sontak menoleh ke arah Aruna. Namun kini bukannya senyuman yang tampak di sana melainkan sebuah tatapan datar nya.
“Baju kamu kenapa gitu? Ganti, terlalu terbuka,” ucap Alister dengan begitu tegas nya yang membuat Aruna kini mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Alister.
“Kalau gak suka gak usah dilihat, dasar ngeselin. Aku berangkat sendiri aja, kalau gak mau ikut, ribet banget,” ucap Aruna dengan kekesalannya pada tunangannya itu. Tanpa mengatakan apapun lagi kini Aruna segera pergi dari sana yang membuat Alister kini dibuat menganga mendengar ucapan kekasih nya tersebut.
“Aruna, kamu berani ngelawan Kakak?” tanya Alister dengan kekesalannya sambil mengejar Aruna yang kini hanya mengerucutkan bibirnya kesal sambil masuk ke dalam mobilnya. Mengabaikan Alister.
“Gak usah marah-marah Kak, nanti cepet tua,” ucap Aruna dengan senyumannya sambil mengelus tangan Alister yang kini hanya menatap nya dengan datar.
Mobil yang kini mereka kendarai sudah melaju dengan kecepatan sedang. Tangan Alister yang satunya terbebas kini sudah menggenggam tangan Aruna dengan begitu erat nya.
Selama di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan, mereka kini hanya saling berpegangan. Dengan sesekali mengikuti lagu yang kini tengah diputar di mobil mereka.
Hingga tak lama kini akhirnya mereka sudah sampai di tempat acara. Alister kini turun lebih dulu. Sebelum akhirnya ia membukakan pintu untuk Aruna lalu merangkul pinggang gadisnya itu.
Saat mereka memasuki gedung yang dijadikan sebagai tempat acara prom night untuk sekolah Aruna, banyak yang kini menatap ke arah pasangan tersebut dengan tatapan memuji nya. Apa lagi kali ini mereka terlihat begitu tampan dan cantik.
“Kak Alister lama gak keliatan makin ganteng aja.”
“Aruna bisa tukeran posisi gak sih.”
“Mau jadi Aruna semenit aja bisa gak sih?”
“Pasangan serasi, semoga langgeng deh mereka.”
“Duh gak kebayang nanti anaknya bakalan gimana.”
Masih banyak pembicaraan yang memuji mereka. Aruna sesekali tersenyum saat ada yang menyapa nya. Tatapan Aruna kini menjelajah mencari keberadaan kedua sahabat nya. Hingga tak lama ia dapat melihat Shifa juga Mutia yang kini terlihat tengah bersama dua laki-laki.
Salah satunya jelas Aruna dapat mengenal nya dengan baik, namun wajah baru di sana membuat Aruna tersenyum senang karena sahabat nya yang lain kini juga menemukan pendamping nya.
Aruna segera menuju ke arah sahabat nya dengan senyumannya yang kini mengambang dengan begitu indahnya.
“Hay,” sapa Aruna dengan begitu semangatnya yang mengalihkan atensi semua mata kini tertuju pada nya.
“Lo bisa gak sih gak nyari ribut sama gue?” tanya Alister dengan tatapan kesal nya pada Kai yang kini hanya mengedikkan bahu nya dengan malas.
“Terserah gue lah,” ucap Kai yang kini membuat Alister mengepalkan tangannya sambil memejamkan matanya berusaha untuk menahan kekesalannya.
“Kai,” tegur Aruna yang membuat Kai kini menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya.
“Eh btw ini siapa?” tanya Aruna sambil menatap laki-laki yang lkni hanya berdiri sambil mendengarkan pertengkaran kekasih dan mantan kekasihnya itu.
“Oh iya kenalin ini sahabat gue, Malvin,” ucap Mutia yang membuat Aruna tersenyum ke arah Malvin. Aruna sudah akan mengulurkan tangannya untuk menjawab jabat tangan Malvin namun Alister kini malah lebih dulu menjawab jabat tangan tersebut.
“Aruna tunangan gue, dan gue Alister,” ucap Alister memperkenalkan dirinya juga Aruna. Aruna yang mendengar nya kini hanya menggelengkan kepalanya melihat tunangannya itu yang begitu posesif.
Tak lama kini suara MC menginterupsi mereka membuat atensi semua orang kini sontak menoleh ke arah Mc tersebut.
Alister kini membuka jasnya, lalu setelah nya kini ia segera memakaikannya untuk Aruna. Aruna menoleh ke arah Alister sambil menaikkan sebelah alisnya.
“Dingin,” ucap Alister yang membuat senyuman Aruna kini mengembang dengan begitu indah nya.
“Selamat malam untuk semua Kakak-Kakak yang sudah hadir dalam acara prom night malam ini untuk acara kelas dua belas yang sudah berhasil untuk menyelesaikan pendidikan dua belas tahun nya,” ucapan MC di depan sana kini mulai terdengar.
“Kami para panitia dan guru yang bertugas malam ini mengucapkan selamat pada Kakak Kakak semua. Semoga kalian bisa diterima di universitas yang kalian inginkan. Dan kami juga ingin mengucapkan selamat pada Kakak-Kakak yang sudah diterima SNMPTN, dan yang masih berjuang tetap semangat,” ucap nya lagi melanjutkan ucapan nya. Kini yang menjadi Mc tersebut adalah anggota OSIS yang memang bertugas untuk mengatur acara bersama dengan para guru.
Prom night ini di lakukan setelah acara perpisahan sekaligus wisuda yang tadi pagi di lakukan di gedung yang sama.
“Baiklah tanpa membuang waktu, kita langsung mulai saja acara malam ini,” ucap mc di depan sana yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari semua orang yang berada di sana.
Kini serangkaian acara untuk pembukaan satu persatu dilakukan. Hingga suara mc di depan sana kini kembali meng instruksi mereka.
“Acara danca akan segera kita mulai. Untuk pembuka bagaimana jika kita meminta couple goals kini untuk memulai nya. Kak Alister dan juga Kak Aruna,” ucap suara MC tersebut dengan begitu bersemangat nya yang membuat lampu kini menyorot ke arah Aruna an Alister. Suara tepuk tangan kini terdengar begitu meriah yang membuat senyuman Aruna kini terlihat dengan begitu jelas nya.
Alister mengulurkan tangan pada Aruna, yang membuat Aruna kini dengan segera menggapai tangan tersebut. Suara alunan musik kini terdengar begitu lembut nya. Menjadi teman dalam dansa Aruna dan Alister.
“Malam yang indah,” ucap Aruna saat kini ia mulai berdansa. Tangannya kini berada di pundak Alister sedangkan tangan lainnya berada di lengan Alister.
“Sangat indah,” ucap Alister dengan senyumannya. Tangannya kini berada di pinggang dan juga salah satunya berada di punggung gadis tersebut. Setelah nya banyak yang mengikuti dansa tersebut.
***