AFTER

AFTER
Eps 41



(Satya & Teressa)


.


.


.


.


.


"Yeayyy dapet bunganya!" Teriak Maura dengan senang sambil memperlihatkan buket bunga yang ada dalam genggamnya. Ia tak memperdulikan kondisinya jika saat ini ia tengah menindih tubuh Marvin diatas lantai.


"Bocil bangun, berat tauu!!!" Seru Marvin.


"Kak Marvin, Maura dapet bunganya hore!! Cup cup cup ." Dan selamat Marvin kamu mendapatkan kiss pipi dari Maura.


Marvin pun langsung membalikkan posisi tubuh mereka guna mengunci pergerakan Maura yang kelewat aktif.


"Pulang dari sini gua makan lu!" bisik Marvin sambil menatap tajam Maura.


Buru-buru Maura berdiri dan menjauh dari tubuh Marvin, sekarang Marvin sering memberikannya ancaman-ancaman yang aneh menurutnya. Biarlah mereka berdua yang tau apa kah ancaman tersebut.


''Nggak usah sedih, ntar aku beliin buket yang besar buat kamu." ucap Bagas pada sang kekasih.


"Janji ya?'


''Iya sayang."


Waktu terus berputar, rangkaian acara satu persatu dilalui.


"Bunda, Gavin bawa Ghea ke kamar dulu ya. Kasian udah kelamaan diluar, mau diajak istirahat." pamit Gavin pada sang mertua.


"Iya Vin, hati-hati ya, bunda nggak bisa nemenin masih nemuin tamu ayahmu." balas Bunda Citra.


"Iya bun, Gavin pamit duluan semua, mari. Gathan ayo boy, kakaknya diajak sekalian." ajak Gavin.


"Kak Noah ayo ikut Athan." ajak Gathan pada sang sepupu.


"Noah ikut juga om?" Tanya anak itu.


"Iya sayang, malem ini sama om, tante, sama Gathan dulu ya. Bunda sama ayahmu masih ada urusan." jawab Gavin menjelaskan.


"Iya om."


"Noah ikut om Gavin dulu ya, permisi semua." pamit anak itu yang mendapat anggukan kepala dari semua anggota keluarga lain.


Setelah itu Gavin pun menuntun istrinya memasuki kamar hotel, disusul para bocil yang mengikutinya dari belakang.


Sedangkan dipelaminan Teressa nampak risau dan gelisah memikirkan sang putra, karna sejak dari tadi ia tak begitu memperhatikan putranya karna sibuk menyambut para tamu undangan.


"Kamu kenapa, hm?" Tanya Satya yang menyadari kegelisahan istrinya itu.


"Noah gimana ya mas, udah makan apa belum ya?" Tanya Teressa cemas.


"Aish aku kira apaan, kamu nggak usah khawatir. Keluarga aku enggak sekejam itu buat nggak ngasih makan ke Noah, pasti dikasih makan lah. Aku tadi liat sendiri Noah makan sama Gathan disana, kamu tenang aja." jelas Satya sambil menggenggam jemari istrinya.


"Iya mas." balas Teressa sambil bernafas lega.


________________


"Gathan jas nya bantuin lepas dad, Noah juga ya. Baju gantinya udah bunda siapin ditas, tolong ya dad." Ucap Ghea pada suaminya.


"Iya sayang, udah kamu tiduran aja. Biar anak-anak aku yang siapin." balas Gavin.


Gavin pun langsung menggiring kedua bocah itu kedalam walk closet, ia membantu keduanya untuk ganti baju terutama si bocil yang masih kesusahan ganti baju, kalo Noah mandiri dong udah gede.


"Daddy, Athan mau pake celana ultrament yang celana dalemnya diluar ya." seru Gathan pada sang ayah.


"No, pake baju panda aja ya. Ini malem soalnya, ntar kamu kedinginan lagi." balas Gavin yang membuat Gathan mencebikkan mulut mungilnya kesal.


Akhirnya mau tak mau tubuh Gathan harus dibungkus baju panda berkain bulu-bulu itu, hangat dan tebal.


"Iya om."


"Daddy udah belom?" Tanya Ghea dari kamar utama.


"Iya sayang, bentar lagi."


"Cepet dikit ya, udah ditungguin mommy tuh." ucap Gavin.


Setelah mereka bertiga mengganti pakaian, Gavin pun kembali membawa masuk kedua anak laki-laki itu menuju tempat tidur.


"Kenapa mom?" Tanya Gavin sambil mengangkat tubuh Gathan dan mendudukkannya diatas kasur.


"Anter ke kamar mandi, perut aku mules nih." keluh Ghea sambil mengusap-usap perutnya.


"Yaudah yuk aku temenin ke kamar mandi, Noah jagain Gathan dulu ya, om mau nemenin tante ke kamar mandi." pesan Gavin pada Noah, anak itu pun paham kemudian menganggukkan kepalanya.


Gavin pun kemudian menuntun perlahan istrinya menuju kamar mandi. Tinggallah Noah dan Gathan diatas kasur berdua.


"Kak Noah, mommy sama daddy kok lama ya?" keluh Gathan sambil membalikkan tubuhnya menghadap Noah.


"Sebentar kakak panggilin, kamu tunggu disini jangan kemana-mana. " perintah Noah.


Tok


Tok


Tok


"Om, om sama tante masih lama ya? ditungguin Gathan, kayaknya mau bobo." Ujar Noah yang masih setia berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Sebentar nak." Seru Gavin dari dalam kamar mandi.


"Iya om, Noah mau nemenin Gathan dulu." balas Noah.


Sedangkan dikamar mandi Gavin tengah menemani istrinya yang tengah mengalami kontraksi, panik pasti iya. Mereka bingung ingin berbuat apa, sedangkan diluar acara Satya masih berlangsung. Tak enak jika mengganggu acara abangnya itu.


"Sayang jangan panik okey, tenang tarik nafas terus hembusin perlahan." seru Gavin mencoba menenangkan sang istri.


"Makin mules dad." keluh Ghea sambil meringis kesakitan.


"Bentar kalo gitu aku telfon ayah atau papah dulu, kamu yang sabar ya bentar." seru Gavin, pria itu sudah meraih ponselnya didalam saku namun Ghea menahannya agar ia tak jadi menghubungi ayah dan mertua nya itu.


"Jangan-jangan, kita kerumah sakit sendiri aja. Acara Abang masih ada 2 jam-an lagi, biarin sampe selesai, kasian kalo kepotong." ucap Ghea.


"Tapi sayang-


"Plis dad, urusan mereka ntar aja perut aku udah sakit banget arghh.....


Gavin tambah panik saat mengetahui air mengalir dari paha sang istri.


Air ketuban Ghea sudah pecah!


"Astagfirullah sayang, jangan bikin aku khawatir yang." cemas Gavin. Pria itu lantas membuka pintu kamar mandi lebar-lebar guna mempermudahnya saat menggendong Ghea keluar dari kamar mandi.


"Om?"


Noah bingung saat melihat sang paman keluar kamar mandi sambil menggendong bibinya.


"Noah kamu tolong jagain Gathan sebentar ya, nanti om balik lagi. Tolong ya Noah." ucap Gavin tergesa-gesa.


"Iya om Noah jagain Gathan." balas Noah dengan cepat. Kalo nanya Bocil dimana, tu anak udah molor mungkin kecapekan.


"Makasih Noah, ntar om balik lagi."


BRAKK


Pintu didorong Gavin dengan mengunakan kakinya, untung Gathan tak terbangun dari tidurnya. Jika bocah itu sampai bangun, entah akan ada keributan apa lagi nanti.


___________