
Tanpa terasa waktu berlalu dengan begitu cepat nya. Kini bahkan sebentar lagi Alister sudah harus menghadapi ujian kelulusan. Waktu memang begitu cepat berlalu tanpa mereka sadari.
Saat ini Alister tengah berada di rumah nya untuk belajar dan mempersiapkan ujian nya. Ditemani oleh Aruna yang kini berada di samping nya sambil menikmati makannya.
"Kamu tuh juga belajar jangan makan mulu, setelah aku ujian kamu yang ujian kenaikan kelas," peringatan Alister pada Aruna yang kini malah menyengir mendengar ucapan Alister yang tengah memperingatinya.
"Iya belajar, tapi abisin ini dulu. Nanti belajar nya malah gak fokus dan kepikiran," ucap Aruna dengan cengirannya. Alister hanya menggelengkan kepalanya lalu mulai fokus dengan bukunya kembali. Mengabaikan Aruna yang sedari tadi hanya sibuk dengan makanannya saja.
Setelah makanannya habis, Aruna bukannya belajar seperti apa yang ia katakan pada Alister. Kini gadis tersebut berjalan ke arah sofa di belakang mereka lalu merebahkan tubuhnya di sana.
Kini Alister dan Aruna tengah berada di ruang keluarga. Aruna memejamkan matanya hingga tanpa sadar ia malah tertidur. Alister yang merasa tak ada pergerakan dari Aruna dengan segera menoleh ke arah Aruna hingga kini ia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Aruan yang sudah tertidur.
"Dasar gadis nakal," ucap Alister sambil menggelengkan kepalanya. Tak tega melihat Aruna yang tidur di sofa akhirnya Alister segera mengangkat Aruna dan membawa gadisnya tersebut menuju ke arah kamar nya.
Namun saat di lift ia tak sengaja bertemu dengan Ibu nya yang baru turun.
"Loh tidur?" Tanya Casia dengan tatapan terkejut nya melihat Aruna yang kini berada dalam gendongan Alister.
"Iya Bun, disuruh belajar malah makan terus molor," ucap Alister sambil menggelengkan kepalanya dan menatap Aruna dengan tatapan lembut nya. Casia yang mendengar ucapan anaknya itu hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.
"Bawa ke kamar nya aja. Biar nanti Bunda yang anter minuman nya," pesan Casia yang Alister balas dengan anggukan.
Setelahnya Alister segera masuk ke dalam lift dan menuju ke arah kamar Aruna. Dengan begitu lembut kini Alister meletakkan Aruna di ranjang gadis tersebut. Lalu ia menyelimuti Aruna. Memandang wajah cantik gadisnya itu dengan senyuman cerah nya. Perlahan Alister mengelus puncak kepala Aruna.
Baru saja ia akan pergi kini Ibu nya masuk membawakan minum untuk Aruna.
"Ayo turun. Bunda temenin belajar nya," ajak Casia yang Alister balas dengan anggukan. Akhirnya Ibu dan anak tersebut berjalan bersama menuju ke arah lantai bawah di mana ruang keluarga berada.
"Gimana seleksi SNPT nya," tanya Casia pada anaknya saat kini mereka sudah berada di ruang tamu.
"Masih belum pengumuman Bun. Tanggal 13 baru pengumuman," jelas Alister yang Casia balas dengan anggukan.
"Bunda doain semoga kamu lolos," ucap Casia yang membuat Alister kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ibunya itu.
"Kamu yakin gak mau kuliah di luar negeri aja?" Tanya Casia lagi. Ini bukan yang pertama kali nya bagi Casia menanyakan hal serupa pada anaknya. Alister yang mendengar ucapan Ibunya itu menghembuskan nafas nya kasar.
"Bunda gak capek nanyain itu?" Tanya Aliste pada Ibu nya yang kini hanya menghela nafas nya.
"Alister gak mau ninggalin Aruna Bun, ini udah keputusan Alister, semoga Bunda bisa buat mengerti," ucap Alister meminta pada Ibu nya yang kini menganggukkan kepalanya, mengalah pada anaknya itu.
"Gimana selama tinggal di apartemen?" Tanya Casia lagi membuka topik pembicaraan lainnya.
"Mending kamu balik lagi aja ke rumah ini. Gak guna juga kamu di apartemen kalau malem doang," ucap Casia sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak papa Bun. Lagian apartemennya deket kampus aku nanti," ucap Alister yang kini malah membuat Casia berdecih mendengarnya.
"Deket kampus juga kalau kamu mau berangkat ke sini dulu buat jemput Aruna, sama aja bohong," ucap Casia yang membuat Alister kini tertawa mendengar.
"Nanti deh Alister pikirin lagi, butuh izin dulu dari Papa," ucap Alister yang dijawab dengan anggukan oleh Casia.
"Ya udah lah kamu lanjut belajar aja. Bunda mau nonton aja," ucap Casia yang Alister balas dengan anggukan.
***
Ujian hari pertama kali ini berjalan dengan lancar bagi Alister. Tak ada kesulitan yang ia dapatkan. Bahkan kini waktu masih tersisa setengah jam, dan Alister sudah menyelesaikan soal nya.
Tatapannya kini tertuju pada sahabat nya yang tengah serius menjawab soal miliknya. Alister ingin membantu, namun karena soal mereka yang diajak dan tidak sama akhirnya Alister hanya bisa menunggu sahabat nya menyelesaikan ucapannya baru ia akan keluar bersama dengan sahabat nya.
Tak lama menunggu kini akhirnya sahabat nya itu sudah menyelesaikan soalnya. Dengan bersama kini ia dan kita sahabat nya yang memang satu ruangan keluar bersama.
"Buat pembukaan, lumayan lah ya," ucap Dery saat sudah keluar dari ruangan ujiannya.
"Bahasa indo doang mah gak susah," ucap Ivan yang kini dibalas dengan decakan oleh Irgi.
"Gak susah tapi nilai lo under tujuh puluh mulu," sungut Irgi yang kali ini membuka suaranya. Alister yang mendengar ucapan sahabat nya itu hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
"Lagi gak beruntung aja itu mah," ucap Ivan dengan cengirannya yang justru mendapatkan decihan dari sahabat nya yang lain.
"Kantik dulu apa langsung ke rumah Alister nih?" Tanya Dery sambil menatap sahabat nya dengan tatapan Tanya nya.
Hari ini mereka berencana untuk ke rumah Alister dan belajar bersama di rumah Alister. Untuk persiapan ujian besok.
"Beli makanan dulu di cafe depan ada titipan juga dari Aruna. Nanti makan di rumah gue aja," ucap Alister yang mendapatkan sorakan senang dari sahabatnya yang lain.
"Emang belajar di rumah Alister tuh paling enak ya. Ada Aruna dan banyak makanan," ucap Ivan dengan candaannya yang membuat Alister kini hanya menatap sahabat nya datar.
"Gak usah mulai, atau lo gak gue kasih makan," ancaman Alister yang akhirnya membuat Ivan kini menutup mulut nya rapat. Sahabat nya yang melihat hal tersebut hanya tertawa melihat tingkah Ivan.
Mereka akhirnya segera pergi menuju ke arah parkiran untuk mengambil kendaraan mereka. Laku menuju ke arah cafe, baru setelah nya mereka menuju ke arah rumah Alister.