
Ujian selama empat hari kini telah selesai Alister laksanakan. Tak terasa memang waktu begitu cepat berlalu. Dan mulai hari ini Aruna sudah kembali sekolah. Setelah libur empat hari karena ujian kelas XII.
“Pagi banget Kak, udah dateng,” ucap Aruna, menyapa Alister saat kini ia sudah berada di ruang makan yang sudah ada Alister dan kedua orang tua Alister.
“Kamu aja yang bangunnya siang. Libur sekolah empat hari aja udah jadi pemalas.” Alister kini menggelengkan kepalanya. Menatap Aruna yang berjalan ke arah nya dengan wajah nya yang kini sudah cemberut. Casia yang melihat pertengkaran sepasang kekasih tersebut hanya menggelengkan kepalanya.
“Sudah jangan bertengkar. Ayo sarapan dulu sini,” ajak Casia yang Aruna balas dengan anggukan. Dengan langkah pelannya kini Aruna berjalan ke arah samping Alister dan duduk di sana.
“Gimana persiapan kuliah kamu?” tanya Bagas yang kali ini membuka suara nya. Bertanya pada anaknya yang kali ini tengah menikmati makananya itu.
"Baik Pa, SNPT nya tinggal tunggu pengumuman. Semoga aja diterima," ucap Alister yang Bagas balas dengan anggukan.
"Jangan terlalu berlaku sama SNPT," pesan Bagas pada anaknya.
"Iya Pa. Alister juga udah mempersiapkan untuk SBMPTN nya kok," jawab Alister setelah menenggak minumannya dan mengelap mulut nya.
"Kak, udah," ucap Aruna yang sudah selesai dengan makannya.
"Ayo jalan,” ajak Alister yang Aruna balas dengan anggukan. Setelah nya Alister segera mengajak Aruna untuk segera berpamitan pada kedua orang tuanya.
“Kita jalan dulu ya Bun, Pa. Assalamualaikum,” pamit Alister setelah menyalami tangan kedua orang tuanya. Setelah nya mereka pergi.
“Waalaikum salam. Kalian hati-hati,” ucap Bagas dan Casia bersamaan.
“Kalau mereka udah gak sekolah aja, udah Bunda suruh mereka berdua menikah,” ucap Casia dengan tawa kecilnya, Bagas yang mendengar ucapan istrinya itu kini menggelengkan kepalanya.
“Kamu kebelet banget pengen nikahin mereka,” ucap Bagas tak habis pikir dengan istrinya itu yang kini hanya menatap suaminya dengan berdecak.
“Biar gak putus mereka tuh,” jelas Casia.
“Kalau udah takdir nya putus mau gimana lagi? Ya berarti emang bukan jodoh,” ucap Bagas dengan begitu santainya dan berusaha untuk berpikir realistis.
“Ya gak bisa lah, yakali tinggal selangkah mau putus. Mereka itu udah tuangan Pa,” peringatan Casia yang tak terima dengan ucapan Bagas.
“Terserah Bunda aja, Papa mau berangkat ke kantor dulu,” ucap Bagas yang akhirnya memilih mengalah dan tak ingin untuk semakin memperpanjang perbincangan mereka yang hanya akan membuat mereka bertengkar.
***
“Bosen banget gak sih, gak ada pelajaran tapi tetep masuk gini,” keluh Dery yang kini memilih untuk tidur di belakang kelas bersama dengan Irgi.
“Lo juga kalau ada pelajaran, gak pernah belajar ini,” sungut Ivan menimpali. Dery yang mendengar ucapan sahabat nya itu membelalakkan matanya.
“Jangan asal lo. Gue tuh udah niat belajar cuma setannya aja di kelas ii banyak,” ucap Dery yang kini hanya membuat Ivan berdecak mendengar nya.
“Lo mah asal nya aja males. Noh liat Alister, tetep tuh rajin meskipun ada di kelas ini,” timpal Irgi yang Ivan balas dengan anggukan.
“Setannya suka gue mangkanya gue yang di gangguin.” Dery dengan pernyataan konyol nya yang kini malah membuat sahabatnya menatapnya dengan tatapan datar nya.
“Wah cari masalah lo ya,” ucap Dery yang setelah nya segera bangun. Irgi yang awal nya meletakkan kepalanya di punggung Dery sontak saja terjatuh karena Dery yang langsung bangun.
Alister yang melihat kedua sahabat nya itu kini hanya menggelengkan kepalanya lalu segera keluar dari kelas nya.
“Mau kemana Al?” tanya Ivan saat melihat kepergian Alister.
“Ruang OSIS, liat persiapan buat perpisahan,” jawab Alister yang Ivan balas dengan anggukan.
Sesuai dengan ucapannya, kini Alister akan menuju ke arah ruang OSIS. Namun saat melihat jika sebentar lagi sudah waktunya untuk istirahat. Akhirnya Alister memutuskan untuk menjemput Aruna terlebih dahulu.
Saat sampai di kelas Aruna ternyata kini kelas Aruna masih belum selesai dengan pembelajaran. Akhirnya Alister memilih untuk menunggu Aryuna di depan kelas nya sambil memainkan ponsel nya.
Tak membutuhkan waktu lama, bel istirahat berbunyi bersamaan dengan murid kelas Aruna yang sudah keluar. Melihat keberadaan Alister di depan kelas Aruna, banyak yang menatapnya dengan tatapan kagum nya. Namun Alister sama sekali tak peduli. Tatapannya kini terus menjelajah mencari keberadaan tunangannya.
“Kakak udah di sini?” tanya Aruna dengan senyumannya saat melihat keberadaan Alister disana.
“Ar, gue sama Shifa ke kantin ya,” pamit Mutia yang tadi keluar bersama dengan Aruna dan Shifa.
Aruna menoleh sebentar kearah kedua temannya itu sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya.
“Mau ke kantin dulu? Kakak mau ajak kamu buat liat persiapan perpisahan kelas dua belas,” ajak Alister pada Aruna sambil menggenggam tangan Aruna. Mengajaknya untuk pergi dari depan kelas Aruna.
“Makan dulu deh Kak. Aruna laper,” ucap Aruna dengan cengirannya yang membuat Alister tersenyum sambil mengacak rambut Aruna dengan gemas.
“Kakak gak buat penampilan buat acara perpisahan?” tanya Aruna saat kini mereka berjalan bersama menuju ke arah kantin.
“Engga. Yang buat penampilan itu kelas sebelas dan sepuluh. Kelas dua belas paling juga cuma beberapa sekedar bentuk kenang-kenangan doang dan ramean,” jelas Alister yang Aruna balas dengan anggukan.
“Aruna kemarin diminta nyanyi, tapi Aruna tolak,” ucap Aruna bercerita pada Alister yang kini mengelus puncak kepala Aruna.
“Bagus ditolak aja. Lagian nanti kamu dateng sebagai tamu sama Oma Opa,” ucap Alister yang Aruna balas dengan anggukan dan senyumannya.
“Kalau ada Opa sama Oma nanti Kakak gak bisa ada di rumah terus ya?” tanya Aruna yang kini malah membuat Alister tersenyum mendengar nya.
“Bisa dong. Itu mah gampang, udah kamu tenang aja,” ucap Alister yang membuat Aruna kini ikut tertawa mendengar nya.
"Dimarah sama Opa tau rasa," ucap Aruna dengan tawa kecil nya yang membuat Alister kini juga ikut tertawa mendengar nya.
"Nanti Aruna pengen cari dress buat acara perpisahan Kakak. Temenin ya Kak," pinta Aruna yang Alister balas dengan anggukan dan senyumannya yang mengembang indah.
Tak lama akhirnya mereka sampai di kantin. Setelah ALister memesankan makanan untuk Aruna ia segera kembali ke arah Aruna dan membawa makanan mereka. Setelah mereka selesai dengan makanan mereka baru lah mereka menuju ke arah ruang OSIS juga aula untuk melihat persiapan perpisahan.
***