
(After pt 2)
.
.
.
.
.
"Kita kok dandan kayak mau ke pengajian sih? Katanya mau jalan-jalan sama Kak pacarnya Kak Noah?" Protes Aakash saat Noah menyuruhnya untuk berpenampilan rapi, tapi lebih ke baju koko.
"Iya, Kak Noah sama Kak Alice mau ke masjid. Jadi kalian juga harus tertutup dan bersih pas masuk masjid nanti." jelas Noah.
"Ke masjid ngapain? Kan sholat nya masih lama?" Tanya Aakash kembali.
"Ntar kamu juga tau sendiri." Jawab Noah.
Aakash tak lagi protes, ia membungkam mulut nya dan menunggu apa yang akan dilakukan kakaknya di masjid nanti.
Noah menjemput Alice terlebih dahulu dirumahnya. Sembari menunggu Alice keluar, Noah memilih menunggu diteras rumah.
"Alice udah siap nih, berangkat sekarang kan?"
"Iya- masyaallah." Noah memandang Alice dengan kagum. Untuk pertama kali gadis itu tampil mengenakan hijab. Walau masih pemula, selebar lain itu malah menambah kecantikan Alice menjadi berkali kali lipat.
"Kak? Kok bengong?" Alice melambaikan tangannya didepan wajah Noah.
" Alice jelek ya pake kerudung kaya gini?" Tanya Alice dengan tak percaya diri.
"Eum, enggak. Kamu nggak jelek kok pake kerudung, malah cantiknya makin tambah." Puji Noah sesuai kenyataan yang ia lihat. Wajah Alice memanas, merona tersipu malu karena mendapat pujian manis dari Noah.
"U-udah ah, mending berangkat sekarang keburu pak ustadz nya pulang dari masjid!" Seru Alice mengalihkan pembicaraan karena gugup ditatap intens oleh Noah.
"Yaudah ayo." Ucap Noah.
"Ya-ya kakak duluan lah." Alice yang semakin salah tingkah membuat Noah terkekeh geli melihatnya. Ada-ada saja tingkah lucu calon makmun-nya itu.
"Ayo." Noah menarik kain panjang yang membalut lengan Alice. Saking menhindari yang namanya bukan muhrim, Noah sampai tak mau bersentuhan kulit secara langsung dengan Alice.
Noah juga mempersilahkan Alice untuk duduk disampingnya. Saat baru masuk, Alice sedikit terkejut saat dijok belakang terdapat adik-adik Noah.
"Hai kak Alice!" Sapa Lala dengan riang.
"Hai Lala, hai juga yang dibelakang." Balas Alice menyapa semuanya.
"Hai calon kakak ipar." Sapa ketiga anak laki-laki itu.
Tadi Alice dibuat saling oleh Noah, sekarang ia kembali dibuat salah tingkah oleh adik-adiknya. Berkumpul dengan mereka lama-lama membuat Alice sesak nafas.
"Kak Alice cantik banget pake kerudung. Lala juga pake, cantik kan?" Seru Luna.
"Makasih, Lala juga cantik. Kerudungnya dipakein sama bunda ya?" Tanya Alice. Luna menjawabnya dengan cengiran lebar. Sama seperti Alice, Luna juga baru mengenal tentang penutup kepala para wanita itu. Sudah beberapa kali ia mencoba untuk memakai kerudung seperti bundanya setiap saat, namun ada saja godaan yang membuatnya belum bisa istiqomah mengenakan jilbab.
"Kakak tadi pake sendiri kebingunan gimana cara make nya, ini masih bagus kan?" Ucap Alice sambil membenarkan tatanan kerudungnya.
"Masih bagus kok, malah cantik banget." Ucap Luna.
Mereka saling berbincang bersama saat perjalanan menuju salah satu masjid yang Noah booking untuk acara pengucapan dua kalimat syahadat yang akan Alice lakukan dengan pak ustadz nanti.
Jika kalian berpikir alasan Alice menjadi mualaf adalah karena Noah, itu salah besar.
Sejak kecelakaan merenggut nyawa kedua orang tuanya, Alice tak lagi percaya dengan keberadaan Tuhan. Dimana Tuhan yang bisa melindungi umatnya? memberikan pertolongan? keselamatan?
Bahkan di dalam hatinya ia terus menyalahkan Tuhan atas kematian kedua orang tuanya.
Alice sendiri lahir dari pasangan beda agama, yaitu muslim dan nasrani. Orang tuanya juga tidak menuntut agar Alice masuk ke dalam salah satu agama mereka. Sama seperti Adi, Alice juga diberikan hak untuk memilih keyakinannya sendiri.
Dan semenjak Alice mengenal Noah, ia sedikit belajar dengan ilmu agama yang Noah bagikan. Noah juga tidak memaksa, hanya memberi tahu jika Allah itu benar adanya. Semua peristiwa di muka bumi ini tak luput dari kehendak Allah.
Dan kemudian Alice mulai mendapat hidayah dari Allah setelah itu. Ia memantapkan hatinya untuk beriman kepada Allah tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Karena Noah lah ia berani mengambil langkah sejauh ini. Jika tidak mengenal Noah, mungkin hingga saat ini Alice masih menjadi seorang gadis tanpa keyakinan.
"Kak, tapi didalem nggak ada siapa-siapa selain kita kan?" Alice malu jika kegiatan ini nanti menjadi tontonan banyak orang.
"Semua orang mempunyai hak atas privasi masing-masing, kamu nggak usah khawatir. Cuma ada kita, sama pak ustadz, dan mereka yang jadi saksi."
Ingat ini bukan akad, tapi mau ngucap dua kalimat syahadat.
Alice menghela nafas lega. Noah memaklumi kegugupan Alice, bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama baginya.
"Saudari tidak ada paksaan, tuntutan, atau ancaman masuk agama islam kan?" Tanya Pak Ustadz.
Alice menggeleng, "Tidak ada pak ustadz."
"Baiklah, langsung saya bimbing saja kalau begitu."
Ustadz mulai menuntun Alice untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
"Asyhadu.."
"Asyhadu.."
"An la ilaha illallah."
"An la ilaha illallah."
"Wa asyhadu.."
"Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah."
“Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan aku jg bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”
"Alhamdulillah, masyaallah." Pak Ustadz begitu kagum dengan kesungguhan Alice. Itu artinya Alice benar-benar serius masuk agama islam.
"Selamat datang di agama Allah. Semoga kamu dikuatkan iman, dan diteguhkan pendirian. Mulai sekarang kamu umat muslim, seperti kami. Kita saudara, dan sudah sepatutnya saling mengingatkan satu sama lain. Bapak harap, kamu bisa menjadi muslimah sejati." Pesan Pak Ustadz kepada Alice.
Proses menjadi mualaf di masjid juga mendapat sertifikat resmi sebagai bukti. Namun menjadi mualaf juga bukan hanya karena untuk mendapatkan status agama saja, kita juga diwajibkan untuk menjalankan kewajiban agama kita.
"Setelah ini saudari bisa mandi besar. Untuk tuntunan dan rukunnya, bisa bertanya kepada kerabat, atau teman dekat. Alangkah baiknya bertanya kepada yang sesama wanita, supaya lebih nyambung bahasanya." Kata Pak Ustadz mengusulkan.
Alice menganggukkan kepalanya paham. Mulai sekarang ia akan lebih rajin mencari tau tentang islam.
__________
"Gimana, udah plog hatinya?" Tanya Noah.
"Udah, lega banget." Jawab Alice.
"Sekarang kita ganti persiapan ngurusin pertunangan kita bukan depan." Kata Noah.
"Kenapa dibahas sekarang sih, kan ada adek-adek." Guman Alice merasa malu.
"Nggak perlu malu, kita bakal jadi keluarga kedepannya." Balas Noah.
"Ih nggak usah diperjelas dong." Gerutu Alice dengan wajahnya yang bertambah merona. Noah malah melebarkan senyumnya melihat gadis disampingnya tersipu malu.
"Kak Noah kalo tiap hari smile, pasti Kak Alice bakal kena diabetes." Celetuk Luna dari belakang.
"Kenapa gitu?" Tanya Noah.
"Kakak kalo senyum manis hehe, pasti Kak Alice nanti meleleh gara-gara disenyumin Kak Noah tiap hari." Jawab Luna dengan lucu nya.
____________
TBC.
Kalo ada kesalahan info, tandain aja nanti saya revisi. Bcs saya dapet inpo dari internet.
🙏