AFTER

AFTER
Eps 28



(Satya & Teressa.)


.


.


.


.


.


Disarankan bacanya di-eja per-hurup, kalo per-suku kata suka kecepetan katanya wkwk.


"Kamu tidur aja, ntar kalo sampe saya bangunin."


Ya begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan Satya saat ia tengah mengendarai mobilnya menuju kediaman Teressa. Dengan patuh Teressa pun menyadarkan tubuhnya pada jok mobil Satya, dan dengan sejuta rasa peka nya Satya pun merendahkan tinggi kursi yang diduduki Teressa agar wanita itu bisa dengan nyaman bersandar .


Oke sampe disini dulu.


Bisa dibilang interaksi mereka kali ini malah terbatas dan dikit doang. Cuma singkat-singkat aja gitu, nggak seheboh yang dulu.


Niatnya mah mengikuti ucapan Satya agar tidur, namun apalah daya mbak Teressa malah bolak balik badan doang nggak bisa merem, pikirannya gelisah. Namanya orang sakit kan, ya begitu sensasinya nggak nyaman mau ngapa-ngapain.


Satya yang dulu bukanlah Satya yang sekarang, kalo dulu Bang Sat kan orangnya nggak pekaan, tapi sekarang insting nya lebih tajam. Hanya dengan sebuah lirikan mata, Satya paham dengan apa yang dirasakan Teressa.


"Tidur Tessa." titah Satya sambil mengusap tangan Teressa yang ada dalam genggamnya. Lagi-lagi Teressa hanya bisa menganggukkan kepalanya, ia membalik tubuhnya menghadap kaca jendela mobil guna mencari posisi nyaman. Dan Satya membiarkan hal itu.


"Kenapa lagi, hm?" Tanya Satya yang menyadari Teressa merintih pelan.


"'Pinggang saya sakit." keluh Teressa pelan.


"Kenapa gitu?" Guman Satya.


"Mungkin mau datang bulan, pak." balas Teressa.


Dan tanpa diduga Satya langsung memijat-mijat pinggang bagian kanan Teressa dengan pelan supaya membuat Teressa rileks dan mengurangi rasa nyeri yang wanita itu rasakan, memijat dengan sebelah tangan tak membuatnya kesusahan menyetir.


"Gini mendingan?" Tanya Satya


"Eum.. biar saya aja." ucap Teressa.


"Udah kamu diem aja, madep sana dan tidur lagi." balas Satya.


Bang Sat lagi cosplay jadi cool boy yang perhatian sama ceweknya.


"Pak Satya?" panggil Teressa pelan. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Satya.


"Hm?"


"Kayaknya saya bocor." guman Teressa pelan, jujur ia malu mengungkapnya. Tapi gimana lagi ntar kalo Di diemin malah makin deres.


Paham kan cewe?


"Maksudnya gimana Tessa?" balas Satya tak paham.


"Mampir ke mini market ya pak." pinta Teressa.


"Buat apa, kamu mau beli apa? biar saya yang beliin." ucap Satya.


"Nggak usah biar saya aja yang beli." tolak Teressa.


"Udah kamu bilang mau beli apa, biar saya yang turun." ucap Satya tetap kekeh ingin membantu Teressa.


Ntar jangan sampe terkejut ya bang.


"Mau beli roti." cicit Teressa pelan.


"Roti apa, sandwich, selai, atau bolu, atau cake?" Nah kan malah makanan beneran yang ada diotak.


"Pak Satya saya mau beli pembalut bukan mau jajan roti makanan, kalo kelamaan ntar malah makin tembus ini udah deres banget pak." Seru Teressa, lama-lama ia juga jengkel dengan Satya.


"Udah bocor?" Tanya Satya.


"Nggak tau, kalo bocor gimana nanti mobilnya kotor?" balas Teressa gelisah.


"Bentar-bentar saya cari plastik dulu." ucap Satya, terlihat pria itu tengah mencari suatu benda didalam mobilnya.


Nih udah anak abege yang lagi ngurusin pacarnya yang bocor.


"Kamu jadiin alas dulu, sebenarnya nggak papa sih kotor juga, ntar kan bisa dicuci. Tapi kalo kamu takut kotor jadiin alas dulu, biar nggak kotor." ucap Satya.


Sesuai arahan Satya, Teressa menaruh plastik kresek itu ditempt duduknya, memang belum tembus, tapi nanti kita nggak tau.


"Y-yaudah biar saya aja yang beli nggak papa." ucap Satya. Jujur ini pertama kali ia mendapat misi untuk membeli barang keramat bagi wanita itu. Bahkan bunda dan adiknya pun tak pernah dibelikan.


"Bapak serius?"


"Iya, kasih tau saya nama merk nya apa, sama apalagi yang kamu perlu sekalian." ujar Satya.


"Eum merk pembalut nya terserah, tapi kalo ada yang ada sayapnya ya pak, sama kiranti satu kalo ada. Kalo nggak ada ya pembalut aja, maaf ngerepotin." ucap Teressa.


"Udah itu aja?"


"Iya pak."


"Oke saya turun dulu, kamu tunggu disini." balas Satya.


_____________


"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya salah satu karyawan mini market tersebut. Sepertinya ia sadar jika Satya tengah bingung mencari barang.


"Eum ya, saya mau cari pembalut yang ada sayapnya, sama kinderjoy juga."


"Eh kiranti maksudnya!" ralat Satya.


Karyawan mini market itu hanya mengulas senyum tipis, memaklumi orang awam seperti Satya. Pikirnya pasti Satya tengah membelikan barang-barang itu sang kekasih.


"Mari saya tunjukkan pak."


"Disini ada beberapa macam merk pembalut dengan sayap, anda bisa pilih beberapa." jelas karyawan itu.


Satya makin pusing, Satya pengen pingsan, tapi LAKIK nggak boleh nyerah.


Bukannya apa, itu berjajar rapi segitu banyaknya isinya roti jepang semua, Bang Sat musti milih yang mana coba.


"Pilihin yang nyaman dipake aja dah, serah kamu." Seru Satya sambil memijat pelipisnya.


"Baik pak."


_______________


Kini Teressa dan Satya sudah sampai disebuah hotel, niatnya mah mau numpang kamar mandi. Timbang numpang kamar mandi sampe mampir ke hotel dulu, siapa lagi kalo bukan Bang Sat yang bertingkah. Orang biasanya juga dikamar mandi umum, gaya bener dah.


Bayangkan Check in dihotel cuma buat numpang kamar mandi doang, abis itu langsung balik lagi udah.


Tapi jaga image depan Teressa itu penting bagi Satya!


Satya menuntun Teressa masuk kedalam bangunan megah itu sambil menutupi noda kecil yang terdapat pada celana bagian belakang milik Teressa menggunakan jas nya.


"Buruan dipake dikamar mandi, saya tunggu sini. Ntar keluarnya pake Jas saya biar nggak keliatan bercaknya, keliatan dikit soalnya. " Jelas Satya.


"Emm makasih pak Satya. "


"Hm."


_________


Babay